Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
190. Kepribadian (lb)


__ADS_3

Jleb …. "Aakkkh." Suara jeritan menggema di ruangan gelap itu. Bima, suara itu berasal dari pita suara laki-laki itu. Bima saat ini sedang mendapatkan serangan tanpa ampun dari Geo.


Geo menancapkan sebuah pisau kecil pada telapak tangan kanan laki-laki itu. Kondisi Cara membuat emosi pemimpin mafia itu tidak stabil. Hal itu membuat Geo sering kali lepas kendali dalam mengontrol emosinya. Melihat itu membuat Alex, Farel dan Rical harus terus bersiaga di samping Geo yang bisa saja membunuh orang tidak bersalah.


"Paku dan palu," pinta Geo dingin.


Bima menatap Geo dengan wajah takut sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. "Kau gila, lepaskan aku bangsat!" teriak Bima.


Geo yang biasanya terlihat santai dan tenang dalam menyiksa tahanan, kini terlihat tidak peduli. Laki-laki itu masih diam dengan wajah dinginnya. "Bukankah kalian biasanya yang melakukan ini kepada korban-korban kalian itu? Sekarang gantian, kalian yang berada di posisi mereka. Bagaimana rasanya?" celetuk Rical remeh.


Bima menatap Bimo yang masih terbaring lemah di sampingnya. Kembarannya itu sudah lebih dulu menerima siksaan dari Geo. "Kalian gila!" murka Bima.


"Kalau tahu kami gila, kenapa kau masih ingin mencoba bermain dengan kami. Kan sudah tahu kalau kami gila, malah mengajak bermain orang gila. Berarti, siapa di antara kita yang lebih tidak waras?" Alex menyahut sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Bima terdiam, benar apa yang dikatakan Alex. Mereka jelas tahu bagaimana gilanya berurusan dengan Death, tapi tetap saja keras kepala ingin mencari perkara. Dia akui jika dia dan kembarannya ternyata lebih tidak waras dari pada inti Death ini.


Tak …. "Akkkhh." Bima kembali berteriak kesakitan saat sebuah paku besar sudah menancap sempurna di telapak tangan kirinya.


Dada laki-laki itu naik turun menahan rasa sakit yang sudah menjalar di sekujur tubuhnya. Keringat dingin mulai bercucuran menandakan rasa sakit yang diterimanya tidaklah main-main. "Ma," panggil Bimo pelan.


Bima menoleh menatap mata Bimo yang nampak kembali terbuka. Sedangkan Geo hanya menatap interaksi sepasang laki-laki kembar itu dengan pandangan datar. "Hentikan, kami tidak berhasil menyakiti bayimu itu," ucap Bimo.


"Jangankan saat menyentuh, menyusun rencana jahat untuk keluarga Death saja, sudah mampu membuat kau diseret ke pintu neraka," ucap Rical mengejek.


"Kalau begitu, langsung bunuh saja kami," tutur Bima di sela ringisannya.


"Tidak semudah itu." Farel bersuara sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Untuk apa juga kau melakukan ini kepada kami. Istrimu itu sebentar lagi juga akan segera mati," cetus Bimo remeh.


Empat pasang mata di dalam ruangan itu menatap tajam Bimo yang baru saja melontarkan kalimat kematian itu. Bagaimana dengan Geo? Mata laki-laki tampan itu sudah berubah gelap. Dengan gerakan cepat Geo meraih samurai dari meja peralatan penyiksaan.


Pats … gluduk …


Tanpa aba-aba Geo melayangkan samurai itu ke leher Bimo. Tanpa menyisakan satu pun urat penyangga, kepala Bimo sudah terpisah dari kawanannya. Mata Bima melotot menatap kepala sang kembaran yang saat ini menggelinding bebas di depan matanya. Dada Bima naik turun melihat itu semua, hidup dengan keadaan kejam membuat Bima sering menatap hal keji seperti ini. Bahkan hampir setiap hari dirinya dan Bimo mene**s kepala orang lain.


Namun, kali ini terasa begitu mengerikan baginya. Sebab korbannya adalah Bimo, sang kembarannya sendiri. 'Tidak mungkin,' batin Bima tidak percaya jika Bimo juga sudah tiada menyusul sang ayah.


Prang …. Geo membanting samurai itu ke atas lantai dengan gerakan kasar. Setelahnya pemimpin mafia itu pergi begitu saja dari sana dengan setumpuk beban di dalam hati. Tiga inti Death yang melihat kepergian Geo hanya bisa menghela napas berat.


Mereka seakan tidak mengenal Geo yang hampir satu tahun ini sudah mulai menghangat. Kepribadian Geo yang sekarang mereka lihat, bahkan lebih menyeramkan dari pada kepribadian Geo sebelum bertemu Cara. Sepertinya pengaruh Cara benar-benar besar di dalam kehidupan sang pemimpin Death itu.

__ADS_1


__ADS_2