Menikahi Duda Beranak Tiga

Menikahi Duda Beranak Tiga
Anak Sialan


__ADS_3

Sedangkan Cetta hanya menatap kosong komputer di depannya.


Kenapa? Kenapa abangnya melakukan hal sekonyol ini? Bukankah dia bilang dia mencintai Juwita? Kalau dia mencintai Juwita lalu berteriak mengatakan dia ingin gila karenanya, paling tidak itu masuk akal tapi dia sampai menyuruh orang, berpura-pura jadi hero lalu ujung-ujungnya ketahuan?


Sejak kapan dia ... dia jadi semenjijikan ini?


"Cetta." Banyu beranjak. "Ayok."


Cetta beranjak, walau masih merasa kosong. Semakin dan semakin ia menatap kenyataan, rasanya keluarga mereka jadi semakin berantakan.


Bukankah dulu mereka bahagia? Tapi kenapa sekarang malah begini? Kenapa Abimanyu melakukan ini?


"Ah, Rei." Banyu menoleh dingin. "Abisin duit di akun Kakak gue."


"Hah?"


"Ambil aja. Gue yang tanggung jawab."


"Beneran lo? Gila lo yah?"


"Dia yang gila."


Setelah mengatakannya Banyu pergi diikuti oleh Cetta.


Mereka pulang bersama bukti-bukti yang ada sedangkan di sisi lain, Abimanyu pun pulang sambil memikirkan siapa dalang dibalik semuanya.

__ADS_1


Apa akun bank-nya diretas? Tapi jika sampai seperti itu, pelakunya pasti sangat niat. Dia seperti sengaja mengadu domba dan memojokkan Abimanyu.


Banyu? Dia yang paling membenci Abimanyu sekarang. Tapi tidak. Anak itu mana mungkin melakukan tindakan yang membuat Juwita takut. Dia pasti akan langsung maju pada Abimanyu jika mau.


Kalau musuh Adji, dia pasti tidak akan sampai memanipulasi hal sekecil ini.


Kalau begitu siapa?


Masing-masing dari mereka tenggelam dalam pikiran yang sama namun juga berbeda. Dan seolah semesta merencanakan, kendaraan mereka tiba di teras rumah secara bersamaan.


Banyu yang sudah kalut karena fakta tak menunggu lagi turun, mendorong Abimanyu sampai dia terhempas dari motornya. Tak peduli motor mahal dia sampai jatuh dan bodinya pecah, Banyu cuma peduli pada kemarahannya.


"Anjing lo, Bang! Anjing! Lo tau?!" Banyu menyambar kerahnya dan berteriak murka. "LO TUH DARI AWAL HARUSNYA ENGGAK LAHIR!"


Abimanyu terkejut atas serangan dadakan ini. Tapi sebagai laki-laki jelas harga dirinya menolak.


"BASI LO, TAIK!" Banyu melayangkan pukulan keras ke arah Abimanyu.


Aksi saling pukul itu akhirnya tak terelakkan. Mbak Icha dan Mbak Sumi di bawah langsung berteriak histeris, memanggil Juwita dan Adji untuk turun.


Dari lantai atas, jantung Juwita hampir saja jatuh dari tempat mendengar kabar dua anak laki-lakinya bertengkar hebat. Apalagi saat turun, pot-pot di teras rumah sudah pecah berserakan dan motor Abimanyu remuk di tempat.


"Abimanyu! Banyu!" jerit Juwita, berusaha menghentikan.


Tapi tangannya buru-buru ditarik oleh Adji.

__ADS_1


"Mundur."


"Mas, anak-anak—"


"Suruh anak-anak kamu masuk ke ruang main." Adji memerintah dingin. "Mbak juga."


Juwita menggigil ketakutan tapi ucapan Adji benar. Buru-buru diminta Mbak Sumi dan Mbak Icha masuk, memastikan anak-anaknya tidak melihat hal mengerikan ini. Tentu saja Juwita tak masuk karena mustahil ia bisa diam menunggu ketika kedua anaknya tampak mau saling membunuh.


"LO TUH ANAK SIALAN, TAU ENGGAK!" teriak Banyu yang wajahnya berdarah-darah. "MAMA, PAPA SAMPE JUWITA ENGGAK ADA YANG BERSYUKUR LO ADA! LO TUH AMPAS, BANG! SAMPAH! NGOTOR-NGOTORIN DUNIA DOANG!"


Juwita tertegun. Apa yang Banyu katakan pada kakaknya sendiri?


"JUWITA UDAH USAHA NAHAN BUAT LO! DARI DULU DIA USAHA BUAT LO! LO MARAH-MARAH KARENA ENGGAK TANDING VOLI, JUWITA YANG USAHA BIAR LO BISA IKUT TANDING! TAPI LO! LO BUKANNYA BERSYUKUR, MALAH SEENAKNYA LO TINGGALIN SEMUA PAKE ALESAN LO NAKSIR SAMA DIA! LO TUH ANJING, BANG! BABI LO, BRENGSEK!"


Sebelum Juwita bisa sadar, ia sudah pergi mengambil botol air di kulkas dan berlari untuk menyiram mereka.


Terutama Banyu.


"NGOMONG APA KAMU?!!" murkanya pada anak itu. "KAMU NGERASA KAMU BELAIN AKU KALO NGOMONG KAYAK GITU, BANYU?!"


Bisa-bisanya dia menghina kakaknya sendiri di depan Juwita dan terutama Adji!


"Bang Abi," suara Cetta lebih dulu terdengar, "yang nyuruh orang ngikutin Kak Juwita."


Adji menahan napas begitu pula Juwita.

__ADS_1


*


__ADS_2