Menikahi Duda Beranak Tiga

Menikahi Duda Beranak Tiga
51. Circle Badjingan


__ADS_3

"Bang Sandy!"


Juwita melambai ceria begitu menemukan atlet voli yang ia maksud tengah duduk memasang sepatu volinya di pinggir lapangan.


Berarti sebentar lagi akan dilangsungkan pertandingan di mana pria itu akan bertanding.


Waktu melihat Juwita datang, Sandy langsung balas melambai. Tapi tidak bisa menyembunyikan keheranan waktu Juwita datang bersama Cetta di gendongannya.


"Anj*r," umpat pria itu setengah tertawa "Lu beneran nikah, Wi? Seriusan itu?"


"Lah, ngapain gue kawin pura-pura?" Juwita mencium pipi Cetta gemas. "Nih, kenalin anak bontot gue. Keren enggak? Minta satu bonusnya tiga."


Sandy tergelak, mengajak Cetta ber-high five sebagai salam.


Terus terang yah, Juwita punya banyak kenalan hebat. Teman-teman sekolahnya dulu kalau harus dikata itu generasi emas. Soalnya mereka sekarang sukses dengan karier masing-masing, entah yang jadi atlet, penyanyi, pebisnis bahkan yang menikah juga.


Mungkin Juwita itu termasuk salah satu yang kurang sukses. Walau ia tak mau bilang dirinya kurang beruntung, tapi mungkin karena Juwita belum dapat kesempatan bagus.


"Ini anak pertama laki gue." Juwita mengisyaratkan Abimanyu mendekat, seolah tadi di mobil mereka tidak habis berdebat. "Namanya Abimanyu, cita-citanya mau jadi atlet voli juga."


"Ohya?"


"Ngobrol sebentar bisa kan, Bang? Anak gue nih ngefans sama lo soalnya."

__ADS_1


Sandy menepuk-nepuk bahu Abimanyu dan seketika itu juga mereka tampak akrab.


Abimanyu tampak seperti Cetta, berbinar-binar menanyakan tentang voli pada atlet nasional tersebut, sedangkan Juwita memilih pergi cari kursi.


Ternyata, di kursi penonton ada pacarnya Sandy, yang mengejutkan adalah dia adek kelas Juwita dulu. Karena Juwita adalah tipe senior yang merakyat pada adek kelas, langsung saja dirinya dihampiri.


"Mbak Juwi."


"Amel." Juwita menurunkan Cetta buat menerima pelukan dari cewek itu. "Ih, makin cantik kamu sekarang. Imut banget."


Perempuan itu tertawa waktu Juwita mencubit pipinya.


Mereka basa-basi, ya biasalah perempuan bertemu perempuan. Lalu Amel membawa Juwita kenalan sama perempuan-perempuan lain di sana, satu dua Juwita kenal, sisanya tidak sama sekali.


"Beneran yah kamu nikah karena uang?"


Ekspresi Juwita langsung retak.


Permisi yah, kenapa sih cewek selalu begini? Apa gitu urusannya dia sama keputusan hidup Juwita?


"Gue enggak kebayang lo malah kawin sama duda anak tiga loh, Juwita," sambung Lina, satu sekolah Juwita dulu. "Lo tuh dulu heboh loh anaknya. Kayak, yah siapa sih yang enggak kenal lo? Pinter di sekolah, jago olahraga. Gue ngeliat lo tuh sering mikir lo bakal sukses nih nanti. Jadi wanita karier."


Juwita tertawa kering. "Takdir siapa yang tau, kan?"

__ADS_1


"Tapi kok Mbak Juwita mau, sih?" Amel ikut bertanya. "Yang aku denger yah, katanya suami Mbak Juwi udah kakek-kakek. Emang bener yah, Mbak?"


Wah, sembarangan siapa pun itu yang berkata. Tidak lihat apa muka Cetta dan Abimanyu yang ibaratnya dicetak oleh cetakan premium?


"Eh, tapi jaman sekarang tuh cewek harusnya bisa berdikari, dong." Tak habis-habis mereka menyindir. "Berdiri di kaki sendiri. Sayang loh kamu malah nikah sama duda anak tiga. Apalagi anaknya udah remaja. Duh, ngurusinnya minta ampun."


"Iya, tuh. Aku yang anak satu aja, baru lima tahun udah nyesel banget."


"Bener banget. Malah yah gue disindir sama mantannya suami gue, katanya 'kasian banget nikah muda, bukannya berusaha cari kerja biar mandiri malah ngandelin suami'."


"Iya bener, tuh. Masa apa-apa ngandelin suami."


Bisa tidak sih, langsung saja bicara? Dipikir Juwita tidak tahu maksudnya?


Nih, maksudnya begini nih: Dasar parasit! Nikah cuma demi uang! Makanya kerja, berdikari, bukannya malah ngandelin suami orang buat diporotin! Jadi perempuan kok malu-maluin. Najis!


Mantap, puji Juwita pada dirinya sendiri.


Tenang aja, gue berdikari. Dari Ibu ngajarin gue jalan, gue berdiri di kaki sendiri. Enggak mijak kaki orang.


Tapi kalau mau dipijak-pijak, dengan senang hati loh, Bunda. Tak pijak-pijak kamu sampe penyek.


*

__ADS_1


__ADS_2