Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
78. Tidak dianggap (lb)


__ADS_3

Cara dan Geo sedikit terkejut saat mendengar teriakan dari Jesy. Sepasang suami istri itu menoleh ke arah sumber suara. Saat pandangan mereka tepat ke arah sekumpulan manusia itu, Cara menganga tidak percaya. Sedangkan Geo menutup mata sang istri supaya tidak melihat aksi gila Rical.


"Jangan ditutup Kak, aku ingin melihat wajah tersiksa Jesy," rengek Cara.


"Pemandangan seperti itu tidak bagus untukmu Sayang," ujar Geo.


"Aku tidak melihat aksi Kak Rical kok, hanya ingin melihat wajah frustasi Jesy. Ayo lah," bujuk Cara.


Geo menghela napas berat mendengar nada bujukan dari mulut istrinya. Dengan terpaksa laki-laki itu menarik telapak tangannya yang menutupi mata Cara. Cara dengan cepat menatap raut wajah Jesy yang nampak sudah di puncak kemarahan. "Astaga, aku tidak meyangka ternyata Kak Rical benar-benar laki-laki brengsek ya," tutur Cara tidak habis pikir.


"Istrinya ada di sana, dia malah tidak menghiraukannya. Malah tetap melanjutkan kegiatan panasnya." Cara menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.


"Bukankah itu keinginan kamu Sayang?" tanya Geo.


"Iya, supaya dia merasakan apa yang dirasakan oleh bunda selama ini. Hampir sama persis dengan keadaan sekarang, hamil tetapi mirisnya malah tidak dihiraukan dan tidak dianggap oleh suami. Sayangnya Sasdia tidak menyaksikan secara langsung kejadian ini," desis Cara.


"Sudah kamu suruh Farel mengirimkan?" tanya Geo.


Cara mengangguk singkat. "Sudah, aku penasaran dengan responnya seperti apa. Aku yakin wanita itu akan segera datang ke sini untuk putri kesayangannya itu," ujar Cara senang.


Sedangkan Jesy yang sudah tidak tahan melihat aksi panas Rical, segera mendekat dan memisahkan sepasang manusia itu. Rical menatap tajam Jesy yang juga sedang menatapnya marah. "Jangan menggangguku, B***h," desis Rical.

__ADS_1


"Kau yang jangan gila Rical, aku jelas berdiri di sini. Tapi kau dengan tidak tahu malunya mencumbu wanita lain, aku istrimu Rical. Hargai perasaanku," teriak Jesy.


"Sudah aku katakan kau hanya istri di atas kertas. Jadi … kau tidak ada hak untuk melarang dan mengaturku ja***g. Minggirlah, waktuku tidak banyak. Aku sudah berada di ujung bangsat," geram Rical.


"Kalau kau memang menginginkannya, maka seharusnya kau datang kepadaku. Bukan malah kepada pelayan rendahan ini, aku istrimu Rical. Aku yang lebih berhak atas itu," protes Jesy.


Rical terkekeh sinis. "Aku sudah tidak bernafsu kepadamu, berkacalah. Wajahmu sekarang bahkan sudah penuh kerutan, padahal masih muda," hina Rical.


Jesy melotot tidak terima. "Ini semua juga karenamu Rical, kau tidak memberiku uang untuk perawatan. Padahal aku setiap hari selalu menjaga wajah dan tubuhku," murka Jesy.


"Sudah untung kau aku tampung di sini, kau makan gratis di sini," sindir Rical.


"Itu adalah kewajibanmu sebagai suami, kenapa kau malah membahas itu," geram Jesy.


"Rical! Brengsek!" Jesy berteriak histeris melihat kepergian Rical.


Sedangkan Cara yang sedari tadi memperhatikan perdebatan itu sudah tersenyum puas. "Kak Rical benar-benar bisa diajak bekerja sama. Tanpa diberi aba-aba pun, dia sudah bertindak sesuai dengan keinginanku," gumam Cara.


Geo yang mendengar suara pelan istrinya hanya tersenyum tipis. "Sudah, aku pergi ya. Hati-hatilah di sini, para pengawal dan pelayan akan melindungimu, Baby." Geo mengecup kening istrinya.


"Iya Kak, Kak Ge juga hati-hati ya." Cara menjawab dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Tentu Baby," sahut Geo.


.


.


.


Hai … Mampir ke cerita aku yang satunya dong🤭 Tidak kalah menarik dan menantang, up date setiap hariii🥳 Ayo spill ke akun aku langsung🥰


Judul : Iblis Penguasa Zero


By : LiaBlue



Potongan Cerita


Gieno berjalan santai di koridor sunyi yang sempat menjadi saksi penembakan. Laki-laki itu menoleh ke kiri dan tersenyum miring saat melihat masih ada beberapa laki-laki berjaga di sana. "Satu menit," gumam Gieno.


Setelahnya laki-laki itu mendekat ke arah empat orang laki-laki yang masih belum menyadari kedatangannya. Gieno menepuk pundak salah satu dari mereka. Tepat saat laki-laki itu menoleh, Gieno menampar keras wajah laki-laki itu sehingga mampu membuat orang itu terjatuh dan pingsan.

__ADS_1


Kekuatan Gieno yang berada di luar akal sehat manusia menjadi salah satu munculnya gelar dan julukan iblis gila untuk pemimpin Zero itu. Tiga orang laki-laki lain yang melihat kejadian itu secara langsung sudah melotot dengan wajah pucat. Gieno menatap tubuh kaku tiga orang itu dengan pandangan datar. "Tidak ingin menyerangku?" tanya Gieno santai.


Ayo mampir🥳


__ADS_2