MAMA

MAMA
Bab 84


__ADS_3

"Udah ah gak usah dibahas Zha, lupain aja ok. Yaudah yuk buruan temui bulek setelah itu kita langsung pulang begitu taksi sampe." Nova berkilah.


"Tapi Nov, aku gak bisa acuhkan gitu aja. Kalo kamu tau seseuatu please kasih tau aku, Nov." Sezha mendesak agar Nova jujur padanya.


"Aishhh gak ada apa-apa lho Zha beneran deh. Sekarang gini aja ni ya, kamu mau ikut aku temui bulek di sawah atau kamu mau tunggu dirumah bulek aja." Nova mengalihkan topik.


"Kalo aku pilih pulang kerumah bulek yang ada tu bayi hantu pasti datengin aku lagi Nov." Sezha tidak mau kembali kerumah bulek seorang diri.


"Ok berarti kamu ikut aku temui bulek. Jadi berhenti bahas tentang bayi." Nova mengingatkan.


"Hmmm iya Nov." Sezha berwajah lesu.


"Kalo gitu kita lanjut jalan lagi" Ajak Nova.


Nova dan Sezha melanjutkan perjalanan mereka menuju ke sawah.


Tak butuh waktu lama mereka berdua sudah sampai di sawah bulek Sukini dan Pak Kasan.


Mereka menghampiri bulek Sukini dan Pak Kasan yang sedang duduk di saung.


"Permisi bulek." Sapa Nova.


"Ada apa kalian kesini ?" Tanya bulek.

__ADS_1


"Gini bulek, kami mau izin pulang." Jawab Nova.


"Apa kondisi temen kamu sudah pulih ?" Tanya bulek melirik kearah Sezha.


"Alhamdulillah sudah baikan bulek." Jawab Sezha karena ia sadar kalo dia yang ditanya.


"Alhamdulillah." Timpal bulek.


"Kalian pulang ke kota mau naik apa ?" Tanya pak Kasan.


"Kami sudah pesen taksi pak dan sedang menuju kesini mungkin sebentar lagi akan sampai." Jawab Nova.


"Baiklah jika kalian sudah sangat ingin pulang, hati-hati dijalan." Imbuh pak Kasan.


"Jangan sungkan begitu, bulek dan paklek ikhlas menolong kalian bedua. Tapi bolehkan bulek titip sesuatu untuk Arin ?"


"Tentu saja boleh bulek, setibanya dirumah nanti pasti akan kami berikan titipan dari bulek kepada Arin." Kata Nova.


"Ya sudah kita kerumah bulek sekarang, titipannya ada dikamar bulek." Bulek beranjak dari duduknya.


Nova dan Sezha mengangguk.


"Pak, ibu ra bali se' yo. Ngko ibu ing kene meneh." Bulek berbicara pada pak Kasan.

__ADS_1


"Iyo buk."


Bulek berjalan lebih dulu lalu Nova dan Sezha mengikuti dari belakang.


Setibanya dirumah bulek, bulek langsung masuk ke dalam kamar, begitu juga dengan Nova dan Sezha, mereka menuju kamar dimana barang bawaan Nova masih di dalam kamar belakang ini.


Sezha membantu memasukkan beberapa pakaian kedalam tas Nova.


"Ok udah selesai, semuanya udah aku masukin ke tas kamu. Coba kamu cek masih ada yang tertinggal lagi gak ?" Ucap Sezha.


Nova memeriksa kembali isi tasnya dan semuanya sudah lengkap.


"Aman kok, semuanya ada. Cuma ya barang bawaan kamu yang gak ada Zha." Wajah Nova iba.


"Udah gak usah dipikirin, anggap aja gak rezeki. Ntar kalo rezeki juga bakalan balik atau Allah ganti dengan yang lebih bagus dari barang bawaan ku yang tertinggal disana. Ya kan." Sezha tenang sembari tersenyum.


"Aminn, yaudah yuk kita keluar. Kali aja bulek lagi nunggui kita di depan."


"Yuk, eh btw kira-kira apa ya yang dititipkan buat si Arin ?" Sezha penasaran menebak apa yang akan bulek berikan untuk Arin.


"Dih gak usah kepo Zha, mau kasih apa juga toh kasih ponakannya gimana sih kamu ada-ada aja."


"Iya deh namanya juga kepo."

__ADS_1


__ADS_2