
Ting …. Siera memencet bel apartemen milik Farel. Sesuai perkataan Farel kemarin, dia benar-benar tidak kembali ke mansionya lagi. Kemarin malam, laki-laki itu memilih tidur di apartemen.
Cklek …. Wajah tampan Farel menghiasi pemandangan Siera. Gadis itu mendongak dan tersenyum tipis membalas senyum tipis Farel. "Selamat pagi, Kak," sapa Siera.
"Selamat pagi." Farel menarik pinggang Siera dan membawa gadis itu masuk ke dalam apartemennya.
"Kakak hari ini pergi ke kantor kan? Setelan kantor Kakak ada di sini?" tanya Siera.
"Iya, ada beberapa. Kamu bisa ikut aku?" balas Farel.
Siera mendongak menatap wajah Farel. "Ikut ke mana Kak?" tanya Siera.
"Ke kantor, Cara juga akan ke kantor. Nanti kamu bisa menunggu dengannya saat aku meeting," jelas Farel.
__ADS_1
"Wah, boleh. Tapi aku harus ke kampus dulu pagi ini, ada tugas penting yang perlu aku antar langsung kepada dosennya," balas Siera.
"Aku temani kamu ke kampus dulu," tutur Farel.
"Tapi nanti Kakak terlambat, aku nanti menyusul saja," papar Siera.
"Tidak, mulai sekarang aku harus selalu memantaumu," kata Farel.
Kening Siera berkerut bingung. "Maksudnya, Kak?"
"Zena?"
"Dia wanita yang selama ini Mama jodohkan denganku. Zena adalah salah satu anak rekan bisnis terpenting di Vetro Company, dan Mama menginginkan aku menikah dengan Zena demi kepentingan bisnis. Hal itu juga yang menjadi salah satu alasan aku pergi, Al. Aku ke Indonesia dan menjadi wakil CEO di perusahaan milik Geo."
__ADS_1
"Tunggu dulu, aku masih belum paham. Jadi … VT Group bukan perusahaan turunan keluarga Vetro?" tanya Siera bingung.
"Bukan, perusahaan turunan keluarga Vetro itu bernama Vetro Company. Perusahaan yang hanya berada di belahan Amerika. Kakek dan Nenek memiliki dua anak, anak pertama adalah Uncle Peterson, yaitu Papa Geo dan anak kedua adalah Mamaku. Uncel Peter di keluarkan dari kartu keluarga Vetro karena menikahi gadis keturunan Indonesia, dan itu adalah mendiang Mama Geo. Sebab itu perusahaan turunan keluarga dipegang oleh Mama," jelas Farel.
"Jadi, VT Group …."
"VT Group dulunya hanyalah sebuah perusahaan kecil yang didirikan oleh Uncle Peter. Sebab itulah, kantor pusat VT Group ada di Indonesia. Namun, semenjak kematian Uncle Peter, Geo mengambil alih semuanya di saat dia masih begitu muda. Siapa sangka di tangan Geo, VT Group malah melejit begitu pesat. Bahkan sekarang menjadi sebuah perusahaan ternama di dunia, mengalahkan nama Vetro Company. Sebab itu banyak yang mengira Vetro adalah perusahaan turunan keluarga Vetro."
"Terus, apa dengan menjadi wakil CEO di VT Group membuat Mama Kakak marah?" tanya Siera.
"Tentu saja, Mama tidak ingin aku menjadi bawahan Geo. Tapi dengan sebuah kenyataan, Mama berhasil aku bungkam."
Farel melihat kening Siera kembali berkerut. "Kenyataan bahwa jabatan wakil CEO di VT Group, setara dengan jabatan CEO di Vetro Company," sambung Farel.
__ADS_1
Mulut Siera ternganga sebab begitu kagum. 'Sebesar itu VT Group di kancah Internasional? Kak Geo benar-benar mengagumkan, aku jadi ingin sepertinya. Mendirikan sebuah perusahaan kecil menjadi begitu besar dan disegani diseluruh belahan dunia. Belum lagi dengan Death, astaga … aku tidak menyangka jika orang seperti Kak Geo benar-benar ada di dunia ini. Bahkan sekarang aku mendapatkan sepupu tampannya ini,' batin Siera.