Menikahi Duda Beranak Tiga

Menikahi Duda Beranak Tiga
Karma


__ADS_3

Sakura mengikuti Abimanyu yang terus menarik pelan tangannya bahkan setiba mereka di apartemen. Mulut Sakura diam sebab Abimanyu terlihat sangat berbeda dari yang selama ini ia kenal.


Begitu tiba di unit apartemennya, Abimanyu melepaskan tangan Sakura dan menoleh.


"Sakura," panggilnya dengan suara tenang itu. "Aku ngaku salah udah ngelibatin kamu."


Abimanyu sadar bahwa ia yang menarik Sakura masuk dalam hubungan tak sehat ini. Ia sadar bahwa semua tidak akan sekacau ini jika saja Abimanyu melakukan hal lain.


Tapi ....


"Lo berani bikin Juwita takut, ngungkit-ungkit soal traumanya." Abimanyu menatap istrinya itu tanpa rasa. "Buat itu gue bakal bikin lo nyesel sampe lo dateng ke Juwita, minta maaf sama dia karena kesadaran lo sendiri."


"Abi—"


"Kita enggak cerai. Itu bikin Juwita rugi. Gue enggak bakal lakuin sesuatu yang bikin Juwita rugi, bahkan kalau cuma satu koin."


Abimanyu berjalan mendekat.


"Gue bakal di sini, tinggal sama lo, jadi suami lo, terikat sama lo—tapi lo enggak bakal milikin apa-apa. Gue bakal selingkuh depan lo, gue mainin semua cewek yang gue mau dan jangan pernah pikir gue bakal sudi deketin lo lagi."


Sakura terpaku kosong.


"Kalau lo berani ngadu ke siapa-siapa soal itu, gue sebarin semua aib lo. Kalau lo berani nyalahin Juwita dan ngadu domba lagi, gue bikin idup lo jauh lebih neraka dari yang lo bisa pikirin."

__ADS_1


"...."


Abimanyu menunduk. "Itu konsekuensi karena berani mikir bisa nyakitin orang yang paling penting buat gue."


Ketika Abimanyu berbalik untuk pergi dan mengunci pintu apartemennya, Sakura merosot lemas.


Air matanya jatuh tanpa suara karena diam-diam, jauh di hatinya, Sakura merasa ia benar-benar akan mendapat karma dari semua ini.


*


Abimanyu bukan pergi menemui Olivia untuk berselingkuh atau bermain wanita seperti katanya tadi, namun pria itu pergi ke tempat yang menurutnya tepat.


Dalam perjalanannya, Abimanyu hanya berbicara pada dirinya sendiri sambil membayangkan ia bisa menyampaikan itu pada Juwita. Jika kata hati bisa didengarkan, maka suara Abimanyu pasti akan terdengar seperti :


"Juwita, emang mau digimanain, perasaan gue ke elo enggak bisa berubah."


"Gue enggak ninggalin lo buat Papa, atau buat nunjukin kalau gue anak baik yang sadar diri sama statusnya sebagai anak. Tapi gue sayang banget. Sayang banget sama lo. Makanya sekarang gue cuma mau mastiin enggak ada yang bikin lo ngerasain yang dulu lagi."


"...."


"Enggak ada yang bakal bikin lo nangis lagi. Enggak ada yang bakal bikin lo susah lagi. Lebih dari siapa pun, gue bakal jagain lo. Even cuma dari jauh."


"...."

__ADS_1


"Jadi, Juwita, tolong selalu senyum. Selalu bahagia."


"...."


"Maaf karena gue enggak jadi anak yang bikin lo bangga. Maaf karena jadi temen yang bikin lo kecewa. Maaf karena jadi cowok yang enggak berguna sama sekali buat hidup lo."


Semua kalimat itu hanya Abimanyu muntahkan dalam bayangannya namun itu juga seperti janji pada dirinya sendiri.


Mobilnya berhenti di tempat tujuan, bersama dengan kuat tekadnya dalam keputusan ini. Abimanyu memejam sebelum membuka kembali matanya, kini fokus menatap tujuan dari masa depannya.


"Ini markas Number?" katanya penuh keyakinan.


Abimanyu mengangkat tangan tanda menyerah dari todongan senjata dan laser yang langsung berdatangan. Seolah kalau Abimanyu akan langsung penuh lubang kalau sampai mengatakan hal salah.


"Saya Abimanyu," ucap Abimanyu kalem walau nyawanya sedang terancam. "Pak Mantan Presiden Mahesa pernah ngundang saya dateng ke sini. Saya mau terima undangannya sekarang."


Bukan undangan bertemu karena beliau sedang pergi, tapi undangan untuk bergabung.


Organisasi mafia terbesar sekaligus kelompok 'penjahat' tergelap di negara ini. Bertahun-tahun lalu Mahesa Mahardika memberinya undangan dan berkata Abimanyu memiliki potensi tersembunyi. Entah apa maksudnya, tapi Abimanyu tahu satu hal.


Di tempat ini ia bisa melindungi Juwita juga adik-adiknya bahkan jika mereka pergi ke sudut lain dunia.


*

__ADS_1


dengan ini kita resmi berpisah dari Abimanyu di cerita Juwita. author bikin Abimanyu jadi mafia-daddy dulu yak baru comeback. lanjutan cerita Sakura juga nyusul di sana. sekarang mari fokus sama hubungan Ibu Juwi dan Papa Adji.


author baru sadar kalau cerita ini fokusnya malah ke hubungan keluarga Juwita-Abimanyu-Banyu-Cetta daripada Juwita-Adji 😋. maapin 🤗


__ADS_2