Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
67. Terjengkang (lb)


__ADS_3

Tuan Kenzo tersenyum miring sambil mendekat ke arah Cara. Tubuh Cara semakin tidak karuan, napas wanita itu mulai menderu. "Tidak usah banyak omong, ayo aku bantu." Tuan Kenzo tersenyum jahat.


Tepat saat tangan laki-laki itu akan menyentuh tubuh Cara, wanita itu dengan segera menendang ke****an Tuan Kenzo kencang. "Aku jamin kau setelah ini akan berteriak minta ampun kepadaku." Cara menatap tajam Tuan Kenzo yang sudah meringis kesakitan sambil memegang tubuh bagian bawahnya yang baru saja ditendang oleh Cara.


Setelah mengatakan itu Cara dengan segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Tuan Kenzo yang sudah mengumpati Cara. "Kau yang akan meminta ampun kepadaku, wanita bangsat!" teriak Tuan Kenzo.


Sedangkan Cara sudah berlarian di koridor perusahaan. Beberapa karyawan yang melihat itu mengernyit bingung. "Aku harus cepat." Cara bergumam di sela larinya.


Tik … tik … tik …


Dengan gerakan terburu-buru, Cara menekan tombol lift dihadapannya. Wanita itu bergerak gelisah saat tubuhnya mulai semakin tidak beres. "Astaga, cepatlah," gumam Cara frustasi.


Ting …. Tepat saat pintu lift terbuka, Cara dengan segera masuk ke dalam. Namun, saat pintu hampir tertutup seseorang menahan pergerakan pintu tersebut. Cara melotot saat melihat itu, wanita itu menoleh melihat siapa pelakunya. "Oh … aku juga ingin ke atas Nyonya Vetro," ucap Rical.

__ADS_1


Ya, orang yang menahan pintu lift itu adalah Rical. Cara melotot melihat itu. 'Tidak boleh, bisa bahaya,' batin Cara.


"Maafkan saya Tuan Carves." Setelah mengucapkan kata maaf itu, Cara mendorong tubuh Rical yang hampir masuk ke dalam lift.


Bruk …. Rical terjerembab begitu tidak elegan. "An***g, pantatku." Rical meringis sambil menyentuh tubuh bagian belakangnya yang terasa begitu nyeri.


Dorongan Cara sungguh tidak main-main, Rical terjengkang dengan keadaan kaki ke atas. Sungguh miris …. "Sekali lagi maaf Tuan Carves."


...*****...


Brak …. Geo terkejut saat mendengar pintu ruangannya dibuka dan ditutup secara kasar. Laki-laki datar itu menatap bingung kepada Cara yang terlihat tergesa berjalan ke arahnya. "Kenapa Say … hmmp."


Kalimat Geo terputus saat dengan tiba-tiba Cara menyerang bibirnya. Cara duduk dipangkuan Geo sambil terus melakukan hal hangat itu terburu-buru. Pagutan bibir itu berhenti di saat Cara mulai kehabisan napas. Geo mengernyit menatap Cara intens. "Ada apa Sayang, kenapa?" tanya Geo.

__ADS_1


"Aku sudah tidak tahan Kak." Cara menjawab sambil terus bergerak gelisah di atas pangkuan Geo.


Geo memicing saat menangkap sesuatu yang tidak beres. "Siapa yang berani memberimu obat perangsang ini, Baby?" desis Geo marah.


Cara tidak menjawab, wanita itu kembali menyerang tubuh Geo. Geo melotot saat melihat Cara mulai membuka pakaiannya. Dengan gerakan cepat, Geo mendorong kursi kebesarannya ke ujung meja kerja. Klik …. Geo memencet sebuah tombol kecil di ujung meja itu. Tombol yang berfungsi untuk mengunci pintu ruangannya. Setelahnya Geo melirik tajam ke arah sudut ruangan di mana di sana terletak CCTV rahasia khusus pantauan Death.


'Akan aku buat sengsara, orang yang berani melakukan ini kepadamu, Baby,' batin Geo. Setelahnya sepasang suami istri itu untuk pertama kalinya melakukan hal panas di dalam ruangan kerja Geo.


...*****...


"Wanita murahan itu benar-benar kurang ajar, lihat saja akan aku buat kau kehilangan pekerjaanmu. Aku jamin setelah ini dia akan memohon ampun kepadaku." Tuan Kenzo meringis sambil tersenyum jahat.


Brak …. Tuan Kenzo terkejut saat dengan tiba-tiba pintu ruangan terbuka secara kasar. Mata Tuan Kenzo melotot saat melihat sekumpulan laki-laki berpakaian Kindynos mengelilingi dirinya. "Ada apa ini? Apa Tuan Vetro menyuruh kalian untuk menyambutku?"

__ADS_1


__ADS_2