Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
61. Suka Alisa (lb)


__ADS_3

"Tapi setelah aku lihat-lihat, teman kamu itu cantik juga Ra," papar Alex.


Farel menoleh dan menatap tajam ke arah Alex. Hal itu membuat semua orang terkejut, setelahnya mereka menatap menggoda ke arah Farel. "Sepertinya ada satu es lagi yang mulai mencair," sindir Alex.


Cara tertawa. "Aku senang kalau Alisa bersama Kak Farel," celetuk Cara to the point.


"Itu pun kalau Siera mau, dia saja takut melihatmu Tuan Jhons," ejek Alex lagi.


Farel menatap Alex malas, sedangkan Cara sudah tertawa. "Kak Farel benar suka sama Siera?" tanya Cara.


Farel menoleh, laki-laki itu terdiam seperti bingung ingin menjawab apa. Mungkin dia juga sedang bingung dengan isi hatinya saat ini. "Aku … tidak tahu," sahut Farel.


Alex menatap kesal ke arah sahabatnya itu. "Kalau kau tidak suka kepadanya, kenapa kau menatapku seperti tadi saat aku memujinya?" tanya Alex malas.


Farel menaikkan kedua bahunya acuh. "Entah," tuturnya santai.

__ADS_1


Alex menganga tidak percaya. "Astaga, sifat kau ini benar-benar bisa membuat aku semakin tampan," gerutu Alex kesal.


Cara terbahak mendengar kalimat asal dari Alex. Geo yang melihat wajah bahagia Cara tersenyum tipis sambil mengusap rambut sang istri. "Tapi aku lihat Kak Alex memang semakin tampan," ucap Cara.


Geo menoleh menatap tajam ke arah istrinya. Sedangkan Alex sudah menyugar rambutnya merasa begitu senang dipuji oleh Cara. Cara yang merasa ditatap menoleh dan terkekeh saat melihat raut wajah suaminya. Cara mengecup singkat bibir Geo membuat Alex dan Farel mendengus kesal. "Tapi Kak Ge lebih tampan." Cara tersenyum manis ke arah Geo.


"Ck … tolong hargai perasaan kami para jomblo ini," tutur Alex kesal.


Cara menoleh dan tersenyum geli. "Perkataan aku tadi belum selesai. Kak Alex memang semakin tampan, tapi … sayangnya masih saja jomblo," ucap Cara santai.


Alex melotot terkejut, setelahnya laki-laki itu mendengus kesal. Sedangkan dua laki-laki dingin sudah tersenyum mengejek ke arah Alex. "Tidak bisakah kamu cukup memujiku? Jangan membawa-bawa status segala," ujar Alex malas.


"Tapi Kak Farel benar-benar tidak suka kepada Siera?" tanya Cara memastikan.


Farel menoleh dan kembali terdiam. "Aku tidak tahu Ra," sahut Farel. Masih sama seperti jawabannya tadi.

__ADS_1


Alex menghela napas berat mendengar jawab Farel. "Kau yang merasakannya Tuan, kenapa malah tidak tahu?" papar Alex.


"Tapi kata Siera dia sedang dekat dengan seorang laki-laki sih," celetuk Cara santai.


Perkataan Cara itu membuat Farel menatap cepat ke arah wanita itu. Pergerakan Farel itu kembali mengundang tatapan menggoda dari Cara dan Alex. "Tidak salah lagi, kau menyukainya Tuan Jhons," ejek Alex.


"Siapa?" tanya Farel menghiraukan perkataan Alex.


Cara tersenyum geli. "Ada, aku tidak boleh membeberkan privasi orang bukan? Nanti Siera mengamuk kepadaku," ucap Cara.


Alex dan Cara saling melempar tatapan jahil. Sedangkan Geo yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya singkat. Alex dan Cara tertawa saat melihat Farel mengambil tablet kesayangannya. Sepertinya sang ahli IT itu akan menggunakan keahliannya untuk mendapatkan informasi tentang laki-laki yang dekat dengan Siera, sepertinya yang dikatakan oleh Cara.


Cklek …. "Wah, ternyata sedang berkumpul ya, kalian sungguh keterlaluan tidak mengajakku." Seorang laki-laki datang dan duduk di samping Farel yang sedang sibuk dengan tabletnya.


Alex menatap malas ke arah laki-laki itu. "Anda saja yang terlalu sibuk Tuan, lagi pula malas sekali harus mengajakmu berkumpul. Pembahasanmu membuat kepolosanku menguap," balas Alex.

__ADS_1


Cara tertawa mendengar perkataan Alex, setelahnya wanita itu menoleh ke arah laki-laki yang baru bergabung itu. "Aman Kak?" tanya Cara.


Laki-laki itu menoleh dan mengangguk singkat. "Aman, itu hal gampang bagiku," sahutnya santai.


__ADS_2