
"Aku tidak seperti itu Rical, aku akui kalau niat awalku mencoba untuk mendekatimu adalah untuk membantu keuangan keluargaku. Tapi aku tidak pernah berniat memberikan kehormatanku dengan cara seperti ini kepadamu. Ini semua juga karenamu yang membuat aku mabuk waktu itu," geram Jesy.
Rical kembali tertawa. "Kau menyalahkan aku? Sadar dirilah Nona, kau yang dengan sukarela mendekatiku yang sudah jelas kau tahu bagaimana aku. Jadi, secara tidak langsung kau juga secara sukarela memberikan tubuhmu itu kepadaku. Aku tidak butuh wanita yang hanya untuk saling bercerita, tapi aku butuh wanita yang bisa memberikan aku kesenangan di atas ranjang. Kau paham?" papar Rical.
Jesy mengepalkan tangannya marah. "Apa pun itu, kau tetap harus bertanggung jawab. Kau tidak tahu bagaimana keluargaku, jadi tidak usah sok tahu," tekan Jesy.
"Kau meremehkan jaringanku?" Rical tersenyum miring kepada Jesy.
"Aku bahkan tahu seluk beluk keluargamu itu, termasuk tentang Nyonya Vetro," sambung Rical santai.
Jesy terkejut mendengar penuturan Rical. Sedangkan Rical tertawa saat melihat raut terkejut di wajah Jesy. "Kenapa? Kau terkejut karena aku tahu? Sudah aku katakan kau belum tahu siapa aku, kau terlalu meremehkan aku Nona Gerisam. Mungkin kalian berpikir tidak ada yang tahu tentang aib keluarga kalian itu bukan? Tetapi sayangnya aku tahu semuanya, bagaimana kalian memperlakukan Nyonya Vetro dulunya. Bahkan sampai dia kembali dan membalas dendam, salah satu ulahnya yaitu kondisi perusahaan kalian itu." Rical tersenyum remeh ke arah Jesy.
Jesy masih terdiam, wanita itu lupa kalau Rical adalah salah satu pengusaha ternama. Yang paling penting, Rical adalah pemimpin dari sebuah geng bernama Dood. "Aku tahu kau siapa, dan aku tidak terlalu terkejut kau mengetahui seluk beluk keluargaku. Kau pemimpin Dood, aku tahu itu. Hal itu yang membuat aku begitu ingin mendekatimu, karena aku ingin kau membantu keluargaku untuk membalas dendam. Aku mendengar berita tentang permusuhanmu dengan Tuan Vetro. Jadi kita bisa saling bekerja sama bukan?" tawar Jesy.
Rical terdiam sejenak mendengar perkataan Jesy. "Wanita sialan itu dilindungi Tuan Vetro dengan Death. Kau memiliki Dood, ayo kita serang mereka," sambung Jesy serius.
__ADS_1
Rical masih diam sambil menatap Jesy dengan pandangan yang sulit diartikan. "Kau pikir Death itu seperti apa?" tanya Rical tiba-tiba.
Jesy terdiam tidak terlalu mengerti maksud pertanyaan Rical. "Maksudmu?" tanya Jesy.
Rical diam beberapa detik sebelum kembali berbicara. "Kau tidak mendengar bagaimana liarnya Death?" ujar Rical serius.
Jesy terdiam, wajah serius Rical kali ini membuat wanita itu yakin kalau pembahasan mereka kali ini tidak main-main. "Aku tahu, nama Death selalu wara-wiri di telinga setiap masyarakat luas. Keganasan dan kekejamannya membuat siapa saja tidak berani menyenggol mereka," sahut Jesy.
Rical menaikkan sebelah alisnya. "Kalau kau sudah tahu bagaimana mereka, kenapa kau masih ingin menyenggol mereka?" tanya Rical.
Rical tertawa kecil. "Kau pikir Death semudah itu untuk dilawan? Aku sarankan kau tidak usah menyenggol mereka. Kau nikmati saja permainan dari saudara tirimu itu," ujar Rical.
Jesy melotot tidak terima. "Tidak akan, aku sudah muak dengan wanita sok berkuasa itu," geram Jesy.
Rical tersenyum miring. "Tetapi dia memang berkuasa bukan? Dia adalah istri dari Tuan Vetro, istri dari pemimpin mafia. Dalam arti lain, dia adalah wanita yang paling punya kuasa sekarang ini," papar Rical santai.
__ADS_1
Jesy terdiam. "Karena itu aku ingin kau membantuku Rical. Lagi pula terlepas dari itu semua, kau tetap harus menikahiku. Aku hamil anakmu Rical, jika kau tidak ingin video panasmu itu tersebar. Maka nikahi aku," tutur Jesy.
Rical menatap datar ke arah Jesy. "Kau salah jika mengancamku, tapi kali ini kau cukup menang. Aku hanya ingin memberi tahu kau sesuatu … aku harap kau tidak menyesal nantinya, karena meminta menikah denganku." Rical tersenyum miring ke arah Jesy.
"Jadi, maksudmu kau mau menikahiku bukan?" tanya Jesy menghiraukan pesan Rical.
"Hanya nikah sirih, sampai anak itu lahir. Aku akan melakukan tes DNA, jika dia tidak terbukti anakku … maka kau siap-siap saja." Rical menatap tajam Jesy yang sudah melotot tidak terima.
"Kenapa hanya nikah sirih? Ini anakmu Rical, kau yang mengambil keperawananku. Kau tahu itu bangsat," murka Jesy.
"Siapa yang tahu kau setelah itu sudah tidur dengan beberapa laki-laki lain. Aku akui aku memang orang pertama uang menjebolmu, tapi … aku tidak akan semudah itu untuk percaya kepada wanita murahan sepertimu," terang Rical santai.
"Aku bukan wanita murahan bangsat!" teriak Jesy marah.
"Kalau bukan wanita murahan terus apa? Wanita penggoda? Yang kerjanya selama beberapa bulan ini selalu menggodaku, kau memang tidak meminta bergelud di ranjang kepadaku. Tapi … kelakukanmu itu sama saja seperti lo***e." Rical menatap remeh Jesy yang sudah mengepalkan tanganya menahan amarah.
__ADS_1