Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
134. Menggoda (lb)


__ADS_3

Cklek …. "Silakan, Tuan." Seorang pegawai laki-laki mempersilakan Geo masuk ke dalam kamar yang tadi dikatakan Rical.


Laki-laki dingin itu membawa tubuh sang istri ke dalam kamar hotel nan mewah itu. "Bukalah bajunya, Sayang. Nanti kamu masuk angin," ucap Geo lembut.


"Tapi Kakak juga tidak pakai baju, nanti malah Kakak yang masuk angin," balas Cara.


"Tidak apa-apa, buka baju basah itu lalu gunakan kemejanya. Alex sudah memesankan pakaian baru, tunggulah," ucap Geo.


"Kakak masuk ke dalam selimut saja, nanti masuk angin." Cara menarik tangan Geo dan menyuruh sang suami masuk ke dalam selimut kamar hotel.


Geo terkekeh kecil, tetapi laki-laki itu menurut tanpa membantah. Sungguh suami idaman yang begitu patuh. "Aku ke kamar mandi dulu, ingin ganti baju," tutur Cara.


"Kenapa tidak di sini saja, Baby?" goda Geo.


"Nanti ada yang bangun," balas Cara balik menggoda. Setelahnya wanita itu beranjak ke kamar mandi meninggalkan Geo yang masih menatap punggung mungil istrinya menghilang dibalik pintu.


Melihat Cara sudah masuk sempurna ke dalam kamar mandi, wajah Geo berubah dingin. Laki-laki itu meraih telepon genggamnya dan menghubungi nomor kontak Alex. "Masih di sana?" tanya Geo dingin.


"Iya, Rical mengundangnya sebagai basa-basi. Tidak disangka ternyata dia sedang di Indonesia, malah benar-benar hadir ke sini."

__ADS_1


"Pantauan Farel?"


"Menurut pantauan Farel, laki-laki itu baru sampai di sini satu minggu yang lalu. Selama itu, dia sudah menghabisi lebih dari sepuluh nyawa. Sepertinya dia semakin liar."


Geo terdiam sejenak mendengar penjelasan Alex. Wajah datarnya membuat orang lain tidak tahu, apa yang sedang dipikirkan laki-laki tampan itu. "Pantau, jiwanya mungkin sama denganku, tapi otaknya tidak waras. Meski sudah pernah diperingati, dia tidak akan mengerti," desis Geo.


"Iya, Rical sudah menyebar anggota utama berada di dekatnya. Sejauh ini dia masih santai tidak bergerak, sepertinya dia sedang mencari mangsa di sini," jelas Alex.


"Terserah dia ingin melakukan apa, tapi … jangan sampai dia melewati garisku," tutur Geo datar.


Cklek …. Geo melotot saat melihat penampilan Cara yang baru saja keluar dari kamar mandi. Jakun laki-laki itu naik turun saat sang istri mulai mendekat ke arahnya. "Pakaian?" tanya Geo pelan.


"Sudah hampir sampai, di …."


Sedangkan Alex yang mendengar kalimat itu berniat menyahut. Namun, dia ternganga tidak percaya saat Geo mematikan sambungan telepon begitu saja. Setelahnya laki-laki itu mendengus kesal. "Laki-laki itu ingin bermain dulu di saat genting seperti ini? Benar-benar," gerutu Alex tidak habis pikir.


"Kenapa?" tanya Rical penasaran.


"Dia ingin bertempur dulu," sahut Alex kesal.

__ADS_1


Rical terbahak mendengar perkataan Alex. "Ya ampun, membahas itu, aku juga ingin," seringai Rical.


"Ingat Helen, bangsat!" umpat Rical kesal. Mendengar kalimat Alex, Rical terkekeh kemudian menatap Helen yang sedang sibuk berbicara dengan Siera dan Lamira.


.


.


.


Cara mengernyit saat melihat tatapan berkabut sang suami untuk dirinya. Sedangkan Geo membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan menarik pelan tangan sang istri ke atas ranjang. "Kenapa, Kak?" tanya Cara bingung.


"Dia bangun, Sayang," bisik Geo pelan. Laki-laki itu memeluk tubuh istrinya sambil mengecup tengkuk Cara lembut.


Sedangkan Cara masih merasa bingung. "Kenapa tiba-tiba?" tanya Cara lagi.


"Bukan tiba-tiba, Baby. Penampilan kamu yang seperti ini membuatnya tidak bisa tinggal diam. Melihat kamu memakai kemeja ini seakan melihat kamu memakai lingerine, sungguh menggoda," bisik Geo lagi.


Penampilan Cara saat ini memang sangat menggugah nafsu laki-laki. Kemeja Geo yang melekat di tubuhnya membuat wanita itu tenggelam. Hal itu malah membuat kesan imut, panas dan seksi secara bersamaan. Jelas saja Geo tidak akan bisa menahan juniornya untuk tidak memberontak.

__ADS_1


"Tapi ini kan tidak pendek, lihatlah … badanku malah ditelannya. Kemeja Kakak sangat besar, berhenti di atas lututku," jelah Cara.


Geo terkekeh kecil, setelahnya laki-laki itu mulai mengecup lembut disetiap jengkal tengkuk sang istri. "Itu yang membuat kamu semakin terlihat panas, Sayang." Geo berbisik di sela aksi pemanasannya.


__ADS_2