
"Daddy," panggil Cara.
Geo yang sedang sibuk dengan laptopnya, menoleh ke arah sang istri yang nampak mendekat ke arahnya. Laki-laki dingin itu tersenyum manis ke arah Cara. "Geno sudah tidur?" tanya Geo.
Cara mengangguk pelan sambil terus melangkahkan kakinya ke arah kursi kerja suaminya itu. "Sudah, Daddy masih banyak pekerjaan?" balas Cara.
Geo merentangkan tangannya menunggu kedatangan sang istri. Setelah Cara berada tepat di depannya, laki-laki itu menarik pinggang ramping istrinya dan membawa tubuh Cara ke atas pangkuan laki-laki itu. Laki-laki itu memeluk erat tubuh sang istri sambil membenamkan wajahnya di tengkuk Cara.
"Ah, semenjak keberadaan Geno. Kita sudah jarang seperti ini, Baby. Aku sungguh merindukan ini, bocah kecil itu selalu saja merecoki kebersamaan kita. Membuat aku kesel saja," celoteh Geo.
Cara tertawa mendengar kalimat suaminya yang nampak begitu kesal. Wanita itu membalikkan tubuhnya dan menatap wajah tampan suaminya yang semakin hari semakin tidak normal. "Kenapa semakin hari kamu malah semakin tampan, Dad?" celetuk Cara.
Wanita itu mengusap kedua pipi Geo begitu lembut. Sedangkan Geo memejamkan matanya saat merasakan sentuhan lembut dari tangan istrinya. Secara perlahan laki-laki itu merebahkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya. Setelahnya Geo membuka matanya dan menatap wajah cantik milik sang istri.
"Kamu juga semakin hari semakin cantik, Mommy. Semakin menggoda, sehingga mampu membuat aku frustasi dan gila," bisik Geo. Laki-laki itu menarik pelan tubuh istrinya. Sehingga Cara saat ini sedang merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.
__ADS_1
Cara tidak menolak dan tidak membantah perlakuan dari suaminya. Wanita itu balik memeluk tubuh kekar yang selalu mampu membuatnya merasa nyaman dan aman. "Daddy," panggil Cara pelan.
"Iya, Baby," balas Geo begitu lembut mampu menghanyutkan Cara.
"Daddy ingin Geno segera punya adik?" tanya Cara begitu pelan.
Geno terkejut dan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Cara yang begitu tiba-tiba membahas tentang adik untuk Geno. Laki-laki itu menunduk menatap sang istri yang saat ini sedang memejamkan matanya. Secara perlahan laki-laki itu mengangkat dagu istrinya untuk mendongak menatapnya.
Cara yang merasakan pergerakan dari Geo, menurut dan membuka matanya ikut menatap sang suami. "Kenapa tiba-tiba membahas itu, Sayang?"
Cara menghela napas pelan mendengar kalimat suaminya. "Aku hanya takut jika Daddy sudah begitu menginginkan anak kedua. Tapi aku masih belum bisa memberikan itu untuk Daddy. Mendengar keinginan Geno yang begitu menginginkan adik … aku merasa begitu tidak becus sebagai seorang Mommy. Mommy yang tidak bisa memberikan adik untuk Geno," lirih Cara.
"Aku juga takut, jika seandainya Daddy malah melirik wanita la … hmmp."
Kalimat Cara terpotong saat dengan tiba-tiba Geo menarik tengkuk sang istri dan mencium bibir Cara. Hanya sebentar, setelahnya pemimpin Death itu melepaskan pangutan bibir mereka. Geo menatap wajah sang istri yang saat ini nampak begitu sendu.
__ADS_1
"Hei … look at me, Baby," bisik Geo begitu hangat.
Secara perlahan Cara mendongak dan menatap wajah tampan suaminya. Wanita itu terdiam dan hanyut dalam tatapan lembut dan hangat dari mata tajam pemimpin Death itu. Cup …. Geo mengocok kening sang istri cukup lama.
"Jangan berbicara seperti itu, Sayang. Apa selama ini semua hal yang aku berikan, masih belum cukup untuk membuktikan jika aku benar-benar sudah terikat denganmu? Seperti apapun kekuranganmu nantinya, aku tidak akan pernah mempermasalahkan itu. Tidak pernah sedikitpun dalam hati dan pikiranku untuk melirik wanita manapun, apalagi hanya karena satu kekurangan. Jangankan satu kekurangan ribuan kekurangan yang ada pada dirimu saja akan aku terima."
Cara terdiam mendengar kalimat panjang dari suaminya. Tatapan mata Geo yang nampak begitu tulus mampu membuat Cara merasa tenang. "Ingat ini baik-baik, Sayang. Tidak ada satu hal pun yang mampu membuat aku berpaling dan jauh dari kamu. Kamu tahu sendiri, aku sudah tekankan dari awal, jika aku bisa gila tanpa keberadaan kamu," sambung Geo.
"Aku memang menginginkan anak kedua, tapi bukan berarti aku memaksa. Jujur saja traumaku tentang kejadian masa lalu, di saat kamu melahirkan Geno … itu masih membekas, meski sedikit. Kita bisa melangkah sedikit demi sedikit, Baby. Jangan terlalu dipikirkan, apalagi sampai menjadi beban seperti ini untukmu."
.
.
.
__ADS_1
Hai, terima kasih masih lanjut memantau kisah Geo dan Cara🥰
Tapi maaf, ya. Hari ini aku cukup sibuk dengan kegiatan mendadak. Jadi ada kemungkinan aku bisa up dua bab aja. Tapi akan aku usahakan, kalau nanti ada waktu bikin satu bab lagi. Tapi belum pasti, ya🙏