
"Sayang." Tidur Cara terusik saat merasakan usapan lembut di pipinya. Belum lagi dengan kecupan di seluruh wajahnya membuat Cara melenguh kecil.
"Ayo bangun, tadi siapa yang mengatakan aku kebo?" goda Geo.
Mata Cara mulai terbuka secara perlahan. Wajah tampan sang suami adalah pemandangan pertama yang menghiasi mata Cara. Wanita itu tersenyum kepada Geo yang juga sedang tersenyum manis kepadanya. Cup …. Geo kembali mendaratkan kecupan di bibir sang istri. "Ayo bangun, kamu belum sarapan. Kasihan dedek." Geo berucap sambil mengusap pelan perut Cara.
Cara kembali tersenyum, kemudian wanita itu merentangkan tangannya isyarat ingin digendong. Geo terkekeh kecil melihat tingkah lucu sang istri. Setelahnya laki-laki tampan itu menyelipkan kedua tangan kekarnya ke area punggung Cara dan mengangkat wanita itu pelan. "Kak Ge sudah mandi?" tanya Cara.
"Sudah, Sayang," jawab Geo.
"Sudah olahraga?" tanya Cara lagi.
"Sudah, Baby." Geo menyahut sambil mengecup pelan bibir sang istri.
"Kenapa tidak ajak aku?" Cara cemberut, memajukan bibirnya merajuk.
Geo yang melihat itu terkekeh kecil, laki-laki itu kembali menyambar bibir Cara yang selalu mampu menggoyahkan keimanannya. "Kamu kan tidak boleh olahraga berat, Sayang," ucap Geo lembut.
__ADS_1
"Aku juga ingin olahraga," rengek Cara.
"Iya, tapi bukan olahraga berat seperti biasanya. Lagi pula, kandungan kamu masih muda. Dedek kita belum sanggup menahannya, kita olahraganya di atas ranjang saja dulu," tutur Geo menggoda di ujung kalimatnya.
Cara terkekeh mendengar perkataan suaminya. "Itu sih, maunya Kakak," balas Cara.
Geo menatap Cara mengejek. "Siapa ya, yang akhir-akhir ini begitu liar dan ganas di atas ranjang? Malah minta nambah," goda Geo.
Mata Cara melotot dengan pipi memerah malu. Wanita itu memukul lengan kekar Geo dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami. "Jangan dibahas, ih," bisik Cara malu. Sedangkan Geo sudah terbahak mendengar bisikan sang istri.
Alex menatap wajah Lamira yang baru saja menyusulnya ke ruangan makan. 'Astaga, apa benar yang dikatakan Rical bahwa aku pedofil? Saat dia memakai seragam sekolah seperti ini, membuat aku merasa begitu tua untuknya.' Alex membatin sambil menatap Lamira yang mulai mendekat.
"Selamat pagi, Bang," sapa Lamira.
"Pagi," sahut Alex singkat. Ada perasaan mengganjal di dalam hati Alex. Saat laki-laki itu melihat Lamira masih memakai seragam sekolah menengah atas.
Lamira yang merasa diperhatikan mendongak dan terkejut saat Alex ternyata sedang menatapnya intens. Pipi gadis itu memerah karena salah tingkah. Lamira memilih menunduk karena merasa begitu malu. "Ada apa, Bang?" tanya Lamira gugup.
__ADS_1
Alex tersadar, laki-laki itu tersenyum tipis saat melihat wajah merah gadis di sampingnya. "Tidak, hanya saja aku memikirkan perkataan Rical kala itu," balas Alex.
Lamira mengernyit dan mendongak. "Yang mana, Bang?" tanya Lamira lagi.
"Setelah melihatmu memakai seragam sekolah seperti ini. Aku merasa begitu tua untukmu, aku malah terkesan seperti seorang laki-laki pedofil," terang Alex.
Lamira terkejut mendengar perkataan Alex. Ada raut tidak setuju di wajah wanita manis itu. "Mana begitu, Bang. Aku tidak sekecil itu sampai kamu merasa begitu tua. Aku sudah delapan belas tahun," protes Lamira.
Alex terkekeh mendengar nada tidak setuju dari mulut Lamira. "Kamu delapan belas tahun, sedangkan aku sudah dua puluh lima tahun. Jauh bukan?" tutur Alex.
Lamira terdiam mendengar perkataan Alex. Memang lumayan jauh, kisaran perbedaannya berada di angka tujuh. "Saat aku sudah kelas satu sekolah dasar, keberadaan kamu bahkan belum terlihat. Saat aku kelas dua sekolah dasar, kamu bahkan baru lahir," lanjut Alex.
Lamira masih terdiam. 'Benar, sih. Tapi tetap saja aku tidak masalah,' batin Lamira.
"Aku tidak masalah dengan umur, Bang. Memangnya salah kalau aku menyukai laki-laki yang sudah dewasa seperti kamu?" ungkap Lamira jujur.
Alex terdiam mendengar kalimat jujur dari gadis di sampingnya. Laki-laki itu kembali menatap intens wajah Lamira. Gadis yang tadinya tampak begitu berani berucap jujur kepada Alex. Kini kembali menunduk merasa salah tingkah.
__ADS_1