Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
156. Dulu Ceria (lb)


__ADS_3

"Niatnya ingin ke tempat Farel, malah berakhir di sini," celetuk Alex. Tiga pasang manusia sedang duduk di ruangan utama mansion milik Geo.


"Kenapa juga Tante kamu harus ke Indonesia?" papar Rical.


"Kasihan Kak Farel dan Siera," ucap Cara.


Geo yang mendengar suara pelan sang istri menoleh dan tersenyum tipis. "Tidak usah dipikirkan, Sayang. Farel bisa mengatasinya, dia sudah biasa menghadapi sikap Mamanya," jelas Geo.


"Tapi kan kasihan, Siera dihina seperti itu," balas Cara.


"Huh, Tante Patricia sedari dulu masih belum berubah. Bahkan membawa hubungan kalian, dengan status Cara," papar Alex tidak habis pikir.


"Entahlah, dia selalu beralasan keluarga Jhons yang menekan dengan gaya sombong. Padahal dia sendiri yang seperti itu, apa dia tidak bisa membiarkan Farel senang?" celetuk Rical.


Patricia Vetro adalah adik perempuan dari Peterson Vetro, ayah kandung Geo. Perusahaan turunan keluarga besar Vetro adalah Vetro Company, yang sekarang diambil alih oleh Patricia Vetro. Peterson yang saat itu memilih menikahi seorang wanita Indonesia, diusir dan dikeluarkan dari kartu keluarga Vetro. Namun, Peterson masih menyandang nama Vetro sampai menurunkannya kepada Geo sang putra tunggal.

__ADS_1


...*****...


Siera menatap wajah Farel yang sedang diam di tepian ranjang. "Kak," panggil Siera.


Farel menoleh dan menghela napa berat. "Maafkan ucapan Mamaku," tutur Farel.


Siera tersenyum tipis mendengar perkataan kekasihnya. "Aku tidak apa-apa, Kakak baik-baik saja?" sahut Siera.


"Mamaku memang seperti itu, bahkan sifatnya itulah yang membuat kedua orang tuaku berakhir bercerai. Mama terlalu menyalin silsilah keluarga besar Vetro, angkuh dan sombong," tutur Farel.


Mendengar penjelasan Farel, gadis itu bisa menyimpulkan jika kehidupan kekasihnya itu tidak baik-baik saja. Siera tidak menyangka, ternyata laki-laki yang biasanya tampak baik-baik saja, ternyata menyimpan luka yang cukup menganga. Apa kehidupannya yang seperti itu, yang membuat sifat Farel menjadi begitu kaku dan dingin?


...*****...


"Farel dulu adalah laki-laki ceria dan cerewet. Aku bahkan dulu begitu tidak menyukainya karena dia terlalu berisik. Aku yang memang tidak suka keributan, sering sekali menghindar dari Farel. Tapi, tepat saat dia berumur sepuluh tahun, kedua orang tuanya bercerai meninggalkan sebuah masalah yang cukup untuk menekan batin bocah laki-laki ceria seperti Farel. Kejadian itu membuat sifat, sikap dan kepribadiannya berubah seratus delapan puluh derajat. Seperti yang kamu lihat saat ini."

__ADS_1


Cara menghela napas pelan mendengar penjelasan Geo tentang kehidupan Farel. "Ternyata kehidupan Kak Farel tidak jauh lebih baik," papar Cara iba.


"Meski kepribadiannya sudah berubah, tapi sifat penyayangnya tidak pernah hilang. Kamu merasakan sendiri bagaimana perhatiannya dia. Dia dulu bahkan berniat ingin mengangkat kamu sebagai adik perempuannya. Tapi tidak jadi karena Juan ternyata juga ingin melakukan itu." Geo tersenyum sambil mengusap pipi istrinya lembut.


Sedangkan Cara sudah menatap Geo dengan pandangan terkejut. "Benarkah? Kenapa aku tidak tahu?" tutur Cara.


"Karena baru sekarang aku beri tahu, Sayang," sahut Geo lembut.


"Tanpa itu pun aku memang sudah menganggap mereka sebagai abang aku. Begitu pula dengan Kak Rical," terang Cara.


Geo tersenyum manis ke arah Cara. "Terus bagaimana sekarang dengan Kak Farel, bagaimana kalau nanti berakhir menyakiti Siera? Aku tidak ingin itu, kasihan mereka," sambung Cara.


"Kita lihat saja, Sayang. Selagi Farel masih belum berbicara kepadaku, biarkan dia yang mengurusnya. Farel adalah laki-laki tangguh, sangat jarang dia meminta bantuan kepadaku. Jika dia nanti meminta bantuan, berarti itu sudah berada di luar batasnya dan aku … pasti selalu siap untuk membantunya," ungkap Geo.


"Kakak sayang kepada Kak Farel?" celetuk Cara bertanya.

__ADS_1


Geo tersenyum tipis sambil mencubit pipi sang istri gemas. "Tentu saja, Sayang. Dia adalah adikku, meski dulu aku begitu tidak menyukainya karena berisik. Tapi, semenjak kepribadiannya berubah, aku malah merasa kehilangan. Lagi pula, kami sudah bersama sedari kecil," papar Geo.


__ADS_2