Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
89. Sate Kambing (lb)


__ADS_3

Geo mengernyit saat merasa aneh dengan kelakuan Cara. Istri yang biasanya begitu cerewet itu tiba-tiba saja tidak bersuara meski hanya untuk berdeham. "Are you okey, Baby?" tanya Geo memastikan.


Geo dapat merasakan kepala Cara menggeleng pelan di dada bidangnya. Wanita itu masih tidak bersuara, dia malah mempererat pelukannya di tubuh Geo. "Apa kamu marah karena aku melarangmu menyiksa mereka tadi?" tanya Geo lagi.


Cara mendongak dan kembali menggeleng. Hal itu masih mengganjal di dalam benak Geo. "Lalu, apa kamu ingin aku membawa mereka ke markas Death?" tawar Geo.


"No, Hubby," sahut Cara singkat.


"Terus kenapa diam saja dari tadi, Sayang? Aku khawatir," tutur Geo.


Cara terdiam sejenak sebelum bersuara. "Entahlah, aku sedang malas saja rasanya untuk bersuara," sahut Cara.


Geo semakin mengernyit. "Ya sudah," putus Geo mengalah.


Beberapa menit kemudian Geo menunduk saat sudah tidak merasakan pergerakan Cara. Laki-laki itu tersenyum kala mengetahui sang istri ternyata sudah tertidur. Melihat Cara yang begitu tidak nyaman tidur di mobil, Geo mempercepat laju mobilnya.


.


.


.

__ADS_1


Geo mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke dalam mansion. Saat sampai di kamar mereka, laki-laki itu membaringkan tubuh Cara secara perlahan. Geo menatap intens wajah polos istrinya kala tertidur. "Cukup aku yang berurusan dengan senjata tajam, Baby. Aku tidak ingin kamu terluka, yang paling penting … cukup dengan sifat keras yang aku hadirkan di dalam dirimu. Jangan dengan jiwa iblis lainnya." Geo bergumam sambil mengecup pipi sang istri.


Saat Geo ingin beranjak dari sana, Cara menahan tangannya. Geo terkejut dan menatap ke arah Cara yang masih memejamkan matanya. "Hubby," gumam Cara pelan.


"I am here, Baby." Geo mendekat dan kembali duduk di tepian ranjang.


Cara menarik lengan kekar suaminya dan memeluknya erat. Geo yang sedikit kesulitan terpaksa membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Namun, karena merasa gerah Geo berniat membuat setelan kantornya. Pergerakan Geo terhenti kala Cara tidak melepaskan tangannya. "Aku ingin melepas jas, Sayang," bisik Geo.


Cara membuka sedikit matanya dan melepaskan tangan kekar sang suami. Melihat itu Geo dengan segera membuka jas dan dasinya. Setelahnya laki-laki itu membuka dua kancing atas kemeja hitam miliknya. Merasa selesai dengan itu, Geo kembali memeluk tubuh sang istri. Cara kembali membuka matanya dan mendongak menatap wajah tampan sang suami. "Tidurlah," ucap Geo.


Cara masih saja menatap wajah Geo intens sehingga membuat suaminya itu mengernyit. "Apa, Sayang?" Geo bertanya sambil mencubit pelan pipi sang istri gemas.


Geo menurut, laki-laki itu membuka kemeja hitamnya. Saat ini Geo sudah bertelanjang dada, Cara dengan segera membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Geo diam tanpa membantah, meski sebenarnya dia merasa bingung. Cara memang akan begitu manja bila bersama, tetapi laki-laki itu merasa kalau tingkat kemanjaan istrinya itu semakin meningkat. Ditambah dengan sifat Cara yang menurutnya tiba-tiba aneh. Tidak biasanya wanita itu malas berbicara, apa lagi jika bersamanya.


"Sayang," panggil Geo.


"Hemm," deham Cara.


'Kenapa aku merasa sedang bertukar jiwa sekarang?' batin Geo bingung.


"Ayo makan siang," ajak Geo.

__ADS_1


"Aku lupa kalau tadi aku lapar." Cara mendongak menatap wajah datar suaminya.


"Ayo ke bawah, nanti kamu sakit," tutur Geo.


"Tapi … aku ingin makan sate kambing rasanya sekarang," rengek Cara.


Geo terkekeh kecil. "Nanti aku suruh chef membuat sate kambing," balas Geo.


"Aku ingin membelinya langsung ke kedai sate," sahut Cara.


"Sekarang?" tanya Geo.


"Iya, ayo. Aku ingin sekali makan sate kambing," ajak Cara. Wanita itu naik ke atas tubuh Geo dan duduk di sana. Geo tersenyum menatap wajah semangat milik istrinya. Karakter Cara yang sempat menghilang tadi sudah kembali lagi.


"Ayo." Geo duduk dan memeluk tubuh kecil istrinya. Setelahnya laki-laki itu mengangkat tubuh Cara seperti koala dan berjalan ke arah pintu.


"Shh …." Geo meringis kala Cara mencubit perut kerasnya.


"Ingin pamer untuk mencari istri baru? Telanjang saja sekalian." Cara berseru sambil menatap tajam sang suami.


Geo menunduk dan terkekeh saat menyadari kalau dirinya masih bertelanjang dada. Dengan gemas Geo mencium wajah sang istri. "Aku lupa, Baby," tutur Geo.

__ADS_1


__ADS_2