
Eagle beach, Pulau Aruba
"Aku sudah tidak sabar," ujar Cara antusias. Geo terkekeh melihat wajah senang milik istrinya.
"Kak ayo kita ganti baju, aku ingin bermain di pantai," ajak Cara. Wanita itu sedari tadi sudah tidak sabar ingin bermain ke pantai. Namun, karena suhu luar ruangan masih cukup panas membuat Geo melarang Cara untuk keluar. Akhirnya Cara harus sabar menunggu hingga waktu petang seperti ini.
"Iya Sayang," sahut Geo. Laki-laki itu terkekeh saat melihat Cara dengan cepat bergerak menuju kamar mandi. Sepertinya wanita itu akan segera mengganti bajunya.
Cklek …. Pintu kamar mandi itu kembali terbuka, ternyata Cara benar-benar sudah tidak sabar untuk bermain ke pantai. Geo melotot saat melihat pakaian yang dipakai oleh Cara. Laki-laki itu tersenyum miring sambil mendekat ke arah istrinya.
Cara mendongak saat melihat Geo berdiri dihadapannya. "Ayo ganti baju Kak, aku ingin segera ke pantai," ujar Cara.
"Kamu benar ingin ke pantai? Tidak sedang menggodaku bukan?" bisik Geo.
Cara mengernyit bingung. "Apa maksud Kak Ge?" tanya Cara.
"Kamu ingin ke luar dengan pakaian seperti ini Baby? Bukannya ke pantai, yang ada kamu aku terkam sekarang juga," sambung Geo kembali berbisik.
__ADS_1
Cara menunduk melihat pakaian yang sedang di pakainya. Bikini, tatapi bikini itu tidak separah para penghuni pantai lainnya. Namun, sepertinya Geo tidak menyukai itu. "Bukankah pakaian pantai memang seperti ini Kak? Bahkan ada yang lebih terbuka, sejuk begini," terang Cara.
Geo menatap intens istrinya. "Terserahlah dengan orang lain Baby, aku tidak peduli. Mau mereka bertelanjang sekali pun, aku tidak peduli. Tapi aku tidak suka jika itu dirimu. Aku tidak ingin berbagi meski itu hanya seinci pun. Kalau kamu masih ingin menggunakan ini, ayo kita ke atas ranjang," jelas Geo.
Cara melotot sambil merungut kesal. "Masa ke atas ranjang, aku kan ingin ke pantai," rajuk Cara.
"Kalau begitu ganti pakaian laknat ini, Sayang." Geo mengecup pelan leher dan bahu putih Cara yang begitu terekspos oleh pakaian laknat yang dimaksud Geo itu.
"Terus aku harus pakai apa?" tanya Cara bingung.
Geo menaikkan sebelah alisnya, setelahnya laki-laki itu menarik pelan tangan sang istri ke arah lemari pakaian mereka. Geo memilih pakaian yang sesuai untuk dipakai Cara. "Pakai ini Sayang, kamu begitu cantik jika memakai ini." Geo menyodorkan sebuah dress santai kepada Cara.
"Baiklah, aku ganti lagi. Kak Ge juga ganti, aku ingin segera ke pantai." Cara berlalu kembali ke dalam kamar mandi.
Saat kembali keluar, berganti Cara yang melotot melihat setelan Geo. Dengan gerakan cepat Cara mendekat ke arah suaminya itu. "Kenapa belum pakai baju?" tanya Cara.
"Aku pergi seperti ini saja Sayang, tidak perlu pakai baju," ujar Geo.
__ADS_1
Cara melotot menatap tajam sang suami, mata besar Cara mampu membuat Geo meringis. "Ingin pamer? Aku tidak dibolehkan pakai pakaian tadi, sekarang giliran Kak Ge malah tidak pakai baju. Pakai bajunya," ucap Cara kesal.
"Iya Sayang," sahut Geo pasrah. Setelahnya laki-laki itu mengambil kemeja santai yang cocok untuk di pantai.
"Sudah, ayo," ajak Geo.
Cara menatap tajam Geo sambil melipat kedua tangannya di dada. "Kenapa tidak dikancing?" ujar Cara.
"Panas Sayang, aku sep … shhh." Kalimat Geo berganti dengan ringisan perih saat dengan tiba-tiba Cara mencubit perut kekarnya.
"Kak Ge benar-benar ingin pamer ya? Mentang-mentang di sana banyak wanita, iya?" gerutu Cara.
Geo melotot sambil menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak begitu Sayang, aku …."
"Apa? Kalau Kak Ge tidak kancingkan itu, aku ganti lagi dress ini dengan yang tadi," ancam Cara.
Geo kembali melotot. 'Astaga, aku bisa apa selain menurut? Marahnya cukup mengerikan,' batin Geo meringis. Dengan gerakan cepat laki-laki datar itu mengancingkan kancing kemeja itu, Geo sengaja meninggalkan dua kancing bagian atas supaya tidak terlalu gerah.
__ADS_1
Namun, Cara dengan cepat memasang dua kancing yang tersisa dengan wajah kesal. "Tidak usah setengah-setengah," ujar Cara.
Geo hanya bisa menghela napas pasrah. Setelah Cara selesai memasang dua kancing atas kemeja Geo, wanita itu menarik tangan Geo begitu saja. Sedangkan sang suami hanya menurut pasrah mengikuti langkah kaki sang istri. 'Apa aku masuk ke dalam kategori suami takut istri?' batin Geo asal.