
Alex menatap wajah Rical yang nampak sedang banyak pikiran. Laki-laki itu mendekat kearah Rical dan duduk di samping Rical. "Kenapa Kau, perusahaanmu ada masalah?" tanya Alex.
Rical menoleh mendengar suara Alex, setelahnya laki-laki itu menghela nafas berat. Hal itu tentu saja membuat Alex semakin bingung dan penasaran dengan isi pikiran Rical. Alex masih diam menunggu Rical siap bercerita. Saat ini mereka sedang berada di kediaman Alex.
Alex pun cukup terkejut karena dengan tiba-tiba Rical datang ke mansionnya. "Aku sedang bingung," ucap Rical.
Kening Alex kembali berkerut tidak mengerti maksud kalimat Rical yang tidak jelas. "Maksudmu apa? Kau bingung karena apa?" tanya Alex lagi.
Sebelum menyahut Rical kembali menghela napas. "Kemarin Helen kembali membahas masalah bayi kepadaku. Kau tahu sendiri bagaimana aku, aku masih begitu sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini. Sampai saat ini aku masih berhubungan dengan wanita lain. Meski semenjak kedatangan Helen, aku sudah sedikit mengurangi hal itu. Kebiasaanku itu saat ini sudah tidak terlalu parah seperti dulu. Tapi tetap saja … ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatiku saat Helen membahas masalah bayi denganku. Aku bingung harus bagaimana."
__ADS_1
Alex paham maksud dari perkataan Rical saat ini. Wakil Death itu menatap Rical yang saat ini sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Alex juga mengerti bagaimana posisi saat ini. Alex bisa menebak jika Rical sudah memiliki perasaan kepada Helen. Hanya saja kebiasaan yang sudah mendarah daging sedari Rical masih remaja, sungguh susah untuk dihilangkan.
Alex juga tahu jika Rical sedang berusaha untuk menghilangkan kebiasaan itu. Namun, diwaktu-waktu tertentu, benda pusaka Rical malah bangun dengan sendirinya, seakan dia sudah tahu dengan jum pergelutan. "Kau serius dengan Helen, bukan?"
Rical menoleh saat mendengar pertanyaan Alex. "Aku tidak bisa menjawab itu dengan benar, bukan berarti aku tidak menginginkan. Tapi intinya … aku ingin membahagiakan dia dan tidak ingin dia pergi dari sisiku," sahut Rical.
Alex mengangguk pelan merasa mengerti dengan perkataan Rical. "Karena kau masih belum bisa menghilangkan kebiasaanmu itu. Aku beri saran kau segera nikahi Helen. Saat kau sudah menikahinya, kau bebas melakukan apa saja kepada Helen. Karena kalian sudah sah menjadi suami istri. Tapi setelah kau menikah dengan Helen, kau tidak boleh melakukan pergelutan dengan wanita lain lagi. Aku yakin kau bisa melakukan itu, sebab juniormu itu hanya perlu masuk lubang, bukan?"
Rical menghela napas memikirkan semua perkataan Juan kepadanya. 'Apa dengan aku menikahi Helen, aku bisa menjamin dia bahagia? Aku takut nanti aku malah menyakiti perasaannya,' batin Rical bingung.
__ADS_1
Ketakutan itu membuat Rical semakin berada di ambang kebingungan. Perasaannya kepada Helen semakin hari malah semakin besar. Wajah ceria gadis itu selalu menghantui pikirannya. Sehingga keinginan Rical untuk melihat Helen bahagia, juga semakin membesar.
"Kau pikirkan baik-baik semua perkataanku. Aku hanya tidak ingin kau menyesal nantinya. Sebab sepolos apapun Helen, dia juga punya pikiran dan perasaan," sambung Alex.
Rical kembali menghela napas mendengar peringatan dari Jua. Mengingat dan membayangkan Helen pergi dari kehidupannya. Sungguh membuat Rical tidak akan terima. "Apa menurutmu dengan aku menikahinya aku bisa membuat dia bahagia? Maksudku … aku hanya takut kalau aku malah berakhir membuatnya terluka," celetuk Rical.
Alex tersenyum miring mendengar perkataan Rical. "Sejak kapan seorang Rical Carves merasa tidak percaya diri seperti ini?" ejek Alex.
Rical yang mendengar ejekan dari laki-laki di sampingnya hanya bisa mendengus kesal. "Ck, permasalahan ini tidak bisa disamakan dengan semuanya. Ini berbeda," cetus Rical malas.
__ADS_1
Alex terkekeh mendengar kalimat Rical. "Iya, aku tahu. Ini memang berbeda, dan ini semua tergantung pada dirimu sendiri. Sebab di sini kau yang bermasalah. Jika kau bisa berubah dan tidak berhubungan lagi dengan wanita lain lagi. Maka aku jamin, kau bisa membahagiakan Helen. Tetapi jika sebaliknya, kau sendiri bisa menebak akhir ceritanya," terang Alex.