
Juwita juga berharap sama.
Makanya waktu merasa sebentar lagi Abimanyu bangun, Juwita minta semua orang meninggalkannya berdua dengan anak itu. Tidak mungkin juga dia membicarakan hal tentang perasaan ke ibu tirinya sendiri di depan semua orang.
Sekitar dua puluh menit Juwita menunggu sambil memijat kening Abimanyu, akhirnya dia bangun.
Langit sudah gelap, waktu juga sudah malam. Juwita harap ia bisa menyelesaikan ini sebelum pulang ke rumah, dan menyelesaikan urusan Ajeng bersama Adji.
Masih ada yang harus diselesaikan di sana, jujur saja.
"Minum dulu." Juwita mengulurkan segelas air, mengusap-usap punggung Abimanyu biar dia tenang.
Juwita diam. Diam dulu, lama membiarkan Abimanyu sadar sepenuhnya, sambil menyusun kata di kepala tentang apa yang mesti ia katakan.
Ini berat bagi Juwita sebab ia mau menyuruh Abimanyu berhenti suka.
"Kamu inget ngomong apa tadi?"
Abimanyu mengerutkan kening, kayaknya tidak ingat.
"Kamu bilang kamu suka sama aku."
Pelan-pelan wajahnya pias. Jelas tidak ada yang mau rahasianya sampai terbongkar, apalagi tentang dia menyukai istri dari ayahnya.
"Kenapa? Aku secara enggak langsung godain kamu, mungkin?"
Abimanyu menunduk.
Tapi Juwita meraih pipinya, mengangkat wajah itu agar melihat.
__ADS_1
Tidak apa, demi Tuhan, Juwita tidak masalah asal dia mau membicarakan hal ini baik-baik. Masih lebih baik dia datang, bicara, daripada dia mabuk di sekolah, membahayakan dirinya sendiri.
"Kita ngobril baik-baik. Selesaiin ini baru pulang. Ngomong sesuatu kalau kamu mau ngomong."
Abimanyu malah menatapnya nanar, kembali menunduk. "Maaf," bisik anak itu lirih. "Maafin gue."
Mata Juwita malah panas mendengar hal itu.
Ia langsung menarik Abimanyu ke pelukannya, menangis tanpa suara di bahu anak itu.
"Enggak pa-pa. Udah bener kamu suka sama perempuan." Juwita berusaha menjawab diplomatis biar dia tidak merasa seharusnya dia tidak suka perempuan.
Abimanyu balas mendekapnya. Dan Juwita tahu anak ini takut. Dia tahu dia sudah berbuat salah.
"Dengerin aku, Bi." Juwita menangkup pipi Abimanyu, menatap lurus-lurus matanya. "Aku sayang kamu. Sayang banget. Kamu, Banyu, Cetta. Kalian bertiga udah kesayangan aku."
Sebagai adik. Sebagai anak asuh yang dititipkan Melisa.
"...."
"Aku enggak nyepelein perasaan kamu, Sayang. Enggak pa-pa. Iya, enggak pa-pa. Aku maafin kamu, kamu tolong maafin aku juga. Kita temen, yah? Yah, Abi, yah? Oke yah, sama itu?"
Abimanyu memejamkan mata.
Kalau dia suka pada Juwita lalu Juwita malah menyuruh dia berhenti suka, itu pasti luar biasa sakit.
Tapi Juwita berterima kasih karena Abimanyu mau bersikap dewasa, menganggukkan kepalanya terima.
"Lanang-ku." Juwita memeluk anak itu erat-erat.
__ADS_1
Mencium sisi kepalanya di antara perasaan takut dan khawatir.
"Kamu kesayangan aku, orang yang aku andelin paling pertama. Jadi kalau ada apa-apa juga, bilang sama aku. Jujur aja, enggak bakal aku ngecewain kamu."
Abimanyu bergumam. Berulang kali menarik napas di antara pelukan Juwita.
Tak Abimanyu sangka kalau Juwita akan merespons seperti ini. Abimanyu sempat sangat takur, khawatir kalau Juwita bakal menjauh darinya, membencinya atau bahkan jijik padanya.
Abimanyu akan berusaha menghapus perasaan ini secepatnya. Merendamnya dan sadar bahwa hubungan antara mereka memang lebih baik seperti ini.
"Maaf ngecewain lo." Abimanyu bergumam. "Gue takut lo marah sama gue."
"Aku marah, Bocah." Juwita menghela napas. "Aku marah banget. Banget. Tapi denger, yah. Sesalah apa pun kamu, sebobrok apa pun kelakuan kamu kalau lagi salah, semuanya bisa diperbaikin."
"...."
"Jadi dateng ke aku, ngomong baik-baik, kita selesaiin bareng. Oke?"
Juwita mengacak-acak rambut Abimanyu dan tersenyum.
"Lagian kalo enggak bobrok, kamu kan enggak pernah bikin masalah. Papamu bangga sama kamu, Mbak Melisa, aku juga, semuanya yakin kamu ngejar prestasi di sekolah."
"...."
"Ini rahasia kita, oke? Habis ini kita pulang, kamu istirahat, besok semuanya udah beres, kita lupain. Oke?"
Tidak mungkin semudah itu, tapi memang harus diusakan semudah itu.
Jadi Abimanyu mengangguk, bersumpah dalam hatinya tidak akan membuat Juwita kecewa lagi.
__ADS_1
*