Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
102. Ahli perang dan senjata (lb)


__ADS_3

"Kalian ingin tahu satu rahasia tidak?" tanya Cara.


Sasdia dan Jesy diam sambil melirik Cara yang sedang tersenyum miring ke arah mereka. Jantung sepasang ibu dan anak itu berdetak cepat merasa takut dengan rahasia yang dimaksud Cara. "Kenapa muka kalian tegang seperti itu? Padahal aku belum memberi tahu," ledek Cara.


"Apa mungkin mereka sedang menahan pipis, Ra?" tambah Siera. Setelahnya dua perempuan itu tertawa keras.


Sedangkan Sasdia dan Jesy sudah menatap benci ke arah mereka. 'Wanita-wanita kurang ajar,' batin Sasdia.


Cara menghentikan tawanya dan kembali menoleh ke arah Sasdia dan Jesy. "Ekhm … ini rahasia penting tentang suamimu Nona Jesy," tutur Cara.


Sasdia dan Jesy terkejut, sepasang ibu dan anak itu saling tatap was-was. Cara yang melihat itu terkekeh remeh. "Sebelumnya aku sudah berjanji akan memberi tahu kalian tentang rahasia Kak Rical, bukan? Jadi hari ini saja aku beri tahu," sambung Cara.


"Tapi, sebelum itu aku ingin memberikan kabar yang cukup menyedihkan. Aku sangat menyesal, terpaksa mengatakan ini kepada kalian. Umur Gerisam Group, tinggal hitungan hari," bisik Cara.


Mata Sasdia dan Jesy melotot terkejut. Mereka menatap Cara dengan pandangan tajam. "Apa maksud Anda, Nyonya?" Sasdia bertanya dengan nada suara yang begitu ditekan.

__ADS_1


Cara menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring. "Aku ingin segera menarik saham VT Group yang hanya tinggal beberapa persen di perusahaan Gerisam Group. Jadi, kalian bisa memberi tahukan kepada Tuan Torih Gerisam untuk bersiap-siap. Entah itu bersiap-siap mencari sandaran baru, atau … bersiap-siap angkat kaki dari rumah penuh kenangan itu." Cara menatap datar Sasdia dan Jesy sambil menekan kata penuh kenangan di dalam kalimatnya.


Deg …. Jantung Sasdia dan Jesy seakan berhenti berdetak. Wajah mereka memucat dengan sempurna. "Ma," panggil Jesy pelan.


"Tenang, Sayang. Kita harus percaya kepada, Papa," bisik Sasdia menenangkan Jesy. Padahal jauh di dalam hatinya, wanita paruh baya itu tidak kalah khawatir dan takut.


"Okey, informasi sudah aku katakan. Sekarang, giliran rahasia itu. Sudah siap mendengar sesuatu yang lebih besar lagi?" Cara menatap mengejek ke arah Sasdia dan Jesy.


"Sepertinya belum, Ra," balas Siera.


"Satu kata kunci yang pasti. Kalian percaya tidak, kalau Kak Rical itu adalah anggota Death?"


Deg …. Sasdia dan Jesy menatap terkejut ke arah Cara yang sedang tersenyum mengejek ke arah mereka. "Terkejut ya? Tapi kalian percaya itu kan? Sebenarnya, mau percaya atau tidak kebenarannya tetap tidak akan merubah apa pun bahwa Kak Rical adalah bagian dari Death," sambung Cara.


"Tidak mungkin, Rical dengan Tuan Vetro adalah musuh," sela Jesy cepat.

__ADS_1


Cara tertawa mendengar perkataan Jesy. "Musuh ya? Memang mereka diberitakan sebagai musuh sih, tapi … apa kau tidak berpikir? Kalau memang mereka musuh, kenapa aku bisa begitu leluasa keluar masuk mansion ini?" papar Cara.


Jesy dan Sasdia terdiam. "Bisa saja kalian hanya sedang saling pura-pura baik, demi sebuah proyek. Banyak pebisnis yang seperti itu, di depan teman sedangkan di belakang lawan," ucap Jesy.


Cara mengangguk kecil. "Kau sudah semakin pintar ya, Jes. Tapi sayangnya tebakanmu itu salah. Memang, apa yang kamu katakan itu benar. Banyak pebinis yang seperti itu, tetapi tidak untuk suamiku. Aku rasa kalian tahu bagaimana sifat suamiku. Tidak suka, ya habisi saja," balas Cara santai.


'Benar juga,' batin Jesy.


"Sudahlah, tidak usah membohongi kebenaran. Aku sudah berbaik hati memberi tahu kalian tentang ini. Sampai di sini saja kalian sudah begitu terkejut. Apa lagi jika aku teruskan penjelasan ini, mungkin kalian akan jantungan dan struk," ejek Cara.


"Satu jabatan penting di Death yang terlihat kosong dari luar, padahal ada penghuninya, dan itu adalah Kak Rical. Kau tahu jabatannya apa? Ahli perang dan senjata … Kak Rical adalah jejeran para inti di Kindynos," papar Cara sinis.


Deg …. Sasdia dan Jesy melotot tidak percaya. "Tidak mungkin," gumam Jesy.


Cara menyeringai. "Dood memang merupakan geng yang dipimpin oleh Kak Rical. Tetapi Dood merupakan salah satu bagian dari Death, kau pasti tidak tahu ini bukan? Ayo berterima kasih kepadaku karena aku sudah begitu baik memberi tahumu," balas Cara.

__ADS_1


"Kalian ingin mendengar sebuah cerita lagi tidak? Cerita tentang Kak Rical di Death berlanjut kepada cerita yang membuat kalian sampai berada di sini dengan kondisi seperti sekarang ini?" Cara berbisik sambil menyeringai licik.


__ADS_2