Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
220. Penjahat Ke? (lb)


__ADS_3

Cara terkekeh melihat wajah bingung Farel saat ini. Laki-laki itu nampak bingung menghadapi Siera yang sedang merajuk. "Baby."


Cara menoleh saat mendengar suara berat yang begitu dikenalinya. Wanita itu tersenyum manis ke arah Geo yang sudah berada tepat di belakangnya. Geo nampak menatap tubuh kecil Geno yang sedang tertidur di dalam keranjang khusus itu. "Dia masih tidur?" tanya Geo.


"Iya, sepertinya dia kesenangan karena di sini suasananya sejuk," balas Cara.


Cup …. Geo mengecup pelan pipi kanan sang istri yang semakin hari nampak semakin berisi. Setelahnya laki-laki menatap ke arah Farel yang sedang mencoba membujuk Siera. Begitu pula dengan Cara yang kembali terkekeh melihat interaksi sepasang kekasih itu. "Wajah Kak Farel lucu, sepertinya dia benar-benar bingung harus membujuk Siera seperti apa," tutur Cara.


Geo ikut terkekeh kecil mendengar perkataan sang istri. "Aku juga bingung kalau menghadapi Mommy merajuk," ucap Geo jujur.


Cara menoleh dan menatap wajah tampan suaminya. Setelahnya wanita itu terkekeh kecil melihat mata datar yang memancarkan kehangatan itu. "Mungkin Daddy bisa memberi saran kepada Kak Farel? Tidak seperti dua laki-laki itu, malah merekam," celetuk Cara.


Geo menoleh ke arah Alex dan Rical yang nampak sibuk merekam wajah frustasi milik Farel. Memandang itu membuat Geo terkekeh kecil. "Mereka masih tidak berubah," cetus Geo.


Cara ikut terkekeh mendengar kalimat Geo. "Apa mereka dari kecil seperti itu, Dad?" tanya Cara penasaran.


"Iya, Alex dan Rical selalu menjadi pemecah keheningan di antara kami yang jarang bersuara ini. Ya, tidak ada bedanya dengan sekarang. Malah aku rasa semakin hari mereka semakin tidak beres," celetuk Geo.

__ADS_1


Cara memegang perutnya mencoba menahan tawa supaya tidak terlalu meledak. Kalimat Geo jelas saja membuat wanita itu merasa tergelitik ingin tertawa. Namun, mengingat luka di perutnya masih belum sembuh total. Membuat Cara sekuat tenaga menahan suara.


"Apa karena itu waktu Kak Rical, Daddy hukum Kak Alex malah terlihat kesepian tidak ada teman berdebat?" papar Cara.


"Iya, Alex sering kali membujuk aku untuk mencabut hukuman Rical. Tapi pas Rical kembali, dia malah sok jual mahal," sahut Geo. Cara kembali menutup mulutnya mendengar perkataan Geo, mencoba menahan tawa.


Sedangkan Farel sudah merasa begitu kesal dengan kelakuan Alex dan Rical, yang saat ini secara terang-terangan merekam dirinya. Bahkan kamera dua laki-laki itu, sudah berada tepat di depan lubang hidungnya. "Menyingkirlah, bangsat!" geram Farel merasa begitu kesal.


"Ya, inilah bentuk wajah dari seorang ahli IT kita. Sungguh menyedihkan sekali," cetus Rical di dalam videonya.


Lamira dan Helen sudah tidak mampu menahan tawa. Begitu pula dengan Siera yang saat ini sudah mengulum bibir menahan tawa. Gadis itu mati-matian menahan raut wajahnya supaya tetap terlihat merajuk. "Ck, pengganggu," gerutu Farel kesal.


"Woi, ingin apa kau ke kamar tamu?" teriak Rical menggoda Farel.


"Aku tidak sepertimu, penjahat kelamin," balas Farel datar.


Rical terdiam dengan mulut ternganga mendengar jawaban Farel. "Bangsat!" umpat Rical kesal.

__ADS_1


Sedangkan Alex sudah terbahak sambil memegang perutnya yang terasa keram karena tertawa. "Ya ampun, perutku," ucap Alex di sela tawanya.


Sedangkan Rical yang melihat itu sudah mendengus merasa kesal dikatakan sebagai penjahat kelamin, meski memang begitu adanya. "Sudah, kalian silakan istirahat dulu. Sekitar satu setengah jam lagi, temui aku di ruangan kerjaku. Juan, bisa kau gendong Geno?" tutur Geo.


"Tentu," balas Alex.


Mendengar itu, secara perlahan Geo mulai menarik tubuh istrinya dan menggendong sang istri ala bridal style. "Kamu harus tidur dulu, Sayang. Sudah cukup sedari tadi bercerita, nanti dilanjutkan," ucap Geo.


"Baiklah, Bos," balas Cara patuh. Tiga pasang manusia itu akhirnya pergi menjauh dari area taman.


"Kak, boleh aku yang menggendong Geno?" pinta Helen kepada Alex.


Alex menoleh menatap mata berbinar milik Helen. "Boleh," balas Alex.


Setelahnya laki-laki itu memindahkan tubuh Geno kepada Helen yang nampak kesenangan. Melihat itu, Alex melirik ke arah Rical yang sedari tadi memperhatikan wajah Helen. "Nampaknya dia memang sudah begitu menginginkan bayi," tutur Alex menggoda Rical.


Rical menoleh menatap Alex dengan pandangan malas. "Kau tunggu saja, aku akan lebih dulu menikah dari pada kau," balas Rical.

__ADS_1


"Wah, bagus kalau begitu. Jadi kau tidak perlu keluar masuk lubang lagi. Penjahat kelamin," ejek Alex.


"Bedebah," sahut Rical kesal.


__ADS_2