Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
66. Jalur VVIP (lb)


__ADS_3

Cara tersenyum saat melihat keberadaan Geo di parkiran mobil. Sedangkan Siera mulai bergerak kaku, hal itu membuat Cara tertawa. "Tadi siapa ya yang begitu antusias menakuti Jesy? Sekarang kenapa malah menjadi pucat dan kaku begini," ledek Cara.


"Diam Ra," ujar Siera kesal.


Cara kembali tertawa mendengar itu. "Ternyata gelar atlet karate terbaik kampus tidak ada apa-apanya di depan Death ya?" sambung Cara meledek.


"Mana bisa dibandingkan dengan Death Cara-ku Sayang," Siera memutar bola matanya kesal. "Sudahlah, aku langsung ke depan saja," sambung Siera.


Cara dengan cepat menahan tangan Siera yang ingin berjalan menuju gerbang utama. Gadis itu memang tidak membawa mobil hari ini, jadi Siera akan mencari kendaraan umum dulu di depan gerbang. "Tidak bisa Nona Siera," ucap Cara.


"Ayo lah Ra. Pertama, aku tidak ingin menjadi nyamuk di antara kalian. Yang kedua dan yang paling utama … aku masih ingin hidup lama di dunia ini. Masih ingin memiliki suami, punya anak, punya cucu, pu…."


"Kaitannya apa dengan itu semua Nona Siera?" sela Cara malas.


"Kalau aku berada di dekat suamimu itu, jantungku selalu seakan berhenti berdetak Ra. Tatapannya itu rasanya mampu menarik paksa nyawaku untuk keluar dari tubuhku," sahut Siera lesu.


Cara tertawa mendengar perkataan Alisa. "Kalau seperti itu, bagaimana aku bisa hidup lama?" sambung Siera.

__ADS_1


"Ya sudah, tapi … nanti hubungi aku cepat ya," papar Cara.


"Siap Bu Bos." Siera mengangkat tangan kanannya antusias. "Kalau begitu aku pergi, bye …." Setelahnya Siera kabur begitu saja dari hadapan Cara.


Cara yang melihat itu kembali tertawa merasa lucu dengan tingkah sahabatnya itu. Melihat kepergian Siera, Cara berbalik dan bergerak ke arah Geo. Namun, senyum Cara pudar saat melihat hampir seluruh tatapan para wanita tertuju kepada suaminya. "Ck … inilah yang membuat aku tidak suka kalau Kak Ge yang menjemput. Seharusnya aku kurung saja dia," gerutu Cara kesal.


Cara berjalan kesal ke arah Geo yang sedang tersenyum manis ke arah dirinya. Tentu saja senyum Geo itu semakin membuat para wanita menjerit histeris. Cara berlari cepat ke arah Geo, jiwa posesifnya bangun bahkan sudah berada di tingkat siaga dua. Cara memeluk tubuh kekar sang suami erat. "Jangan senyum Kak," ucap Cara.


Geo menunduk sambil mengernyit. "Bukankah biasanya kamu malah menyuruh untuk senyum?" ujar Geo.


Geo yang melihat itu terkekeh gemas, wajah cemburu milik Cara sungguh menyejukkan menurutnya. "Tidak Sayang, ayo." Sekarang malah Geo yang berbalik menarik pelan tangan istrinya dan membawa Cara ke kursi di samping pengemudi.


...*****...


Cara saat ini sedang melakukan sebuah pertemuan bisnis dengan seorang direktur utama perusahaan dari luar negeri. Mereka melakukan pertemuan di ruangan VVIP perusahaan VT Group. Cara sedari tadi ingin segera mengakhiri pertemuan itu, sebab laki-laki yang sedang berbicara dengannya itu terus menatapnya dengan pandangan penuh nafsu. 'Laki-laki brengsek ini,' batin Cara kesal.


"Semuanya sudah selesai Tuan Kenzo, jadi Anda bisa beristirahat. Saya juga masih ada pekerjaan," ucap Cara.

__ADS_1


Laki-laki yang dipanggil Tuan Kenzo itu tersenyum mesum. "Apa Anda bisa menemaniku ke hotel Nona Cara?" ujar Tuan Kenzo.


"Maaf Tuan, saya masih banyak pekerjaan. Kalau begitu saya permisi." Cara berdiri dari duduknya, tetapi baru saja Cara akan melangkah tangannya dipegang oleh laki-laki itu.


Dengan gerakan cepat Cara melepaskan tangan laki-laki itu dari tangannya. "Jangan kurang ajar Tuan," desis Cara.


Laki-laki itu tertawa sinis. "Kau yang tidak usah munafik, aku tahu kau mendapatkan jabatan penting ini dari hasil menjual tubuh bukan? Kalau tidak, tidak mungkin perempuan semuda kamu bisa menjadi direktur utama perusahaan besar ini," ucap Tuan Kenzo sinis.


Cara menatap tajam Tuan Kenzo. "Mulut Anda sepertinya butuh diberi peringatan. Anda tidak tahu siapa saya?" tutur Cara datar.


Tuan Kenzo tertawa mengejek. "Kau wanita murahan yang suka menjual tubuh bukan?" ucap Tuan Kenzo sinis.


"Perkataan Anda ini akan segera Anda pertanggung jawabkan nanti." Cara menatap datar Tuan Kenzo yang sedang tertawa remeh.


Baru saja Cara akan melangkah ke luar ruangan, tiba-tiba tubuhnya terasa begitu lain. Badannya terasa begitu panas padahal di sana suhunya begitu sejuk. Tuan Kenzo yang melihat itu tertawa puas. "Bagaimana? Ternyata obatnya berjalan cepat ya, apa perlu aku bantu?" ucap Tuan Kenzo.


Cara menatap tajam laki-laki itu. "Perbuatan Anda ini akan membawa Anda segera ke neraka Tuan Kenzo, bahkan melalui jalur VVIP," desis Cara marah.

__ADS_1


__ADS_2