
Malam hari sukma Tukijan mendatangi Sezha, ia diperintahkan oleh Ratu Ajeng untuk memperingatkan Sezha.
Sezha yang akan bersiap tidur, sontak kaget ketika mendapati sukma Tukijan telah hadir dan berdiri di dekat ranjangnya.
"Astaga, kirain siapa. Ya ampun bapak bikin saya kaget saja. Perasaan saya tidak ada memanggil bapak ? tapi kenapa bapak hadir di kamar saya ?"
"Saya datang kesini atas perintah Ratu."
"Emang ada apa pak ? terjadi sesuatu kah?"
"Ratu menyampaikan jika besok akan ada seorang ustadz dan seorang teman kamu yang akan datang berkunjung kerumah kamu, ketahuilah jika kedatangan mereka berniat mempersulit jalanmu."
"Ustadz, lalu seorang teman ? hm siapa ?" Sezha menerka.
"Iya, saya ingatkan. Halau kedatangan mereka. Jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah ini. Karena rumah ini telah dalam kuasa sihir Ratu Ajeng."
__ADS_1
"Baik pak, saya pastikan kalo mereka tidak akan bisa masuk kedalam rumah ini walaupun hanya selangkah."
"Bersiagalah, jangan sampai lengah. Jika terjadi apa-apa bukan kamu saja yang terkena melainkan nama Ratu Ajeng pasti akan terseret dan itu akan membuat kedudukan Ratu terusik."
"Saya mengerti pak."
Sukma Tukijan menghilang pergi setelah menyampaikan perintah dari Ratu Ajeng.
Selepas sukma Tukijan meninggalkan kamarnya, Sezha memikirkan ustadz dan seorang teman yang dimaksud oleh Tukijan tadi.
"Siapa ya kira-kira ? udah berani ngusik hidupku, ck baru aja sehari aku senang, udah ada aja lagi yang mau ngerusuhi aku. Aku heran, padahal aku gak ada dikitpun ganggu mereka, kenapa sih banyak yang iri sama aku. Bikin naik pitam sumpah. Liat aja besok mau siapapun yang datang, aku gak peduli, langsung aku usir secara paksa. Mending aku tidur buat ngisi energi besok."
Bayi Sezha merangkak mendekati Sezha yang masih duduk belum berbaring di ranjang.
"Ma~ma~ma."
__ADS_1
"Ini bukan urusan kamu, ini urusan mama. Jadi biar mama yang urus ya. Kamu bangun, pasti kamu haus, mama sudah terbiasa dengan luka yang kamu buat tiap kali nyusu dengan rupa kamu yang seperti ini."
Sezha menyusui bayinya, hingga bayinya pun tertidur pulas.
Tak lama Sezha pun ikut juga tertidur.
Dalam tidurnya Sezha bermimpi, kalo dia ditangkap dan diikat oleh banyak orang. Tapi tidak satupun ia kenal dengan orang-orang yang ada di dalam mimpinya.
Di dalam mimpi itu, Sezha berteriak minta tolong tapi tidak ada seorang pun yang berniat menolongnya bahkan Ratu dan Tukijan hanya melihatnya dari kejauhan tanpa mau mendekat untuk membantu dirinya yang sedang dalam bahaya.
Sezha terus saja diseret hingga ia diikat di sebuah pohon cukup besar. Sambil ia dilempari batu, oleh orang-orang yang ada di dalam mimpi.
Ia bahkan melihat, ayah, ibu dan juga adiknya Ega hanya diam murung tertunduk.
Sezha memanggil tapi tidak satupun keluarganya melihat kearahnya.
__ADS_1
Tidur nyenyak Sezha mulai tergugah, ia pun berusaha untuk bangun dari mimpi buruk ini dan bener saja setelah berjuang sekuat tenaga akhirnya Sezha bisa terbangun dari mimpinya.
"Astaga akhirnya aku bisa bangun juga, gila bener bisa-bisanya aku mimpi seperti itu. Untung cuma mimpi." Sezha bercucuran keringat jagung dan nafas yang menderu. Ia tidak menyangka jika malam ini ia mendapatkan mimpi yang sangat membuatnya takut dan was-was.