Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
104. Di dalam skenario (lb)


__ADS_3

"Tiga tahun yang lalu, Kak Rical melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal. Sehingga membuat suamiku marah dan menghukumnya dengan mengasingkannya dari Death. Suamiku juga sengaja menyebar berita permusuhan antara dirinya dan Kak Rical kepada media. Itu semua dilakukan untuk melindungi keberadaan Kak Rical yang terpisah sementara waktu dari Death. Posisi Kak Rical yang masih menetap di Death memang tidak diketahui khalayak banyak. Hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya, itu pun hanya orang-orang penting di dunia gelap," terang Cara panjang lebar.


Sasdia dan Jesy menegang ditempat mendengar penjelasan Cara yang jelas saja membuat mereka terkejut. Sedangkan Cara yang melihat tubuh kaku dua manusia dihadapannya sudah terkekeh sinis. "Kalian ingin tahu, apa yang membuat Kak Rical bisa kembali diterima di Death oleh suamiku?" tanya Cara.


Sasdia dan Jesy hanya diam, mereka jelas ingin tahu. Namun, mulut mereka seakan tidak mampu berbicara lagi. "Kaulah alasannya Jesy," papar Cara.


Jesy mendongak dan menatap Cara tidak mengerti. "Apa maksudmu?" tanya Jesy bingung.


Cara tersenyum miring. "Karena kebodohanmu yang dengan mudahnya memberikan kehormatan kepada laki-laki seperti Kak Rical. Bahkan sampai hamil seperti itu. Kau pikir Kak Rical adalah laki-laki yang dengan mudahnya kau ancam?" Cara menyeringai menatap wajah pucat Jesy.

__ADS_1


"Kalian selama ini pasti sudah merasa pintar karena bisa membuat Kak Rical menikah denganmu bukan? Astaga, aku benar-benar kasihan dengan kebodohan kalian yang terlalu mendarah daging itu," ejek Cara.


"Apa maksudmu? Tidak usah berbelit-belit. Langsung saja kepada intinya," geram Jesy tidak sabar.


"Menikahimu … itu adalah permintaanku kepada suamiku. Aku meminta kepada suamiku untuk membujuk Kak Rical menikahimu. Dan suamiku … memberikan perintah itu kepada Kak Rical, dengan imbalan dia bisa kembali ke dalam Death. Dan Kak Rical … menyanggupi perintah itu." bisik Cara rendah.


Deg …. Sasdia dan Jesy melotot mendengar perkataan itu. Sepasang ibu dan anak itu saling tatap seakan tidak percaya. "Jadi, seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena bisa menikah dengan Kak Rical. Seperti keinginanmu," sambung Cara.


Cara tertawa melihat wajah pucat milik Jesy. "Kalian saja yang bodoh, apa kau tidak curiga dengan video panas Kak Rical yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ponselmu waktu itu? Ya ampun, itu adalah kami yang mengirimnya sebagai umpan untukmu. Tidak disangka, kau benar-benar masuk perangkap. Kau jelas tahu bagaimana kekuasaan Kak Rical, dia tidak akan semudah itu terjebak dan diancam. Bodoh," ejek Cara.

__ADS_1


Jesy memegang kepalanya yang mulai terasa sakit. Dadanya naik turun merasa begitu tidak percaya dengan perkataan Cara. "Sayang, ada apa?" tanya Sasdia panik.


"Tidak mungkin seperti itu kan, Ma?" gumam Jesy pelan.


"Tenanglah, Sayang. Jangan buat Mama khawatir," ucap Sasdia.


'Apa ini benar-benar akan berakhir? Apa tidak ada lagi harapan untuk aku hidup bahagia?' batin Jesy lesu.


Cara tersenyum miring melihat itu. "Dengan keberadaan kalian di sini, akan memudahkan aku untuk membalas dendam. Aku rasa sebentar lagi, Tuan Torih juga akan segera bergabung di sini. Aku akan meminta izin kepada Kak Rical untuk membolehkan ayahku itu ikut menginap di sini nanti. Aku cukup prihatin dengan kapasitas otak kalian yang tidak menyadari semua setinganku. Kalian bahkan tidak sadar sampai sekarang, kalau kehidupan kalian ini berada di dalam skenarioku. Padahal sebelumnya aku sudah memperingatkan." Cara menyeringai licik.

__ADS_1


Cara berdiri dan mendekat ke arah Jesy yang sedang dipeluk oleh Sasdia. "Bagaimana? Sejauh ini, apa yang kalian rasakan? Untuk Nyonya Gerisam, sudah berapa kejadian yang membuat Anda seakan merasa dejavu?" bisik Cara.


Sasdia terdiam, hampir setiap kejadian yang dia alami di sini seakan merasa dejavu dan kembali ke masa lalu. "Apa aku sukses mengingatkan kamu dengan kejadian masa lalu?" sambung Cara dingin.


__ADS_2