
Hwuek … hwuek …
Cara terbangun dari tidurnya kala mendengar suara aneh mengalun di telingannya. Wanita itu berjalan ke arah kamar mandi tempat pusat suara. Cara mengernyit menatap suaminya sedang berdiri lemas di depan meja westafel. "Kakak kenapa?" tanya Cara khawatir.
Geo menoleh ke arah Cara, setelahnya laki-laki itu mendekat dan memeluk tubuh sang istri erat. "Sayang," ucap Geo pelan.
"Kenapa? Kak Ge masuk angin?" tanya Cara lagi. Wanita itu mengusap punggung kekar sang suami.
"Tidak tahu, tiba-tiba saja perutku terasa tidak enak," sahut Geo.
"Sudah, ayo. Kak Ge lemas sekali, harus tiduran," ucap Cara. Wanita itu membawa tubuh lemas sang suami ke atas ranjang.
"Aku panggil dokter dulu," kata Cara.
"Sayang," panggil Geo.
Cara menoleh dan mendekat ke arah Geo. "Kenapa? Ada yang sakit?" tanya Cara.
Geo menggeleng pelan, laki-laki itu menarik pelan tangan sang istri dan memeluknya hangat. "Mau seperti ini," bisik Geo.
Cara mendongak dan mencium pipi suaminya pelan. "Apa kepala Kakak pusing?" tanya Cara.
__ADS_1
"Sedikit, perutku juga rasanya aneh," jawab Geo.
Cara mengernyit sambil terdiam tampak berpikir. "Kenapa begitu, ya? Kemarin Kak Ge juga tidak makan yang aneh-aneh, mungkin memang masuk angin," tutur Cara.
"Entahlah, yang jelas aku ingin tetap seperti ini," balas Geo.
"Kakak tidurlah dulu, dokter akan segera sampai. Aku ingin bersih-bersih dulu," papar Cara.
"Tidak, Sayang. Di sini saja, aku ingin tetap seperti ini," balas Geo.
Cara mendongak dan menatap suaminya bingung. Geo memang biasanya selalu ingin menempel kepada dirinya. Namun, biasanya laki-laki itu tidak separah ini. "Sebentar saja, Daddy," bisik Cara.
Geo menggeleng sambil menatap intens sang istri. "Tetap di sini," ujar Geo.
...*****...
"Pergi atau tidak?" tanya Farel.
"Jelas, tapi aku ingin mengurus bocil dulu," papar Alex.
Farel mengangguk pelan. "Tuan Dwianta sudah tahu?" tanya Farel.
__ADS_1
Alex menggeleng. "Belum, tapi sepertinya akan segera tahu," balas Alex.
"Kau ingin melakukan apa?" tanya Farel.
Alex menatap sahabatnya itu sejenak, tampak raut bingung di wajah laki-laki tegas itu. "Aku masih bingung," sahut Alex pelan.
"Kau suka?" tanya Farel.
Alex terdiam, kembali nampak berpikir. "Mungkin," gumam Alex. "Sudahlah kau berangkatlah lebih dulu. Nanti aku menyusul," sambung Alex.
...*****...
"Jadi, kenapa dengan suami saya, Dok?" tanya Cara.
Dokter wanita itu tersenyum tipis ke arah Cara. "Tidak ada yang serius, Nyonya. Apa Nyonya pernah mendengar tentang Sindrom Couvade?" jawab Dokter.
Cara mengernyit merasa baru mendengar nama itu. "Tidak Dok, saya rasa ini pertama kalinya saya mendengar nama itu," balas Cara.
Dokter wanita itu kembali tersenyum. "Sindrom Couvade adalah di mana sang suami mengalami gejala kehamilan, bahkan terkadang dia bisa merasakan hal yang lebih parah dari pada yang dirasakan oleh sang istri. Tuan Vetro saat ini sedang mengalami itu, Nyonya," jelas Dokter.
Cara menoleh ke arah Geo yang masih memegang tangannya. "Sindrom Couvade, tidak berbahaya kan, Dok?" tanya Cara lagi.
__ADS_1
"Tidak, Nyonya. Ini biasanya terjadi di saat sang suami terlalu bersimpatik dengan kehamilan istrinya. Memang ini sangat jarang sekali ditemukan diberbagai kalangan. Namun, hal seperti ini memang ada. Tuan Vetro akan merasakan morning sickness seperti yang terjadi tadi pagi. Bahkan tidak menutup kemungkinan Tuan Vetro juga akan ikut mengidam," jelas Dokter.