Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
206. Aksi-aksi (lb)


__ADS_3

Geo mendorong kursi roda di mana Cara saat ini sedang duduk di atas kursi roda itu. Langkah kaki Geo diikuti oleh Siera dan Farel dari belakang. Seperti perjanjian awal dengan dokter, hari ini Cara bisa pulang kembali ke mansion. Cara merasa begitu senang sebab bisa kembali ke mansion. "Aku senang sekali rasanya akan kembali ke mansion," ucap Cara.


Geo tersenyum tipis saat mendengar kalimat Cara. "Iya, Sayang. Aku juga sangat senang akhirnya kita bisa kembali berkumpul di mansion," balas Geo.


"Suster, apa Geno tidur?" Cara bertanya kepada seorang perawat yang membantu menggendong Geno sampai ke mobil.


"Iya, Nyonya," sahut perawat itu sopan.


Cara yang mendengar itu tersenyum tipis. "Aku juga sudah tidak sabar melihat kamar anak kita, Sayang," ucap Cara.


Geo terkekeh kecil mendengar kalimat Cara. "Sebentar lagi kita akan sampai, Baby," balas Geo.


Cara menoleh ke belakang di mana keberadaannya Siera dan Farel yang mengikuti langkah kaki Geo. "Mama tidak memasak banyak kan, Sie? Dia bisa kelelahan, padahal tidak perlu sampai harus memasak segala," ucap Cara.


Siera tersenyum tipis menanggapi perkataan Cara. "Tidak apa-apa, Ra. Mama dibantu pelayan lainnya, kok. Mama kan ingin sekali menyambut kepulangan anak perempuannya yang satu ini," tutur Siera.


Cara tersenyum lembut mendengar perkataan Siera. Keluarga Siera benar-benar memperlakukannya dengan baik, bahkan sebelum dia bertemu dengan Geo. Kasih sayang tulus dari Tiara dan Bagas, membuat Cara merasa senang. "Tapi aku juga tidak ingin Mama kelelahan. Nanti malah sakit," cetus Cara.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, Mama kan sudah biasa," balas Siera lagi.


"Aku juga ingin kamu, Mama dan Papa lebih sering ke mansion nantinya. Aku akan lebih senang lagi," ucap Cara.


"Iya, kamu katakan langsung saja nanti kepada Mama," tutur Siera.


"Harus mau pokoknya," balas Cara seakan memaksa. Bukan apa-apa, sebenarnya kegiatan Siera dan Tiara tidaklah padat. Cara selama ini selalu meminta mereka untuk bermain ke mansion Vetro. Namun, sepasang ibu dan anak itu malah menolak karena takut kepada Geo.


Siera tertawa kecil mendengar perkataan Cara. Begitu pula dengan Geo dan Farel yang sudah terkekeh kecil. "Terus persiapan acara pertunangan kalian bagaimana? Kakak membuat acara romantis kan untuk sahabat aku?" pungkas Cara.


Jelas saja kalimat Farel itu membuat Cara dan Siera terkejut tidak percaya. "Kenapa Kaka tiba-tiba seperti Kak Alex. Apa memang sedang kemasukan jiwa ganda Kak Alex?" celetuk Cara.


Siera tertawa mendengar perkataan Cara. Begitu pula dengan Geo yang sudah terkekeh kecil merasa gemas kepada sang istri. "Apa ini, kenapa membawa namaku?"


Cara terkejut saat dengan tiba-tiba sosok Alex sudah berdiri dihadapannya. Laki-laki tinggi itu berjalan mendekat dan memberikan sesuatu kepada Geo. "Sudah?" tanya Geo.


"Sudah, tinggal menunggu aksi," ucap Alex.

__ADS_1


"Apa ini? Aksi apa?" todong Cara dengan pertanyaan beruntun.


"Awas tabrakan, Dek. Bertanya itu satu-satu, jangan beruntun," balas Alex.


Cara memutar bola matanya malas mendengar perkataan Alex. "Sudahlah, jawab saja. Apa main aksi-aksi?" tanya Cara tidak sabar.


"Tidak ada, Sayang. Tidak usah dipikirkan," sahut Geo lembut.


Cara mendongak menatap wajah tampan Geo yang saat ini sedang tersenyum lembut ke arahnya. "Aku tidak ingin terjadi apa-apa, ya. Ingat, sekarang ada Geno," pesan Cara nampak serius.


Geo kembali tersenyum menanggapi perkataan sang istri. "Iya, Baby. Sebab itu tanggung jawab aku semakin besar. Sudah ada istri, dan sekarang anak," tutur Geo.


Alex ikut tersenyum tipis menatap Cara yang nampak cemas. "Benar-benar tidak ada apa-apa, Dek. Kamu tenang saja, apa kamu pernah dengar selama ini Death kesulitan?" tambah Alex.


Cara menghela napas berat mendengar perkataan Alex. "Ya, memang tidak. Tapi aku hanya takut, aku takut kalau Geno nanti kenapa-napa," ungkap Cara.


"Jangan banyak pikiran, Sayang. Kamu tidak usah memikirkan itu. Apa kamu lupa apa yang Dokter katakan tadi? Kamu harus menjaga pola makan dan menjaga pemikiran. Jangan terlalu stres, nanti kamu pendarahan lagi. Kondisi kamu memang sudah lebih baik, tapi masih belum aman. Jangan sampai membuat aku frustasi lagi, Baby," terang Geo.

__ADS_1


__ADS_2