Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
212. Tawanan Kabur (lb)


__ADS_3

"Kak, aku rasanya ingin pindah ke mansion Kak Cara. Ingin selalu bersama Geno, tidur bersama, makan bersama, minum bersama, mandi ber …."


"Apa?" Helen terkejut saat dengan tiba-tiba Rical berteriak. Gadis itu menoleh ke arah Rical dengan pandangan bingung.


"Apa yang apa, Kak?" tanya Helen tidak mengerti.


"Kamu ingin mandi bersama Geno, begitu?" tanya Rical memastikan.


"Iya, aku yang memandikannya. Kenapa memangnya, Kak?" tutur Helen. Gadis itu menatap bingung Erick yang nampak sedang kesal.


"Mana bisa begitu, aku saja belum pernah merasakan kamu mandikan. Tidak boleh begitu, laki-laki cilik itu benar-benar. Baru lahir saja sudah membuat aku kesal," celetuk Rical nampak kesal.


Sedangkan Helen malah nampak bingung menatap Rical dengan tatapan polosnya. "Kakak juga ingin aku mandikan? Kakak kan sudah besar. Jadi bisa mandi sendiri, tapi … kalau Kakak lagi malas, ya sudah biar aku mandikan," celetuk Helen.


Mata Rical membola mendengar perkataan Helen. Laki-laki itu menggaruk keningnya bingung. "Mungkin memang akan lebih baik kalau kau aku nikahi saja. Kepolosannya ini bisa membuat aku hilang kendali besok," gumam Rical.


"Apa, Kak?" Helen bertanya saat mendengar gumaman Rical.


"Tidak ada, sudahlah. Sekarang kamu masuk saja ke dalam kamar dan bersih-bersih. Aku juga ingin bersih-bersih," kata Rical.


"Tapi besok kita ke tempat Kak Cara lagi ya, Kak," tutur Helen.

__ADS_1


Rical menghela napas malas mendengar perkataan Helen. "Iya," sahut Rical kesal. "Tidak bapaknya, sekarang anaknya malah dengan tidak kira-kira mengalahkan aku," sambung Rical pelan.


...*****...


"Apa? Bagaimana bisa kabur? Kalian tidak memeriksanya tadi malam?" murka Rical.


"Setelah selesai makan malam, kami semua tidak sadar kalau sudah tertidur, Tuan. Kami pun bingung, tidak biasanya kami semua tidur secara bersamaan." Semua anggota Death menunduk takut melihat wajah marah Rical.


Sedangkan Rical saat ini sudah mengepalkan tangannya merasa marah dengan berita tidak mengenakkan ini. "Ada apa?"


Rical menoleh dan melihat keberadaan Farel dan Alex yang nampak mendekat ke arahnya. "Fel, periksa CCTV. Rizal kabur," ucap Rical.


Kening Alex dan Farel nampak berkerut mendengar perkataan Rical. "Bagaimana bisa kabur? Apa pengamanan Death sudah melemah?" papar Alex.


Tiga laki-laki itu saat ini sudah berada di dalam ruangan pertemuan inti Death. "Jadi?" tanya Alex.


Rical menatap dua laki-laki yang berada di sana dengan pandangan serius. Kali ini tidak ada lagi aura bodoh atau pun aura bercanda dari wajah mereka. "Dari laporan mereka, aku menyimpulkan ada pengkhianat. Mereka mengatakan setelah memakan makanan, mereka tidak sadarkan diri dan terbangun saat tawanan sudah kabur. Bagaimana CCTV?" jelas Rical.


Alex dan Rical menoleh ke arah Farel yang nampak sedang sibuk dengan laptopnya. "Orang gila seperti Rizal kabur, ini cukup membahayakan. Dia laki-laki tidak punya otak dan tidak punya rasa takut. Aku yakin setelah ini dia masih akan membuat ulah," cetus Alex.


"Itu yang aku pikirkan," desis Rical.

__ADS_1


"Mereka melumpuhkan CCTV, cerdik juga," celetuk Farel.


Rical dan Alex menatap dan mendekat ke arah Farel. "Kau bisa memulihkannya, bukan?" tanya Alex.


"Ternyata tekonologi yang mereka pakai termasuk ke dalam retas versi baru. Berarti dekingan laki-laki ini bukan orang biasa. Teknologi retas versi ini hanya orang-orang tertentu yang memilikinya," jelas Farel serius.


Rical dan Alex saling pandang mendengar perkataan Farel. "Jadi menurutmu Rizal bukan orang biasa?" tanya Rical.


"Kalau posisi dia aku tidak tahu, hanya saja orang yang melakukan ini jelas bukan orang biasa. Hanya hacker tingkat B ke atas yang mampu mengendalikan ini. Kalian tahu sendiri, jika hacker yang memiliki lencana tingkat B ke atas, pasti dia berada di dalam lembaga penting. Misal perkumpulan mafia seperti Death atau pun pemegang kendali suatu gengster," jelas Farel.


"Bangsat! Jadi dia bukan orang biasa? Kenapa aku tidak mencari tahu tentang bajingan itu sebelumnya?" geram Rical.


"Sudahlah, intinya sekarang kau pasti bisa memulihkannya, bukan? Kau adalah raja hacker yang memegang tingkat A+ satu-satunya di dunia ini. Jadi tidak mungkin kau tidak bisa memulihkannya. Kau kan pemegang tertinggi dunia teknologi di dunia ini," ucap Alex.


"Memang bisa, tapi ini cukup membutuhkan waktu yang lama," balas Farel.


"Tidak masalah, yang penting semuanya jelas," sahut Rical cepat.


"Sabarlah, ini masih berjalan lima persen," balas Farel.


"Kau bisa mencari tahu tentang bedebah itu, kan?" papar Rical kepada Farel.

__ADS_1


"Sudah berjalan lima puluh persen, data-datanya juga dijaga," jawab Farel.


"Baiklah, aku beri tahu Geo dulu," tutur Alex.


__ADS_2