
"Daddy." Cara memanggil Geo ke ruangan fitnes dengan langkah sedikit tergesa. Sedangkan Geo yang mendengar suara sang istri menoleh dan melotot saat wanita berperut besar itu berjalan begitu cepat.
"Stop, Baby. Biar aku yang ke sana." Geo bergerak cepat ke arah Cara yang patuh mendengar perkataan Geo. Laki-laki atletis itu menatap peluh di tubuh sang istri.
"Kenapa harus berjalan secepat itu? Lihatlah, kamu menjadi kelelahan, perut kamu sudah semakin besar, Sayang. Tidak baik berjalan cepat seperti itu, bagaimana kalau kamu jatuh. Mengenyenggol sesuatu, nanti kamu luka. Kenapa juga kamu tidak menelepon aku, biar aku yang ke atas. Tidak usah capek-capek berjalan ke sini, nanti tumit kamu sakit. Baby kita …."
Celotehan Geo terhenti saat dengan tiba-tiba sang istri menaruh telunjuknya di depan bibir laki-laki tampan itu. Kehamilan Cara saat ini sudah berada di angka tujuh bulan. Tepat saat Cara hamil lima bulan, sifat dingin Geo berubah menjadi begitu cerewet dan semakin posesif. Itu semua karena laki-laki dingin itu begitu mengkhawatirkan tubuh Cara yang nampak begitu kesulitan harus membawa buah hati mereka kemana-mana.
"Aku lelah berdiri, Daddy malah berceramah panjang kali lebar," keluh Cara.
Mata Geo melotot, laki-laki itu mengedarkan pandangannya cemas. "Ayo, kita duduk." Geo membawa tubuh sang istri ke atas tempat duduk yang berada di ruangan fitnes itu.
"Bernapaslah," tutur Geo.
Mendengar itu Cara menatap tajam sang suami. "Jadi Kakak pikir aku sedari tadi tidak bernapas?" ketus Cara.
Geo meringis sambil menggaruk kepala belakangnya. Semenjak hamil hampir menginjak tujuh bulan, Cara memang berubah menjadi begitu sensitif dan sangar. Sedangkan Geo malah berganti menjadi calo bapak-bapak cerewet. "Bukan begitu, Mommy. Kamu tadi terlihat sesak napas," jelas Geo.
"Ck, sudahlah. Sekarang ayo kita keluar," ajak Cara.
__ADS_1
"Ke mana?" tanya Geo.
"Ke tempat Kak Farel, Alisa sedang di sana sekarang." Geo mengangguk mendengar perkataan Cara.
"Ya sudah, tapi … sebelum itu kita cari sate cumi-cumi dulu ya, Sayang. Aku tiba-tiba sedang menginginkan itu," celetuk Geo.
Mata Cara berbinar mendengar kalimat Geo. "Aku ingin gurita, ayo kita cari," sahut Cara semangat.
Geo terkekeh melihat wajah semangat istrinya. Setelahnya laki-laki itu berdiri dan membantu sang istri untuk ikut berdiri. "Ingin aku gendong, Mommy?" tawar Geo.
"Tidak, Sayang. Aku harus lebih sering berjalan, kata dokter kan bagusnya begitu."
"Ya sudah, kalau begitu Kakak saja yang membawanya," papar Cara asal.
"Memangnya bisa, Sayang?" tanya Geo polos.
Cara tertawa keras melihat wajah polos sang suami. "Coba Daddy menunduk," titah Cara.
Dengan patuh, laki-laki tanpa baju itu menunduk. Cup …. Cara mencium gemas bibir sang suami sehingga membuat Geo tersenyum nakal. "Kalau bisa dipindahkan babynya, apa Kak Ge bersedia?" tanya Geo.
__ADS_1
"Mau, Sayang. Lihatlah, aku sudah tidak tega keringat itu. Kaki kamu juga semakin pendek," cetus Geo.
Cara melotot mendengar kalimat terakhir yang diucapkan suaminya. Dengan kesal Cara mencubit seluruh tubuh polos Geo, jelas saja hal itu membuat Geo mengadu merasakan perih di kulitnya. "Ssh, ampun Momny. Aku salah apa?" adu Geo.
"Salah apa? Kak Ge bilang kaki aku semakin pendek, sembarangan sekali," ketus Cara.
"Tapi memang semakin pendek kok, Sayang. Lihatlah, kamu terlihat seperti ikan buntal," tutur Geo polos.
Mata Cara kembali membola, tanpa aba-aba wanita hamil itu menarik tangan kekar Geo dan menggigitnya tanpa ampun. Bukan hanya di sana, diberbagai tempat tubuh Geo yang terjangkau oleh tangannya. Cara memberikan serangan ganas kepada sang suami yang bahkan belum pernah mendapatkan hal seperti itu dari siapa pun. Sedangkan Geo sudah berteriak mendapat serangan fisik dari sang istri. "Sakit, Sayang. Ini KDRT namanya."
.
.
.
**Karena banyak yang minta dipercepat, aku buat Cara berada dalam hamil tujuh bulan. Belum hamil tua beneran, masih ada dua bulanan lagi. Aku juga akan bikin part teman-teman lainnya nanti. Seperti Siera dengan Farel, Lamira dan Alex begitu pula dengan Helen dan Rical 🥰
So, tetap stay yah😍🤗**
__ADS_1