Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
44. Histeris (lb)


__ADS_3

Tubuh Jesy diseret secara paksa oleh dua satpam Carves Company. Jesy terus berteriak histeris minta dilepaskan. "Lepaskan aku!" teriak Jesy.


Semua mata karyawan menatap ke arah Kesy dengan pandangan mengejek. "Aku bilang lepaskan aku bangsat. Lihat saja, kalau aku sudah sah menjadi Nyonya Carves. Akan aku pecat kalian," bentak Jesy.


"Sepertinya dia sudah gila," ejek seorang karyawan.


"Benar, tidak waras dengan bermimpi menjadi Nyonya Carves," sambung seorang karyawan lagi.


"Mungkin dia salah satu korban Tuan Carves. Tapi, dia sungguh memalukan ya."


"Iya, padahal sudah menjadi rahasia umum bagaimana sifat Tuan Carves."


"Dia pasti hanya ingin mencari perhatian Tuan Carves."


"Ck … memalukan, teriak-teriak seperti orang gila di perusahaan besar seperti ini."


Jesy mengepalkan tangannya mendengar kalimat ejekan para karyawan kepada dirinya. Jesy menatap tajam sekeliling. "Jaga mulut kalian, lihatlah aku akan mengingat wajah-wajah jelek kalian ini. Setelah aku resmi menikah dengan Rical nanti, kalian semua akan aku pecat!" teriak Jesy.


Bukannya takut, para karyawan itu malah tertawa berjamaah mengejek Jesy. "Aku sarankan kau untuk mengatur jadwal dengan dokter kejiwaan Nona," ledek seorang wanita.

__ADS_1


"Atau mungkin kita saja yang menelepon bagian rumah sakit jiwa, supaya dia tidak lama-lama mengatur jadwal."


"Benar, sepertinya dia sedang mendaftar untuk jadi anggota keluarga rumah sakit jiwa."


"Mungkin dia sudah bosan tinggal di alam bebas begini. Anda ingin menginap di rumah sakit jiwa ya?"


Kalimat ejekan terus dilontarkan para karyawan kantor kepada Jesy yang sudah memerah karena emosi. Napas Jesy memburu merasa tingkat kemarahannya sudah mulai melewati batas aman. "Diam bangsat!" teriak Jesy histeris. Para karyawan malah semakin menertawakan tingkah Jesy.


...*****...


Geo tersenyum melihat wajah polos Cara di saat wanita itu terlelap. Geo mengecup pelan pipi kanan sang istri, melihat Cara tidak merasa terganggu membuat Geo kembali tersenyum. "Mobil sudah siap Tuan," ucap seorang laki-laki yang baru saja sampai.


Sepasang suami istri itu sudah sampai di Amerika, mereka masih berada di dalam pesawat karena Cara begitu pulas tertidur. Geo mulai mengangkat tubuh mungil Cara dan membawanya menuju ke dalam mobil yang sudah disiapkan para pengawalnya. Geo memilih menggendong Cara ala koala supaya nanti saat di mobil istrinya itu lebih nyaman.


"Baik Ketua," sahut sang supir yang merupakan salah satu anggota Death.


"Bagaiamana dengan Gery?" tanya Geo kepada laki-laki yang berada di samping supir.


"Aman Ketua, dia terus meminta untuk dibunuh," terang laki-laki itu.

__ADS_1


Geo tersenyum miring mendengar itu. "Perampokan unit empat?" tanya Geo lagi.


"Sudah kami tangani sesuai komando dari Tuan Juan kemarin Ketua," sahut laki-laki itu lagi.


Geo mengangguk singkat, setelahnya laki-laki itu menoleh saat merasakan sedikit pergerakan dari tubuh sang istri. "Sudah kau ganti aroma markas dengan wangi roti?" tanya Geo.


"Sudah Ketua," sahut laki-laki bernama Darel. Darel adalah kepala dari para ketua bagian di Death. Jadi Darel adalah orang tertinggi di Death setelah Geo, Alex dan Farel. Geo menyuruh Darel untuk mengganti aroma markas menjadi aroma roti. Sebab itu merupakan aroma kesukaan Cara.


.


.


.


Markas utama Death


Bangunan mewah yang begitu luas, itu adalah markas utama Death. Melihat dari bentuk bangunan, orang tidak akan menyangka kalau itu merupakan sebuah markas kumpulan mafia terkejam di dunia. Bangunannya begitu mewah terlihat seperti mansion pada umumnya. Jika dalam kategori mansion, mungkin bangunan ini akan menjadi bangunan termewah.


Geo keluar dari mobil sambil membawa tubuh mungil Cara yang masih memejamkan mata. Deretan laki-laki berpakaian hitam khas Death membuat bangunan itu terlihat begitu mengagumkan. Seluruh anggota Death yang berada di negara Amerika, memang sengaja melakukan sebuah penyambutan untuk kedatangan Geo dengan Cara sang istri. Geo segera mengangkat tangan kanannya saat melihat para anggota akan bersuara untuk memberinya hormat selamat datang.

__ADS_1


Geo tidak ingin Cara terkejut dan terbangun oleh suara serentak sekumpulan laki-laki yang mencapai angka ribuan itu. Gerakan tangan Geo itu dimengerti oleh seluruh anggota Death. Mereka diam dan menunduk saat Geo berjalan sambil memeluk erat tubuh sang istri. "Persiapkan Gery, aku akan segera ke sana." Geo bersuara sambil terus mengayunkan kakinya.


"Baik Ketua," sahut Darel patuh.


__ADS_2