
Selesai sarapan, Sezha kembali masuk ke kamar. Ia merasa bosan berada di dalam rumah saja.
"Libur sekolah, enaknya pergi kemana ya ? hm ajak Nova atau pergi sama Deon ? Tapi Deon pasti lagi sibuk kalo jam segini. Mau ajak Nova yang ada Nova bawel banyak tanyanya, jadi kurang asik. Yaudah deh stay dirumah aja, lagi mager juga aku."
Sezha rebahan di atas ranjang sambil memainkan ponsel, saat Sezha asik dengan ponselnya, sukma Tukijan mendatanginya.
"Ingat nanti malam, kamu harus mandi dengan bunga kantil sebanyak 4 tangkai bunga." Sukma Tukijan berbicara tepat di telinga kiri Sezha.
Sontak Sezha terkejut begitu mendengar suara yang seperti suara Tukijan.
"Suara dukun itu, jelas banget di kuping aku. Oh iya aku lupa kalo aku malam ini harus mandi pake bunga kantil (Sezha menepuk jidatnya pelan ). Aku harus ke pasar kalo gitu beli bunganya, soalnya disekitar sini gak ada yang jual bunga kantil."
Sukma Tukijan menampakkan dirinya dihadapan Sezha.
"Saya sengaja datang ke sini untuk mengingatkan kamu. Saya permisi." Usai mengatakan itu sukma Tukijan langsung sekejap menghilang dari hadapan Sezha.
__ADS_1
Raut wajah Sezha begitu kaget dan terheran-heran, bagaimana bisa Tukijan masuk ke kamarnya ? kemudian dengan cepat menghilang dari kamarnya.
"Darimana masuknya tuh dukun ? woah gawat ni kalo tuh dukun punya kesaktian buat pindah tempat dengan cara ngilang gitu, yang ada nanti pas aku mandi dan mau pake baju, tiba-tiba bisa nongol donk tuh dukun. Eh astgaaa tuh dukun bisa liat semua donk aishhh, gak ada tempat aman nih." Sezha panik sekaligus berfikiran yang aneh-aneh.
Biarpun sukma Tukijan sudah pergi dari kamar Sezha, tapi ia dapat mendengar apa yang diucapkan Sezha.
"Saya tidak tertarik sama anak kecil, jangan berfikiran tidak-tidak mengenai saya. Saya tau apa yang ada di dalam pikiran kamu."
Suara Tukijan kembali terdengar di telinga kiri Sezha.
Ucapan Sezha tidak mendapat balasan dari Tukijan.
"Yaelah dah kayak orang stres aku ngomong sendiri. Au ah mending aku buruan kepasar, buat cari tuh bunga kantil."
Sezha berganti pakaian, berias seadanya karena emang hanya pergi kepasar.
__ADS_1
Tak lupa ia meminta izin terlebih dahulu kepada ibunya yang berada didalam kamar mandi.
"Bu ! Sezha pergi sebentar ya Bu." Seru Sezha dari luar pintu kamar mandi sebab pintu kamar mandi tertutup.
Ibu mendengar.
"Iya, jangan lama-lama pulangnya ! bantuin ibu setrika pakaian nanti." Sahut ibu dari dalam kamar mandi, ya ibu saat ini sedang mencuci pakaian.
"Iya Bu, gak lama kok cuma bentar doank. Yaudah ya Bu, Sezha berangkat !" Seperti biasa Sezha melangkah pergi tanpa mengucapkan salam.
Ibu sadar jika Sezha sama sekali tidak mengucapkan salam, ibunya dengan cepat membuka pintu dan menegur Sezha yang sudah berjalan mendekati pintu depan.
"Sezha ! tunggu dulu. Kamu lupa lagi ya, ngucapin salam sebelum pergi !"
Sezha mendengar seruan ibunya, namun ia berpura-pura tidak mendengar. Ia cepat-cepat membuka pintu dan segera keluar rumah lalu dengan cepat juga ia menutup pintunya. Ia bergegas menuju ke tepi jalan agar ibunya tidak meneriakinya lagi dikarenakan ia tidak lagi mengucapkan salam.
__ADS_1
"Untung aku buru-buru tadi, kalo gak udah abis aku diomelin gara-gara gak ucapin salam doank. Emang ya orang tua pikirannya kolot amat, cuma masalah sepele aja dah kayak masalah besar, hadeh. Lupain masalah ibu, sekarang tinggal nunggu Abang becak terus cus deh kepasar."