Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
95. Gadis Ceria (lb)


__ADS_3

"Eh, ini kenapa Kak?" Suara Cara mengejutkan Alex dan Lamira. Sepasang manusia itu menoleh ke arah Cyra dengan pandangan yang berbeda.


Alex meringis menatap Cara sambil menggaruk kepala belakangnya. Sedangkan Lamira menatap Cara dengan pandangan berbinar kagum. "Wah … Kakak cantik sekali," teriak Lamira kagum.


Alex menganga saat Lamira melepaskan kakinya begitu saja dan berdiri mendekat ke arah Cara. "Jangan dekat-dekat dengannya Ra, nanti kamu ketularan aneh." Alex menarik tangan Cara menjauhinya dari Lamira.


Lamira menatap Alex dengan wajah kesal. "Aku ingin berkenalan dengan Kakak cantik ini, Bang," ucap Lamira.


"Tidak, nanti adikku ketularan sifat anehmu itu," sahut Alex.


"Mana ada begitu, Bang," balas Lamira malas.


Sedangkan Cara sedari tadi menatap perdebatan sepasang insan itu dengan pandangan bingung. "Dia siapa, Kak?" tanya Cara.


Alex menoleh ke arah Cara dan terdiam, laki-laki itu bingung ingin menjelaskannya bagaimana. "Aku Lamira, Kak. Salam kenal." Lamira bersuara sambil tersenyum manis ke arah Cara.


Cara membalas senyuman gadis ceria dihadapannya itu. "Hai … aku Cara, ayo masuk dulu," ajak Cara.


Mata Alex melotot mendengar ajakan Cara. Sedangkan Lamira sudah berbinar senang, gadis itu menyerobot tangan Cara membuat Cara terkekeh. "Kamu kenal Kak Alex di mana?" tanya Cara.


"Di dalam mobil, Kak," sahut Lamira.

__ADS_1


Bagaimana dengan Alex? Laki-laki itu sudah menatap cengo sepasang punggung yang menjauh meninggalkan dirinya sendiri di sana. "Ck, ditinggal lagi," gerutu Alex kesal.


"Di dalam mobil?" tanya Cara bingung.


Lamira terkekeh sambil menggaruk kepala belakangnya malu. "Mungkin Bang Juan bisa menjelaskannya nanti," ucap Lamira.


Geo mengernyit menatap Cara datang bersama seorang gadis berpenampilan tomboy. Begitu pula dengan Farel dan Siera yang nampak bingung. "Sayang," panggil Geo.


Cara menoleh dan tersenyum menatap sang suami. Sedangkan Lamira terkejut melihat wajah tampan yang dingin itu. "Masyaallah, tampannya," ucap Lamira.


Cara menoleh dan terkekeh melihat wajah cengo milik gadis di sampingnya. Lamira menoleh cepat ke arah Cara. "Dia kekasih Kakak? Tampan loh," bisik Lamira.


Cara kembali terkekeh, entah kenapa wanita itu tidak merasa cemburu sama sekali saat Lamira mengucapkan itu kepadanya. Cara malah merasa begitu lucu dengan antusiasnya Lamira. "Dia suamiku," balas Cara.


Untuk kesekian kalinya Cara terkekeh. "Kamu dengan Kak Alex juga serasi kok, sama-sama bawel," ujar Cara.


Tiba-tiba saja pipi Lamira memerah, gadis itu menunduk malu-malu. "Mas iya Kak? Bang Alex itu tampan ya," tanya Lamira pelan.


Cara terbahak mendengar kalimat polos gadis di sampingnya. Belum lagi wajah merah Lamira membuat Cara yakin kalau gadis itu menyukai Alex. Sedangkan Geo yang melihat tawa istrinya semakin mengernyit. Geo ikut senang melihat wajah bahagia Cara, tetapi dia masih bingung dengan siapa gadis itu. "Rel," panggil Geo datar.


Farel menoleh dan melihat Geo masih menatap intens ke arah Cara dan gadis di sampingnya. Farel mengerti maksud sepupu sekaligus pemimpinnya itu. "Okey," sahut Farel. Setelahnya laki-laki datar itu bergelut dengan tablet kesayangannya.

__ADS_1


"Baby, ayo ke sini. Nanti kamu kelelahan, tidak baik untuk kandunganmu, Sayang," ujar Geo.


Lamira melotot menatap Cara terkejut. "Kakak sedang hamil?" teriak Lamira histeris.


Suara nyaringnya itu membuat mereka yang berada di sana terkejut, termasuk Alex yang baru saja masuk. Cara terkekeh kecil. "Iya, masih muda," balas Cara.


"Wah, selamat Kak. Kalau begitu ayo duduk." Lamira membawa Cara ke arah Geo dengan gerakan pelan.


"Woi, pulang sana," usir Alex kepada Lamira.


Lamira terkejut saat menyadari Alex sudah berada di belakangnya. Laki-laki itu mengangkat baju belakang Lamira layaknya anak kucing. Gadis itu memberontak. "Aku tidak punya rumah, Bang," kata Lamira.


"Jangan begitu Kak, kasihan," tutur Cara.


Lamira tersenyum menatap Cara berbinar. "Dengar tuh Bang, lepaslah Bang," pinta Lamira.


"Biarkan dia duduk dulu, Kak. Coba cerita dulu, kapan dan di mana kalian bertemu. Aku penasaran loh dari tadi," lanjut Cara.


"Dia di sini hanya bisa berisik, suaranya cempreng. Suami kamu bisa mengamuk kepadaku," ucap Lamira.


Cara menoleh ke arah Geo yang sedang sibuk dengan rambutnya. Kebiasaan Geo saat tidak melakukan apa-apa adalah memainkan rambut Cara. "Kak Ge tidak akan marah, sudah duduklah," papar Cara.

__ADS_1


Alex mendengus melihat Lamira menjulurkan lidah kepadanya. "Bocah aneh," gerutu Alex.


__ADS_2