
Galang mengajak mereka ke sisi samping dari persinggahan ini. Disini ada beberapa kursi panjang yang dapat di duduki untuk beberapa orang.
"Nah kita duduk disini, sebentar lagi pasti banyak kunang-kunang yang menghampiri kita." Kata Galang.
"Oh ya, gak sabar deh pengen liat-liat kunang-kunangnya soalnya kalo dikota itu udah gak ada lagi yang namanya kunang-kunang. Yang ada mata berkunang-kunang alias pusing hehehe." Sezha bercanda ringan.
"Krik-krik-krik." Ledek Nova.
"Hahaha kamu lucu ya, ada-ada aja kamu. Setau saya kalo mata berkunang-kunang itu tandanya kekurang sel darah merah, hm bisa juga sih dibilang pusing hehehe anggap aja tetanggaan." Galan balas dengan candaan.
Sezha dan Galang nampak dekat, mereka berdua saling bercanda satu sama lain tidak halnya dengan Nova, yang sedari tadi masih menekuk wajahnya.
"Dih ni berdua gak ada yang lucu juga, candaan garing ketawa hm. Berasa obat nyamuk diantara nyamuk yang lagi pdkt kayaknya ni (gumam Nova sambil menggerutu).
Hadeh moga aja cepet pergi ni si nyamuk jantan bikin nyamuk betina salting, wush wush." Sindir Nova.
Nova bertingkah seolah-olah ada nyamuk yang sedang menggigit nya, tapi itu hanya bahasa sindiran yang ditujukan untuk Sezha dan Galang.
__ADS_1
Sezha risih dengan sikap Nova.
"Nov, kenapa lagi sih ? heran aku liat kamu gelisah amat. Maksud kamu nyamuk jantan apa coba ? perasaan gak ada nyamuk."
"Ihh ada lho, gimana kamu bisa tau kalo kamu di gigit nyamuk, lah kamunya asik ngobrol."
"Nov Nov zeyeng dari pada kamu bentol-bentol digigit nyamuk jantan, mending kamu tarik selimut aja deh biar nyamuk jantan nya gak gigit kamu lagi." Sezha balik menyindir Nova kemudian menyenggol pundak Nova.
Galang tersenyum melihat tingkah Sezha dan Nova.
"Biasalah namanya juga temen bukan saudara sekandung jadi wajar kan saling debat." Ungkap Nova.
"Iya juga sih, lain ibu lain ayah jadi watak gak bisa disamain ok ok."
"Ck Galang, omongan temen saya jangan terlalu diambil serius, Nova emang rada jutek dia." Sambung Sezha.
"Hilih macem kamu gak aja. Yaudah deh daripada aku kelamaan jadi obat nyamuk mending aku ke kamar, mimpiin makanan enak. Ketimbang jadi makanan nyamuk yang ada darah ku manis bisa berkurang. Selamat menikmati pemandangan malam, bye." Nova beranjak dari duduknya dan melangkah masuk kedalam persinggahan.
__ADS_1
"Nova, Nova." Sezha menggelengkan kepalanya.
"Udah biarin aja mungkin temen kamu berniat baik, dia pengen jagain kamu, secara kita kan baru kenal jadi temen kamu itu takut kalo saya ini punya niat gak baik ke kalian." Lanjut Galang.
"Iya sih tapi gak boleh gitu juga kan." Tandas Sezha.
"Yaudah deh lupain aja, saya maklum kok sikap temen kamu begitu. Coba kamu lihat kunang-kunang nya udah pada nongol, lampunya kelap-kelip kayak bintang yang ada di langit."
"Woah iya, cantik sekali." Sezha terpana dengan banyaknya kunang-kunang yang sudah mulai menampakkan diri.
"Cantik kan ? kayak kamu tau gak." Puji Galang.
"Ah kamu bisa aja." Sezha tersipu.
Ditempat tak jauh dari mereka berdua duduk, ada sesosok memakai jubah hitam yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua, pandangannya terus tertuju kepada Sezha.
Sesosok misterius ini tersenyum miring kemudian menghilang di dalam kegelapan malam.
__ADS_1