Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)


__ADS_3

Cara terbangun dari tidurnya, wanita itu mengusap perutnya yang terasa begitu lapar. Cara mendongak dan melihat wajah tampan sang suami yang sedang terlelap. "Kak." Cara memanggil Geo dengan suara seraknya.


Wanita itu dengan sengaja memainkan perut kekar sang suami sambil sesekali mencium leher putih Geo. "Eghh …." Geo melenguh di dalam tidurnya. Perlahan laki-laki itu membuka matanya dan menangkap wajah cantik sang istri tengah tersenyum manis ke arahnya.


"Kenapa, Baby?" Suara serak Geo mampu membuat Cara gemas. Wanita itu kembali mencium leher sang suami pelan.


Geo menunduk dengan mata mengantuknya menatap sang istri. Setelahnya laki-laki itu melirik jam dinding di kamar itu. "Masih jam setengah dua, Sayang. Ayo tidur lagi." Geo menarik tubuh Cara dan memeluknya hangat.


"Laapar, Kak," rengek Cara.


Geo kembali membuka matanya dan menatap wajah sang istri yang sedang mengerucutkan bibirnya. Laki-laki datar itu terkekeh merasa gemas melihat itu. Cup …. Geo menyambar bibir mancung itu dan melu**tnya singkat. "Ayo, ingin makan apa?" tanya Geo.


"Ingin makan sayur campur, tapi Kak Ge yang buat," ucap Cara.


"Kamu yakin, Baby? Aku kan tidak bisa memasak," sahut Geo.


Cara kembali mengerucutkan bibirnya membuat Geo kembali terkekeh. "Baiklah, My Queen. Ayo kita ke bawah, kita bisa melihat caranya di internet," papar Geo.


"Yes!" Cara bersorak kesenangan sambil memeluk tubuh polos sang suami. Setelahnya wanita itu buru-buru turun dari ranjang membuat Geo tertawa.

__ADS_1


"Ayo cepat, Kak," tutur Cara.


"Iya, Sayang," sahut Geo.


Setelahnya laki-laki datar itu duduk dan menyingkap selimutnya. Cara melotot melihat pemandangan itu. Sedangkan Geo yang melihat mata bulat sang istri yang tidak berkedip tersenyum jahil. Laki-laki itu berdiri dan mendekat ke arah Cara yang sedang ternganga. "Mau?" bisik Geo nakal.


Cara tersadar, dengan cepat wanita itu menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. Plak …. Cara memukul lengan kekar Geo kesal. "Kenapa tidak pakai celana?" Cara menatap Geo memicing.


Geo terkekeh. "Tadi dia nakal, Sayang. Ingin masuk kandang, tapi Mommy sudah tidur." Geo bersuara pelan sambil memeluk sang istri.


Cara yang mendengar itu merasa bersalah. "Begitukah? Maaf, Kak," tutur Cara.


Plak …. Wanita itu kembali melayangkan pukulan di lengan kekar suaminya. "Enggak, aku lapar," ketus Cara.


Geo menghela napas pasrah sambil menatap juniornya yang sudah menegang di bawah sana. "Yang sabar ya, Jun. Istriku sedang hamil, moodnya suka turun naik," gumam Geo lesu.


"Kak, ayo! Pakai celananya, cepat!" Teriak Cara di depan pintu.


"Iya, Mommy," sahut Geo. Dengan gerakan cepat laki-laki itu segera meraih celananya dan memakai benda itu asal.

__ADS_1


.


.


.


Cara menatap punggung kokoh sang suami yang tengah sibuk dengan alat dapurnya. Sesekali Cara tertawa saat melihat kening Geo berkerut bingung. Sepertinya laki-laki itu kurang mengerti maksud dari penjelasan dari resep di internet. Cara hanya diam terus memperhatikan kegiatan Geo.


Punggung kokoh nan polos tanpa baju itu membuat Cara meneguk ludahnya kasar. Geo memang tidak memakai baju, laki-laki itu beralasan gerah. Tubuh kekar laki-laki itu terlihat begitu menggoda saat Geo hanya memakai celemek. "Astaga, itu adalah suamiku. Nikmat mana lagi yang kau dustai Cara," gumam Cara kagum.


Secara perlahan Cara mendekat ke arah Geo dan memeluk tubuh kekar itu dari belakang. Geo sempat terlonjak saat dengan tiba-tiba sang istri memeluknya dari belakang. "Sayang, nanti kamu terkena kompor. Tunggulah di sana," ucap Geo lembut.


Geo merasakan kepala Cara menggeleng pelan di area punggungnya. Laki-laki itu memilih mematikan api kompor dan membalikkan tubuh menatap sang istri. "Kenapa, hem?" Geo bertanya sambil menatap wajah Cara hangat.


"Aku sudah tidak lapar, ayo kita ke kamar," ajak Cara pelan.


Geo melotot dengan mata berbinar. "Benarkah?" tanya Geo antusias.


Cara mengangguk kecil membuat Geo tersenyum senang. 'Akhirnya, adikku. Kesabaranmu membawa nikmat, ayo kita main,' batin Geo kesenangan. Dengan tergesa laki-laki itu membuka celemek yang melekat di tubuhnya dan menggendong tubuh sang istri menuju kamar dengan tidak sabaran.

__ADS_1


__ADS_2