
Acara pembukaan kompetisi Asgard nyaris seperti meriahnya sebuah konser musik yang diisi band terkenal, bedanya acara ini lebih dimeriahkan oleh anak-anak sekolah yang datang mengikuti berbagai jenis pertandingan.
Juwita mengikuti acara pembukaan utama dengan senyum lebar antusias, senang melihat begitu banyak anak-anak aktif dalam berbagai kegiatan.
Staf keamanan dalam sekolah diisi oleh murid SMA Asgard sendiri, yang katanya berasal dari Komite Kedisiplinan mereka. Penanggung jawab panggung adalah OSIS, MC dan hiburan dari klun musik mereka, bahkan staf kebersihan dan pembagi makanan gratis khusus hari pertama adalah anak-anak dari SMP dan SD mereka.
Juwita sangat suka melihat anak-anak mengerjakan tanggung jawab mereka secara bebas, tanpa diganggu-ganggu oleh keperfeksionisan orang dewasa.
"Lila kalo besar sekolah di sini juga, yah." Juwita menerima uluran salad buah segar yang akhirnya sampai ke kursi mereka duduk. "Tuh, kayak kakak-kakaknya pada seru di sekolah."
Lila bertepuk tangan ceria diberi sekotak salad buah. Karena dia suka Banyu dan Abimanyu, dia juga suka melihat orang-orang seusia kakak-kakaknya itu.
"Wii."
"Hm? Mau makan langsung? Kita mau nyusul Abang dulu, Nak. Cari Abang Banyu dulu, yah?"
Banyu tadi mengabari kalau dia tidak bisa mendatangi Juwita karena harus mengurus persiapan lombanya. Jadi setelah berdiskusi, Juwita bilang akan menyusul tepat setelah peresmian pembukaan acara dilangsungkan.
"Kakak, Bang Abi bilang pembukaannya udah mau dimulai."
"Lah, udah?" Juwita menoleh kaget. "Kita belum liat Banyu, loh."
Adji memindahkan Lila dari tangan Juwita ke gendongannya. "Kan memang banyak acara, apalagi hari pertama, jadi tiap lomba pun ada pembukaan tersendiri. Kamu ke Abi aja sama Cetta, saya liat Banyu sama Lila."
"Ih, tapi aku mau liat dua-duanya, Mas."
"Loh, caranya gimana? Streaming aja kamu mesti pilih pertandingan mana. Tenang aja, Banyu enggak baperan. Yang penting ada Lila."
Juwita cemberut, tapi kemudian setuju buat membiarkan Adji saja yang ke tempat Banyu.
Tak lupa Juwita mengirim pesan agar Banyu tak merasa ia pilih kasih.
__ADS_1
^^^Cahku, Papamu sama Lila yang ke sana yah ^^^
^^^aku ke Abi sama Cetta. ^^^
^^^Aku rak ngerti debat but just make sure you're be the best ^^^
^^^Ilofyuuu ^^^
Untungnya Banyu membalas.
Doain.
Love u, Ibu.
Juwita tersenyum teduh. Malah mendadak jadi gugup karena memikirkan dua bocahnya mau ikut lomba di waktu yang sama.
Oh Tuhan, mereka berdua sudah berusaha yang terbaik jadi semoga mereka mendapat hasil terbaik pula.
Kursi penonton sudah nyaris penuh. Beberapa diisi oleh pendukung, dan beberapa lagi diisi oleh orang tua murid seperti Juwita yang datang menyaksikan anaknya.
Tepat saat Juwita baru duduk, suara drum band mulai terdengar, pertanda acara pembukaan pun dimulai.
"Kakak, Kakak, itu Abang!" seru Cetta, menunjuk Abimanyu yang masuk paling pertama sebagai perwakilan sekolah Asgard, memegang bendera perlambangan sekolahnya.
Juwita bertepuk tangan heboh. Senang luar biasa melihat Abimanyu akhirnya bisa turun ke lapangan pertandingan sungguhan.
Dia sudah lama menginginkannya.
Dia sudah sangat lama menginginkannya.
Satu per satu perwakilan sekolah pun masuk diiringi musik drum band. Semuanya berbaris, mengangkat bendera perlambangan sekolah mereka tinggi-tinggi, disoroti oleh kamera yang disambungkan secara langsung pada layar besar agar semua penonton melihat.
__ADS_1
"Abimanyu!" Juwita menjadi salah satu yang berteriak memanggil nama bocah kesayangannya.
Melambaikan tangan dan tersenyum lebar pada anak itu.
Abimanyu mungkin tak mendengar suara Juwita di antara kebisingan penonton dan suara tabuhan drum, tapi anak itu tetap mencarinya, hanya agar bisa tersenyum lebar.
Seakan dia berkata, "Gue udah di sini."
Juwita tiba-tiba ingin menangis.
Ia ingat semalam, diam-diam saat Juwita mengantar Lila tidur di kamarnya, Abimanyu datang cuma untuk berkata, "Makasih."
"Buat apa?"
"Karena mau ngambil tugas Mama, mau jadi Ibu buat kita semua."
Abimanyu menunduk, mengecup kening Juwita.
"You're the best Mom, Juwita."
Memang dasar sontoloyo. Padahal tanpa dia merayu Juwita bakal mendoakan yang terbaik buat dia.
Buat sahabat terbaiknya, Abimanyu dan Banyu.
*
cerita juwita berakhir sampai di sini. aku ngerti kalian masih berharap juwita lanjut atau bahkan lanjut s2, tapi ceritanya nanti kacau kalau dipaksain buat tetep lanjut. biar juwita sampe sini aja, dan kita ketemu di cerita-cerita author yang lain.
berharap banget dukungan kalian ke karya yang lain sebanyak dukungan kalian ke juwita.
terima kasih 😊😊😊
__ADS_1