
Sesampainya disekolah Sezha terkejut ketika akan memasuki gerbang sekolah, dari jarak tidak terlalu jauh ia melihat Deon sedang berdiri didepan gerbang sekolah.
"Deon..mau ngapain dia kesini huh pasti mau coba ngerayu aku lagi terus baru sadar kalo aku lagi ngandung anaknya. Akhirnya dateng sendiri ni cowok bre*sek, main tinggalin gak ada kabar eh gak taunya tiba-tiba nongol. Hm pasti ni karena minyak dari dukun itu, gak sangka aku ampuh bener. Aku gak perlu capek-capek nyariin ni laki-laki. Liat aja apa yang bakal aku lakuin ke kamu mas Deon ku tersayang." Sezha menyunggingkan senyuman jahat.
Sezha berjalan santai menuju gerbang sekolah. Ia pura-pura tidak melihat Deon yang sedang berdiri.
Deon yang mendapati sikap acuh Sezha, merasa jikalau Sezha telah melupakannya. Deon berjalan menghampiri Sezha yang berjalan melewatinya tanpa melihat kearah dirinya.
"Zha." Panggil Deon menepuk pundak Sezha.
"Ya (Sezha menoleh)."
Begitu menoleh Sezha memasang mimik wajah kaget yang sengaja ia buat-buat.
__ADS_1
"Apa kabar kamu ? maaf baru bisa nemuin kamu lagi." Ucap Deon menyesal.
"Huh kemana aja, tumben inget sama aku. Kirain udah lupa." Jawab Sezha ketus.
"Jangan gitu donk, kamu sekolah dulu nanti siang mas jemput. Mas pengen kita makan bareng."
"Enak banget jadi laki-laki, udah salah terus ngilang eh minta maaf dikit terus main lupain aja gitu kesalahan yang lalu, woah enak banget ya mas. Emang mas kira aku masih mengharapkan mas. Aku sadar mas, aku tu siapa. Aku yang salah jadi aku tau diri. Udah mending sekarang mas, pergi jauh dan jangan deketin aku lagi. Oh ya satu lagi lupakan yang pernah aku bilang kalo aku hamil dari mas, ini anak aku bukan anak mas. Permisi aku mau sekolah." Sezha berkata dengan nada geram lalu berbalik membelakangi Deon.
Menerima sikap ketus dari Sezha, membuat Deon tidak bisa diam gitu aja. Deon menahan langkah Sezha dengan menarik pelan lengan Sezha.
"Lepasin, aku mau sekolah." Sezha menepis tangan Deon.
"Ok mas lepasin tapi nanti siang tunggu mas ya. Mas akan jemput, abis itu kita jalan-jalan." Deon melempar senyum.
__ADS_1
"Terserah." Balas Sezha jutek kemudian meniggalkan begitu saja Deon tanpa mau menoleh lagi.
Deon tidak menahan Sezha lagi, ia tau jika saat ini Sezha sedang marah padanya tapi ia juga yakin kalo marahnya Sezha tidak akan lama.
"Kamu tidak akan bisa marah lama-lama dari mas. Mas tau sifat kamu, Zha." Deon bicara pelan sambil memandang punggung Sezha yang sudah berjalan menjauh darinya.
Setelah memastikan Sezha telah memasuki kelas, Deon pun langsung masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari gerbang sekolah.
Nova yang juga tak lama Sezha sampai, ia pun sampai. Nova sengaja tidak menyapa Sezha, ia menghentikan langkahnya guna memperhatikan Sezha dengan seorang pria dewasa yang Nova juga belum pernah tau dengan sosok pria ini.
"Siapa laki-laki itu, keliatannya sudah dewasa. Penampilannya bisa dikatakan seperti om-om. Apa ini laki-laki yang sudah menghamili Sezha ? hm aku yakin pasti laki-laki ini, soalnya mereka sudah saling mengenal dekat." Nova menerka-nerka.
"Sebaiknya aku tanya langsung aja sama Sezha, pasti Sezha tidak akan menyembunyikannya karena aku udah liat sendiri."
__ADS_1
Ditengah ia sibuk menerka-nerka, bel sekolah berbunyi. Nova pun bergegas lari menuju gerbang sekolah sebelum gerbang ditutup oleh satpam dan lalu di gembok.