
Cara menahan tubuh kekar Geo saat laki-laki itu berniat memulai pemanasan. Geo menatap Cara dengan pandangan bertanya. "Kenapa Sayang?" tanya Geo.
"Kak Ge mandi dulu sana, kok bau Kak Ge anyir?" ucap Cara jujur.
Geo baru menyadari itu, dia baru saja melakukan hal yang cukup ekstrim kepada Gery yang mungkin sekarang sudah berbeda alam dengan mereka. "Baiklah, tapi … bagaimana kalau kita mandi bersama? Kamu juga belum bersih-bersih bukan?" usul Geo.
Cara menatap Geo dengan pandangan memicing. Ekpresi datar sang suami membuatnya menghela napas pelan. "Coba Kak Ge senyum dulu," papar Cara.
Geo mengernyit, tetapi beberapa saat kemudian laki-laki itu tersenyum tipis kepada Cara. "Kenapa, hemm?" Geo bertanya sambil mencium pipi sang istri gemas.
"Tidak, hanya saja aku sedang ingin melihat senyum suamiku ini," balas Cara.
Geo terkekeh kecil. "Sudah, sekarang ayo kita mandi." Tiba-tiba Geo mengangkat tubuh Cara dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Aku merasa ini bukan sebuah markas mafia Kak," tutur Cara.
"Kenapa?" tanya Geo.
__ADS_1
"Ya, lihat saja bentuknya mewah begini. Tidak ada seram-seramnya," papar Cara.
Geo kembali terkekeh. "Baguslah kalau kamu tidak takut," ucap Geo.
"Tapi aku tidak melihat anggota lainnya bahkan saat aku ke lantai bawah tadi, kenapa sepi?" tanya Cara.
"Mungkin kamu melewati jalan belakang, di sini ramai kok," jawab Geo.
"Tapi … hmmp." Kalimat Cara terhenti saat Geo dengan cepat menyambar bibir sang istri.
"Sudah, sekarang ayo kita main. Ingin di sini atau di dalam air?" Geo berbisik tepat di area leher Cara. Laki-laki itu baru saja meletakkan Cara di atas meja wastafel dan mengungkung tubuh sang istri.
Mendengar perkataan sang istri, Geo segera membuka jaketnya berlanjut kepada baju kaosnya. Tubuh atletis Geo terpampang nyata di depan mata Cara. Cara menunduk guna melihat delapan kotak roti di perut sang suami. Tato Death yang menghiasi perut kekar Geo menambah kesan seksi untuk pemimpin mafia itu. 'Astaga, aku setiap hari disuguhi pemandangan seperti ini. Namun, kenapa masih saja terkagum,' jerit Cara di dalam hati.
Cara menyentuh tato di perut sang suami begitu gerakan pelan dan lembut. Hal itu membuat Geo memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Cara. Geo mulai mendekat dan mengungkung tubuh istrinya. Secara perlahan Geo mulai melucuti setiap helai benda yang menghalangi pemandangannya untuk menatap tubuh Cara. Cara yang seakan dikejar nafsu merasa begitu terlena dengan leher sang suami yang masih sibuk dengan pakaiannya.
Cara menarik leher Geo dan memulai aksinya di sana. Entah apa yang merasuki tubuh wanita polos itu, Cara tanpa ragu memberikan tanda kepemilikan di leher sang suami. Geo yang sempat terkejut menerima serangan mendadak dari Cara mulai mengeluarkan suara. Gerakan tangan Reo yang awalnya begitu pelan membuka baju Cara, sekarang mulai terlihat tidak sabaran. Krek …. Dengan begitu mudahnya Geo merobek baju Cara sehingga membuat wanita itu setengah te*****ng.
__ADS_1
Geo memeluk tubuh mungil Cara dan mulai bertempur dengan aksi saling menghangatkan. Kegiatan hangat mereka berlanjut saat Geo mengangkat tubuh sang istri ala koala. Mereka terus melanjutkan aksi sambil berdiri. Kegiatan hangat mereka itu semakin lama semakin panas bersamaan dengan suara sahut menyahut antara Cara dengan Geo. Suara yang seakan bunyi simfoni orkestra yang mengalun merdu di dalam kamar mandi itu.
...*****...
Jesy memang keras kepala, wanita itu masih saja keras dengan pendiriannya untuk meminta pertanggung jawaban dari Rical. Entah bagaimana caranya, wanita itu bisa mendapatkan beberapa video panas Rical bersama wanita lain. "Bagaimana Tuan Carves?" Jesy tersenyum miring ke arah Rical yang sedang menatapnya datar.
"Aku akui kau cukup bekerja keras Nona Gerisam, aku tidak menyangka kalau kau akan sejauh ini." Rical tersenyum miring ke arah Jesy.
"Tentu saja, aku bukan wanita lemah yang akan diam saja di saat menjadi korba seorang laki-laki brengsek sepertimu," ujar Jesy.
Rical tertawa sinis mendengar perkataan Jesy. "Kalau kau tahu aku laki-laki brengsek, kenapa kau malah begitu keras untuk menikah denganku?" sindir Rical.
Jesy terdiam beberapa saat. "Karena aku sudah hamil anakmu, apa lagi?" sahut Jesy.
Rical tersenyum sinis. "Bukan karena hartaku?" ujar Rical.
"Apa maksudmu? Aku sudah hamil anakmu. Jadi sudah sewajarnya aku meminta pertanggung jawabanmu," kilah Jesy.
__ADS_1
Rical tertawa keras. "Kau pikir aku bodoh? Aku adalah Rical Carves, aku tebak kau belum tahu siapa aku sepenuhnya bukan? Aku tahu bagaimana seluk beluk keluargamu Nona Gerisam, dan aku juga tahu bagaimana kondisi perusahaan ayahmu sekarang. Sebab itu kau keras mencoba mendekatiku kemarin bukan? Bahkan sampai kau hamil seperti ini, malah dijadikan sebagai senjata. Bukankah kau sama saja seperti para wanita yang biasanya aku tiduri? B***t." Rical menatap tajam Jesy yang sudah terdiam.