
Farel menggenggam tangan Siera membawa gadis itu ke dalam ruangan kerjanya. Seluruh pasang mata mencuri pandang ke arah sepasang kekasih itu. Mereka semua tahu jika Farel dan Siera sudah resmi berpacaran. Bahkan mereka juga tahu jika sepasang kekasih itu sebentar lagi akan segera melakukan acara pertunangan.
Hanya saja, sampai saat ini seluruh pegawai kantor merasa tidak percaya. Jika Farel sang laki-laki datar itu, akhirnya memiliki kekasih yang bahkan bergaya tomboy. Mereka tidak menyangka jika selera Farel akan seperti itu. Mereka berpikir jika Farel juga akan mencari pasangan seperti sepupunya, yang menikahi Cara si gadis lemah lembut.
"Setiap aku ke sini mereka pasti menatap aku dengan pandangan seperti itu. Mereka pasti terkejut dan masih merasa tidak percaya jika aku bisa mendapatkan Kakak. Huh, aku yakin mereka pasti merasa iri kepada aku sekarang," celoteh Siera.
Sedangkan Farel yang mendengar celotehan Siera hanya bisa terkekeh kecil. "Biarkanlah, itu pertanda kamu lebih menarik. Jadi mereka semua memilih menatapmu," papar Farel.
Siera mendengus mendengar perkataan Farel. "Iya aku memang lebih menarik, menarik karena gaya tomboyku ini," balas Siera malas.
Farel kembali tertawa kecil mendengar kalimat Siera, yang nampaknya mulai merasa kesal. Sedangkan beberapa karyawan yang masih menatap ke arah sepasang kekasih itu. Merasa terkejut melihat tawa kecil yang muncul di wajah Farel. Memang sebenarnya tawa Farel bukan lagi hal yang aneh di mata karyawan. Sebab ketika bersama Siera ataupun bersama Cara, laki-laki itu lebih mudah untuk tersenyum apa lagi tertawa.
__ADS_1
Ting …. Pintu lift terbuka, Farel dengan lembut menarik tangan Siera untuk ikut masuk ke dalam lift itu. "Nanti Mama jadi ikut ke mansion Geo kan?" tanya Farel.
Siera mendongak menatap wajah tampan kekasihnya yang jauh lebih tinggi dari pada dia. Gadis itu mengangguk kecil menanggapi pertanyaan dari Farel. "Iya, tapi Mama langsung ke sana saja. Mama tidak akan ke rumah sakit dulu. Kata Mama, dia akan memasak dulu di mansion Kak Geo. Mama juga sudah meminta izin kepada Cara. Meski sempat dilarang, tapi akhirnya tetap jadi. Soalnya pulang dari rumah sakit yang lainnya pasti akan lapar, begitu kata Mama," terang Siera.
Farel mengangguk kecil mendengar perkataan Siera. Laki-laki itu mengangkat tangan kecil Siera yang sedang digenggamnya. Setelahnya laki-laki itu terkekeh kecil merasa lucu dengan tangan kecil Siera yang bergandengan dengan tangan lebarnya. Sedangkan Siera yang melihat Farel terkekeh kecil, mengerutkan kening bingung.
"Kenapa kamu tertawa, Kak?" tanya Siera.
Siera yang mendengar itu memutar bola matanya malas. "Jelas aja kecil, kalau tanganku besar maka akan terlihat mengerikan," cetus Siera malas.
Farel terdiam mendengar perkataan Siera. "Bener juga, ya," celetuk Farel. "Badan kamu saja sakit sekecil ini. Mana mungkin tangan juga besar kan?" sambung Farel.
__ADS_1
"Nah itu kamu tahu, Kak," sahut Alisa.
Ting …. Pintu lift kembali terbuka, Farel menarik tangan Siera keluar dari dalam ruangan lift.
"Nanti kamu makan banyak-banyak ya, kalau sudah menikah. Biar kamu semakin berisi, pasti kamu akan lebih imut kalau terlihat bulat," papar Farel.
Siera mendongak menatap wajah Farel yang juga sedang menatapnya. Kening gadis itu berkerut terlihat sedang menyaring maksud perkataan Farel tadi. "Jadi maksud kamu aku ini kurus, begitu?" protes Siera.
Farel menggeleng cepat menanggapi perkataan Siera. "Bukan, Sie. Maksud aku, kamu itu akan lebih cantik dan lebih imut kalau berisi. Aku sudah membayangkannya kalau kamu lebih terlihat bulat," jelas Farel.
Siera mendengus menanggapi perkataan Farel. "Tidak, aku tidak suka berisi. Kata orang wanita gendut itu tidak menarik. Sekarang kamu berbicara seperti itu, coba nanti kalau aku sudah terlihat gendut. Pasti kamu akan meninggalkan aku dan mencari wanita lain," papar Siera.
__ADS_1
Farel ternganga mendengar perkataan Siera yang begitu tidak masuk akal menurutnya. "Mana ada begitu, Sie. Aku tidak menilai orang dari fisik. Jika aku sudah nyaman denganmu kenapa aku harus mencari orang lain? Jika segampang itu bagiku menyukai wanita, maka aku tidak akan jomblo sebelum bertemu denganmu," ungkap Farel.