
Tidak mengherankan sih jika keluarga Juwita bersikap canggung begitu. Dalam pernikahan, waktu beberapa bulan itu ibarat baru beberapa hari, apalagi di bulan-bulan awal.
Adji memahami kalau mereka merasa Adji bakal diam-diam menghela napas, atau berpikir mereka itu terlalu banyak minta padahal tidak memberi apa-apa.
Adji pun suka dengan konsep take and give. Jika kita selalu memberi dan tidak pernah menerima, itu akan terkesan kita termanipulasi.
Begitu pula sebaliknya—jika kita hanya terus menerima tanpa pernah memberi, bisa jadi kita hanya terus memanipulasi.
Tapi, membalas sesuatu tidak selalu harus dengan bentuk yang sama.
Juwita pernah menyelamatkan nyawa Cetta, dan Cetta tidak pernah bisa menyelamatkan nyawa Juwita, atau setidaknya sekarang.
Di saat Juwita terluka pun, Adji tidak bisa menyelamatkan nyawanya, atau Banyu ataupun Abimanyu.
Karena itulah Melisa membalas Juwita dengan memberikan keseluruhan yang dia miliki.
Menyelamatkan nyawa dengan sebuah keluarga, dua hal berbeda tapi pada intinya sama; memberi dan menerima.
"Assalamualaikum, Bu."
Makanya Adji datang untuk menjelaskan. Biar mertuanya juga berhenti merasa jadi beban, plus Juwita bisa mewujudkan keinginannya liburan.
Why not, menurut Adji. Malah ia bisa bulan madu sambil liburan.
"Adji, masuk, Nak."
Adji duduk di kursi ruang keluarga, menyerahkan makanan yang sengaja ia beli sebelum datang.
__ADS_1
Sebenarnya malah Adji yang merasa tidak enak pada orang tua Juwita sebab sudah mengambil anak perempuan mereka.
Berbeda dari orang tua Adji yang have fun kesana-kemari bersama seperti anak muda, orang tua Juwita cuma suka di rumah jika tidak ke pasar buka toko.
Pasti ketiadaan Juwita membuat mereka sedih.
Lepas basa-basi sedikit, Adji pun mengutarakan niatnya datang.
"Ibu kenapa enggak mau ikut liburan?"
Ibu bahkan langsung menggeleng, berpaling tak nyaman. "Enggak usah. Kamu juga jangan nurutin kalau Juwita minta-minta terus. Jangan kamu biasain istrimu begitu."
Padahal Juwita itu tidak pernah minta sesuatu yang luar biasa.
Dia bahkan tidak pernah minta dibelikan baju sejak awal pernikahan, karena baju Melisa bertumpuk-tumpuk.
"Bu, saya kerja buat keluarga juga." Adji menjelaskan baik-baik. "Buat saya, buat anak-anak, buat Juwita, buat Mama saya, buat Ibu juga."
Ibu menggeleng, tetap menolak itu. "Banyak yang penting yang butuh kamu dahuluin, Dji. Liburan bisa tahun depan. Kapan-kapanlah. Kamu habis uang acara berapa, rumah sakit Juwita kemarin berapa, rumah sakit Ibu kemarin berapa. Ibu enggak enak sama kamu, sama keluargamu. Enggak usah liburan dulu."
Adji putar otak biar Ibu setuju. Berpikir keras alasan apa yang mungkin cocok buat Ibu sekarang.
"Kasian loh, Bu, anaknya Juwita nanti ngeces kalo ngidamnya enggak dikabuli."
"Enggak ada yang begituan." Ibu malah memukul Adji. "Ibu dulu hamil Juwita ngidam sembarangan jarang ada yang dikasih, tapi besar juga Juwita kayak sekarang."
Adji tertawa. Ia kira Ibu tipe yang percaya begituan. "Ayolah, Bu. Kita pergi, yah?"
__ADS_1
"Enggak usah."
"Bu, kasian loh anak Ibu. Sedih dia waktu bilang enggak usah pergi."
"Iya, enggak usah kamu turutin. Besok-besok juga dilupain."
"Ya makanya itu, Bu, saya yang kasian liatnya. Anak-anak tuh pada enggak semangat semua di rumah ngeliat Juwita. Apalagi saya udah bilang sama Mama."
"Adji."
"Ayolah, Bu. Please, lah. Sekali aja liburan sama keluarga. Nanti kalau saya udah sibuk banget, seenggaknya ada gitu foto-foto saya liat pas lagi capek."
Ibu diam, pertanda mulai terbujuk.
Melas ke orang itu Adji pantang, bahkan melas ke istrinya. Ia tak pernah melas ke Juwita atau ke Melisa, karena menurut Adji itu menurunkan harga diri.
Tapi kalau ke orang tua, Adji malah sering melas.
Dibuat mukanya sedih, macam Cetta kalau lagi mau tidur sama Juwita tapi Juwita tidak mau.
"Bu, pergi, yah? Please, lah. Juwita kan masih anak-anak juga. Masih sama aja kayak Abimanyu. Biarinlah main sedikit sama Banyu sama Cetta. Yah, Bu, yah?"
Akhirnya, setelah melas setengah jam sambil menjual-jual kesedihan anak-anaknya, Ibu pun berubah pikiran, dan setuju buat liburan.
Memang jurus melas menantu paling tokcer buat mertua.
*
__ADS_1