Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
30. Malam Pertama (Lb)


__ADS_3

"Capek?" tanya Geo kepada Cara yang sudah terlihat begitu kelelahan.


"Kakiku serasa tidak bertenaga karena sedari tadi melayani para tamu Kak," ucap Cara.


"Ayo kita ke kamar," ajak Geo.


"Tidak apa-apa kah? Masih ada beberapa tamu." Cara menoleh sekeliling, masih ada beberapa tamu yang masih tinggal di dalam ruangan itu.


"Tidak apa-apa, mereka semua rekan dekatku. Aku sudah menyerahkan semuanya kepada tiga laki-laki itu … sudahlah ayo," ajak Geo.


Cara mengernyit. "Baiklah kalau begitu, aku memang sudah begitu lelah," sahut Cara.


Tiba-tiba Geo mengangkat tubuh Cara ala bridal style, Cara yang memang begitu lelah merebahkan tubuhnya di dada bidang sang suami. "Oh … kau sudah tidak sabar ingin memulainya?"


Suara seseorang menarik perhatian Cara, gadis itu mendongak dan terkejut melihat keberadaan Rical. 'Ternyata dia masih di sini?' batin Cara.


Sedangkan Geo hanya menatap datar Rical dan berlalu begitu saja dari hadapan pria yang sudah menatap mereka dengan pandangan menggoda. "Jangan main kasar, pelan-pelan saja, kasihan istrimu nanti!" teriak Rical.


'Laki-laki bangsat,' umpat Geo di dalam hati. Sedangkan Cara sudah memerah karena malu, suara teriakan Rical itu mampu membuat beberapa tamu yang masih berada di sana menoleh dan tertawa geli.


Juan menatap Rical dengan pandangan malasnya, sedangkan Farel hanya diam masih setia dengan wajah datarnya. "Kalau hanya ingin memancing emosi orang, sebaiknya Anda segera pulang Tuan Carves," tutur Alex.

__ADS_1


"Kau mengusirku? Tidak sopan sekali kepada tamu," balas Rical santai.


"Jadi kau merasa tamu di sini?" tanya Alex.


Rical terdiam dengan wajah yang seakan berpikir. "Entahlah." Rical menaikkan kedua bahunya acuh.


"Tidak aku sangka kau semakin tidak waras," celetuk Farel pedas.


"Tidak aku sangka mulutmu semakin pedas, bangsat." Rical tersenyum paksa kepada Farel yang menatapnya santai.


...*****...


Geo membaringkan tubuh Cara di atas kasur kamar hotel. Ya, malam ini mereka akan menginap di hotel tempat pesta pernikahan mereka berlangsung. "Ah … lelah sekali," Cara memejamkan matanya lelah.


"Tapi aku capek sekali Kak." Cara menjawab sambil tetap memejamkan matanya.


Geo menatap Cara dengan senyum nakal, laki-laki itu mendekat dan mengungkung tubuh Cara dibawahnya. Cara yang merasakan pergerakan, membuka matanya. Gadis itu terkejut saat melihat wajah tampan Geo menghiasi pemandangannya. Wajah Geo begitu dekat, hanya berjarak beberapa senti. "Ayo aku bantu kalau memang kamu capek." Geo tersenyum miring ke arah Cara yang sudah menegang ditempat.


Cara menelan salivanya kasar saat melihat tatapan nakal dari sang suami. "A-aku sendiri saja Kak," ucap Cara gugup.


"Bukannya kamu capek, ayo mandi bersama," ajak Geo.

__ADS_1


"Aku mandi sendiri saja, Kak Re minggirlah. Aku ingin ke kamar mandi." Cara mendorong dada bidang Geo.


Geo terkekeh sambil menegakkan badannya. Cara mengulurkan tangannya ke arah Geo isyarat meminta tolong. "Yakin bisa sendir?" goda Geo.


"Iya Kak," sahut Cara.


Cara berdiri, gadis itu sedikit kesulitan berjalan karena gaun pernikahannya. Reo mendekat ke arah Cara. "Biar aku bantu buka dulu, pasti kamu kesulitan nanti," ucap Geo.


"Ah … iya. Ya sudah, tolong bukakan Kak," tutur Cara.


Secara perlahan Geo menurunkan resleting gaun pernikahan itu. Glek …. Geo meneguk ludahnya kasar saat punggung mulus Cara mulai terpampang jelas dihadapannya. Laki-laki itu menyentuh punggung putih itu membuat Cara terperanjat. Cara menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat mata berkabut milik suaminya. 'Astaga, padahal aku sangat lelah,' batin Cara meringis.


Geo mengangkat tubuh Cara dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Cara hanya diam dan pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Geo. Seakan dejavu, Geo meletakkan Cara di atas meja westafel kamar mandi itu. Geo menatap wajah Cara intens, setelahnya laki-laki itu mulai mengecup bibir Cara dan memberikan sensasi hangat nan lembut.


Cara membalas ciuman sang suami sambil memeluk tubuh kekar itu. Geo turun ke area leher sang istri, Cara melenguh mencoba menahan desahannya. Laki-laki itu meninggalkan jejak kepemilikan di area leher Cara, sang istri hanya bisa melenguh menikmati setiap sentuhan yang diberikan Geo. Geo mulai turun dari area leher, tangan kekar laki-laki itu menurunkan gaun pernikahan yang masih melekat ditubuh sang istri.


Geo terpana, mata laki-laki itu tidak berkedip di saat dua aset pribadi milik sang istri menjulang dihadapannya seakan menantang dirinya. Sedangkan wajah Cara sudah memerah saat melihat tatapan kagum Geo. "Jangan dilihat seperti itu Kak," cicit Cara malu.


"Indah Sayang," gumam Geo spontan. Sontak saja hal itu malah semakin membuat wajah Cara merah merona. Perlahan Geo menggerakkan tangannya untuk menyentuh dua bukit kenikmatan itu. Tepat saat tangan Geo mendarat sempurna, Cara mendesah tertahan.


"Sungguh sangat pas ditanganku Baby," bisik Geo serak. Laki-laki itu mulai menggerakkan tangannya sehingga membuat Cara tidak bisa menahan erangannya. Gadis itu mengalungkan tangannya ke leher sang suami seakan begitu menikmati dan meminta lebih. Cara menyambar bibir Geo dan me****tnya sedikit tergesa.

__ADS_1


Malam panas mereka berlanjut, sepasang suami istri itu resmi saling berganti status. Bekerja sama menciptakan malam pertama yang akan berkesan dibayangan mereka masing-masing. Cara yang biasanya kita panggil dengan kata gadis, mulai saat itu juga berganti dengan kata wanita.


__ADS_2