Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
163. Adikku (lb)


__ADS_3

"Ck, tidak seru sekali. Baru saja aku mengeluarkan tiga puluh persen tenagaku. Kau sudah meringis saja, lemah," cibir Siera.


"Kamu tidak apa-apa, Sayang?" Patricia menatap pergelangan tangan Zena yang tampak memerah.


Setelahnya wanita paruh baya itu menoleh dan menatap tajam ke arah Siera. "Kau keterlaluan, lihat saja. Akan aku tuntut kau dengan kasus ini. Lihat saja, bisa apa kau dengan status rendahanmu itu membela diri nantinya," pungkas Patricia.


"Iya, akan aku laporkan semua ini kepada Daddyku. Aku jamin kau akan mendapat balasannya. Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini," tambah Zena.


"Jika kau tidak ingin berurusan dengan pengadilan, maka jauhi anakku," sambung Patricia.


Cara memutar bola matanya malas mendengar perkataan Patricia. "Apa kalian sedang mengancam anak sekolah dasar?" ledek Cara.


Patricia dan Zena melotot ke arah Cara. "Tidak bisakah kau menjaga mulutmu itu?" geram Patricia.


"Tidak, mulutku diciptakan untuk berbicara. Salah satunya menyahut sesuatu yang ingin aku sahut," balas Cara santai.


"Kau benar-benar banyak gaya. Manusia rendahan saja kau banyak cerita. Sepertinya kalian berdua memang perlu aku beri pelajaran," tutur Patricia marah.


"Terima kasih … tapi tidak perlu, Tante. Aku dan Siera sudah lulus sekolah dasar, sudah lulus sekolah menengah pertama, sudah lulus sekolah menengah atas. Sebentar lagi kami juga akan segera wisuda, jadi kami sudah cukup kenyang dengan pelajaran selama bertahun-tahun hidup di dunia ini. Jadi Tante tidak perlu repot dengan hal itu," tutur Cara tanpa beban.


"Wanita kurang ajar." Patricia mendekat marah ke arah Cara. Namun, pergerakan itu terhenti saat sekumpulan laki-laki berseragam Death datang menghadang wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Kalian?" Patricia dan Zena terkejut melihat sekumpulan laki-laki itu.


"Menjauh dari istriku." Suara berat seseorang mengalihkan perhatian sekumpulan manusia itu.


Mereka menoleh dan melihat sosok tinggi nan tampan sedang berjalan mendekat ke arah mereka. "Ketua." Seluruh anggota Death yang berada di sana membungkuk hormat kepada Geo.


"Geo?" gumam Patricia terkejut.


Sedangkan Zena sudah menganga di tempatnya melihat sosok tampan itu. 'Jadi ini yang namanya Geo, sepupu Farel? Selama ini aku berpikir Farel adalah laki-laki paling tampan yang aku temui. Aku tidak menyangka kalau sepupunya ternyata lebih tampan dan menggoda. Astaga, aku harus apa sekarang. Farel atau Geo?' batin Zena begitu percaya diri akan bisa memilih.


"Daddy." Lamunan Zena terputus saat mendengar suara Cara.


"Tidak apa-apa, Sayang?" tanya Geo lembut.


"Tidak apa-apa," sahut Cara.


"Mama!" Suara Farel menarik perhatian Patricia dan Zena.


Zena menatap Farel yang sedang berjalan cepat ke arah mereka. 'Dia masih saja tampan. Aku heran, kenapa mereka beradik sepupu tampan-tampan sekali. Ini lagi, yang satu … seperti bukan manusia.' Tatapan Zena beralih kepada Geo yang terlihat begitu menggoda di matanya.


"Kamu tidak apa-apa?" Farel memutar tubuh Siera, mengecek keadaan kekasihnya itu.

__ADS_1


Sedangkan Siera sudah tertawa kecil menerima perlakuan Farel. "Tidak apa-apa, Kak," sahut Siera.


"Kalau tidak ingin aku bertindak lebih, di luar jalur nama kerabat. Maka jangan pernah sentuh orang-orang di sekitarku. Apa lagi istriku." Geo mendesis sambil menatap Patricia dengan pandangan dingin.


"Aku hanya berurusan dengan wanita itu, aku tidak mencari masalah dengan istrimu," balas Patricia.


"Selama ini aku masih bertindak dengan label kerabat yang sebenarnya sudah lama terputus. Jangan buat aku hilang kendali," tegas Geo.


"Aku hanya ingin Farel, aku tidak akan mengganggumu," papar Patricia.


"Tidak usah ikut campur dengan kehidupan adikku lagi. Bukankah sudah lama kalian melupakannya?" tutur Geo datar.


.


.


.


Hai pembaca setia PIM semuanya❤️ Hari ini aku up dua bab, sebab cukup sibuk menjelang lebaran. Mulai besok selama periode lebaran, aku juga bisa up satu bab per hari🥰


BTW, Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim😍🤗

__ADS_1


__ADS_2