
Alex menatap kedatangan Cara dan Geo dengan pandangan kesal. Sedangkan Geo hanya terlihat santai dengan wajah datarnya itu. "Ck, laki-laki tembok ini," gerutu Alex merasa begitu kesal.
"Kenapa kau? Iri?" Geo berucap sambil tersenyum miring ke arah Juan seakan sedang meledek laki-laki itu.
"Bangsat!" umpat Alex kesal.
"Kenapa kau?" tanya Rical kepada Alex.
"Ini, dia memberikan Geno kepadaku karena ingin bermain air bersama istrinya. Oke kalau hanya satu jam, ini sudah lebih dari dua jam," ungkap Alex.
Rical terbahak mendengar kalimat Alex yang tanpa basa-basi. Geo hanya menatap mereka dengan pandangan datar. Berbeda dengan Cara yang saat ini sudah memerah karena malu. "Akh, kenapa, Mom?"
Geo meringis kala satu cubitan mendarat di pinggangnya dari sang istri. Laki-laki itu menunduk menatap wajah merah Cara. Geo yang lebih peka, mengerti jika istrinya itu saat ini sedang merasa malu. "Minggirlah kalian," usir Geo.
Laki-laki itu membawa sang istri mendekat ke arah sofa ruangan utama mansion Vetro. Ruangan itu sudah begitu ramai dengan kedatangan beberapa anggota Death dan Tiger. Cara mendekat ke arah Marni yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki yang saat ini berumur tiga bulan.
"Kak, Pandi kuat menyusunya?" tanya Cara kepada Marni.
"Iya, semakin keras saja dia," sahut Marni.
"Wah, memang kata orang kalau anak laki-laki itu kuat menyusu yah," papar Siera.
"Iya, aku dengar juga begitu," balas Cara.
__ADS_1
"Tapi aku lihat, Geno lebih rakus dari pada Pandi," sahut Marni.
"Tentu saja, Kak. Kan Geno semakin nakal, lihat saja sekarang dia sebentar-sebentar ingin berjalan." Cara berucap sambil menatap putranya yang saat ini sedang bersama para laki-laki.
"Iya, karena dia sudah merasakan senangnya berjalan. Dia sedang ketagihan itu," sahut Marni.
"Bagus, aku malah tidak sabar menunggunya bisa berjalan," cetus Lamira. Mendengar kalimat Lamira, para wanita itu tertawa kecil.
Sedangkan disisi para laki-laki, saat ini Geo terus mengikuti langkah kaki kecil putranya itu. "Wah, semakin ketagihan saja Geno berjalan. Tidak sabar aku Pandi juga bisa segera berjalan," tutur Jarko.
"Sabarlah, Pandi baru tiga bulan menginjak empat bulan. Sedangkan Geno sudah hampir enam bulan. Sepertinya bagus, besok mereka jadi teman dekat itu," kata Rical.
"Iya, aku juga ingin anak laki-laki besok. Jadi bisa menjadi bagian dari mereka berdua nanti. Penerus inti Death," papar Alex.
"Aku bisa mempercepatnya, setelah Lamira lulus, aku nikahi dia. Dia bisa berkuliah sambil menikah," sahut Alex tidak ingin kalah.
"Memangnya Lamira mau?" ejek Rical semakin menjadi.
Alex menatap Rical dengan pandangan kesal. "Jelas saja dia mau, dia itu sudah tergila-gila kepadaku," sahut Alex menyombongkan diri.
"Lamira!" Alex melotot saat mendengar Rical memanggil kekasihnya.
Sedangkan disisi para wanita, Lamira menoleh begitu pula dengan wanita lainnya. Melihat Lamira menoleh, Rical mulai bersuara. "Kata Alex kamu sudah tergila-gila kepadanya. Memangnya iya?"
__ADS_1
Alex melotot mendengar kalimat Rical yang saat ini sedang tersenyum mengejek ke arahnya. "Bangsat," bisik Alex.
"Memang iya, Kak. Aku sudah tergila-gila kepada Bang Alex," sahut Lamira santai.
Rical ternganga mendengar jawaban dari Lamira. Sedangkan para wanita saat ini sudah tertawa begitu pula dengan laki-laki lainnya. Berbeda dengan Alex yang nampak memperlihatkan raut angkuhnya kepada Rical. "Apa kau? Ingin merecoki aku lagi? Kalah," ucap Alex balik mengejek Rical.
"Ck, aku juga begitu. Helen sebentar lagi akan resmi menjadi milikku. Dia …."
"Rical." Kalimat Rical terpotong saat mendengar suara Geo memanggilnya. Laki-laki itu menoleh dan melihat Geo memberi kode dengan lirikan mata.
Rical menatap arah pandang Geo dan mendapati Geno sedang berjalan seperti anak itik ke arah dirinya. "Aku heran, kenapa Geno suka sekali kepadamu," celetuk Alex heran.
Sebab Geno, bayi kecil itu nampak begitu suka kepada Rical. Bahkan dibanding dengan Alex dan Farel, bayi tampan itu memang lebih menyukai Rical. Entah apa penyebabnya, yang jelas memang begitu adanya.
"Kenapa? Kau iri? Makanya tampan," papar Rical.
"Heh, kau pikir kau itu tampan? Tai," sahut Alex.
"Kau ya …."
"Rical." Untuk kedua kalinya, kalimat Rical terpotong oleh suara Geo. Laki-laki itu kembali menoleh ke arah Geo dengan kening berkerut.
"Jaga bicara didekat Geno, itu pun kalau kau tidak ingin diamuk singa betina." Geo berucap sambil melirik istrinya yang saat ini sedang asik bercengkrama dengan para wanita.
__ADS_1
"Wah, kau mengatakan Cara singkat betina?" Rical tersenyum jahil ke arah Geo yang nampak menatap Rical waspada.