
Olivia sedang sibuk menonton serial Netflix sambil ngemil ketika tiba-tiba pintu kosannya dibuka, memunculkan sosok Abimanyu yang berpakaian rapi.
Olivia bahkan tidak sempat bertanya dari mana Abimanyu datang sambil memakai tuksedo yang jelas bukan pakaian normalnya itu, tapi dia langsung datang, mencium Olivia, menarik semua pakaiannya lepas.
Dalam pergaulan generasi mereka, sosok Abimanyu bagaikan rembulan yang diinginkan namun tak tergapai. Jadi kadang-kadang saat si Rembulan itu memunculkan keindahan, tidak ada yang menolaknya apalagi tidak memujanya.
Itu metafora untuk menggambarkan tidak ada orang yang bakal menolak ciuman, rabaan, dan pelecehan apa pun dari Abimanyu karena dia terlalu sempurna.
Bahkan kalau setelah itu, dia tidak memuji, tidak berterima kasih, malah sibuk duduk merokok di jendela.
"So," Olivia memerhatikan wajah dingin pemuda itu, "tiga hari lagi lo married tapi malah dateng makeout di sini, bukan ke calon istri lo?"
Abimanyu hanya diam. Karena Olivia juga tahu bahwa Abimanyu lebih suka melampiaskan banyak hal dengan perempuan yang liar, walau dia berpacaran dengan anak manis seperti Sakura.
"Abimanyu, lo kenapa sih sebenernya? Gue denger dari Patricia, nyokap tiri lo mergokin lo makeout terus lo disuruh pulang. Seriously, lo ada masalah apa sebenernya di rumah? Lo make narkoba, mungkin? Terus ketauan atau—"
"Butt out, Olivia." [Jangan ikut campur.]
Olivia mendengkus. "Lo enggak bisa tiba-tiba dateng ke kamar kosan cewek, buka kakinya buat lo masukin terus ngebentak 'bukan urusan lo' ke muka dia."
Abimanyu diam saja, malah sibuk memutar-mutar rubik yang diambil dari meja Olivia.
__ADS_1
"Lo serius mau nikah?" tanya Olivia setelah sempat diam. "Sakura enggak hamidun kan, mungkin kebetulan? Gue enggak tau cara lo main sama cewek lo yang kayak boneka itu gimana, tapi kalo sama gue, kalo gue enggak pake kontrasepsi, kayaknya udah sepuluh kali gue hamil anak lo."
Abimanyu tetap diam. Tapi wajahnya terlihat bahwa dia sedang kesal, marah pada sesuatu, dan benar-benar mau menghancurkannya.
"Gue bakal terus nanya sampe lo—"
"I LOVE SOMEONE!" bentak Abimanyu yang muak pada pertanyaan. "I love someone and there's nothing I can do about it!"
Olivia setidaknya berterima kasih dia mau jujur.
"Tapi itu bikin gue tambah kepo jadi gue bakal nanya lagi. Siapa cewek yang lo, Abimanyu, mau tapi enggak bisa lo dapetin? Cewek sekarang murah, Say. Muka lo ganteng, dompet lo tebel, pinter flirting, istri orang juga lo dapet. Jadi siapa cewek yang enggak bisa lo dapetin?"
Abimanyu bermain rubik seperti mau memecahkannya berkeping-keping.
Abimanyu akhirnya menyerah mendengar ocehan. Pemuda itu menoleh pada Olivia, datang mendekatinya seolah-olah akan menciumnya.
"Gue sedeket ini tapi enggak bisa nyoum dia," bisik Abimanyu.
Tangannya datang menggenggam Olivia dan menatap matanya terlalu dalam.
"Gue mau megang tangannya kayak gini tapi enggak bisa. Gue mau ngeliat matanya sedeket ini, sampe gue denger suara napasnya jadi berat karena malu. Tapi enggak bisa."
__ADS_1
Olivia menelan ludah, mengalihkan mata dari Abimanyu yang mendadak terlihat berbeda. Dia terlihat ... sangat dimabuk cinta sampai-sampai udara terasa panas.
Namun tindakan Olivia justru membuat Abimanyu mencium pipinya. Bernapas pelan-pelan di rahangnya dan tiba-tiba mengerang.
"Gue pengen dia sampe badan gue sakit, Liv. Gue pengen dia sampe rasanya susah buat napas."
Napas Abimanyu terdengar berat dan seperti dia akan sekarat. Olivia dibuat gugup untuk alasan yang tak mau ia katakan.
Daripada itu, sebenarnya siapa perempuan misterius di kepala Abimanyu? Orang ini, dia adalah badboy yang masuk ke level maximum namun dia tidak pernah mau berpacaran kecuali dengan gadis baik-baik.
Dia bahkan pernah bilang alasan dia memilih Sakura sebagai pacarnya sekarang adalah ... karena Sakura sering tertawa cerah. Sisanya Abimanyu tidak suka dan tidak tertarik.
Itu berarti orang yang Abimanyu sukai setidaknya perempuan baik-baik dan punya tawa cerah. Olivia berusaha memikirkan satu per satu perempuan baik-baik di lingkungan Abimanyu, namun masih saja sulit menemukannya.
"Kenapa gue mesti sabar terus?" gumam Abimanyu. "Kenapa bukan gue, sih? Kenapa bukan gue, Liv?"
Olivia mendorong Abimanyu darinya. "Entah. Mungkin buat si Cewek Entah Siapa ini, badjingan kayak lo tuh sampah."
Sebenarnya Olivia cuma bercanda sekaligus mengalihkan diri dari rasa canggung.
Tapi Olivia tertegun ketika Abimanyu tersenyum getir, seolah-olah dia membenci dirinya yang dibenci oleh gadis itu.
__ADS_1
Astaga. Dia benar-benar jatuh cinta sampai gila.
*