Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
253. Rumah Sakit (lb)


__ADS_3

"Heh, sudahlah jangan berdebat lagi. Kalian ini benar-benar, kepala Mommy sakit nih jadinya," ucap Cara frustasi.


"Tuh, karena kamu Mommy jadi sakit kepala," ucap Geo.


"Begitu ya Mommy, kepala Mommy cakit? Ayo duduk bial Geno pijat. Geno pelnah lihat kalau kepala cakit, bica belkulang kalau dipijat," tutur Geno.


"Wah, benarkah Sayang? Kamu melihatnya di mana?" tanya Cara.


"Di poncel Papi, Mom. Papi waktu itu juga cedang melihat wanita tidak pakai baju. Kila-kila kenapa ya wanita itu tidak pakai baju Mommy?" tutur Geno polos.


Cara dan Geno terkejut mendengar kalimat polos Geno. Sepasang suami istri itu saling tatap dengan wajah begitu terkejut. Setelahnya Geno mendengar kesal sambil bergumam. "Rical bangsat," gumam Geo.


Cara berjongkok dan menatap wajah putranya serius. "Apa kamu melihat wanita itu telanjang, Sayang?" tanya Cara.


Geno mengangguk pelan sambil menyahut kalimat Cara. "Iya, Mommy. Tapi belum jadi Al ikut menonton, Papi cudah mematikan poncelnya. Geno kecal waktu itu, kalena tahu Papi tidak ingin belbagi denganku," balas Geno nampak kesal.


'Astaga, kepolosan putraku hampir terenggut oleh Rical kurang ajar ini,' batin Geo.

__ADS_1


"Ekhm … sudahlah, jangan diingat lagi itu ya, Sayang. Itu tidak baik untuk anak Mommy yang masih sebesar ini," jelas Cara.


"Kenapa, Mommy?" tanya Geno penasaran.


"Intinya tidak baik saja, Boy. Jadi ikuti perkataan Mommy, jangan diingat lagi, itu tidak penting," sahut Geo.


Meski ayah dan anak itu sering berdebat. Namun, jika Geo sudah memperlihatkan wajah serius dan tegas seperti itu. Geno juga akan mengerti dan patuh dengan perintah Daddy-nya. "Baik, Daddy," jawab Geno patuh.


"Bagus, sekarang kalian bersiap-siaplah. Kita harus segera ke rumah sakit," tutur Geo.


"Jadi mereka kita bawa saja, Dad?" tanya Cara.


"Ya sudah, kalau begitu para laki-laki tampan Mommy, ayo kita ganti baju," ajak Cara kepada Geno dan Pandi.


"Kita ingin ke mana Mom?" tanya Pandi.


"Apa kamu tidak dengal jika Daddy mengatakan kita akan ke lumah cakit tadi? Cepeltinya telingamu itu halut cegela dibelcihkan," sahut Geno.

__ADS_1


Pandi menoleh kesal ke arah Geno memperlihatkan wajah cemberut khas anak kecil miliknya. Sedangkan Cara sudah menggelengkan kepalanya saat dua anak laki-laki itu selalu saja seperti itu. Pandi adalah anak laki-laki yang super aktif dengan celotehannya yang juga aktif. Berbanding terbalik dengan Geno yang begitu pendiam dan irit bicara.


Namun, lihatlah sekalinya berbicara Geno mampu membuat orang kesal dan sakit hati. Benar-benar mirip seperti ayahnya, Geo sang kulkas berjalan. "Mommy, Geno kacal," adu Pandi.


"Bicanya mengadu caja," sahut Geno.


"Sudah, sudah … jangan berdebat lagi kita harus segera ke rumah sakit," lerai Cara.


"Memangnya kita akan melakukan apa di lumah cakit, Mom?"


Cara tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Pandi. Ya, seperti yang disebutkan Pandi adalah anak laki-laki yang begitu aktif yang sedang begitu cerewetnya untuk bertanya. "Karena kalian akan segera mempunyai adik lagi," balas Cara.


Mendengar kalimat Cara, Geno dengan cepat mendongak menatap wajah Mommy-nya. "Benal begitu, Mommy?" tanya Geno antusias.


"Iya, Sayang. Katanya Geno sudah tidak sabar ingin punya adik kan?" balas Cara. Memang selama ini Geno begitu menyukai anak bayi. Sehingga anak laki-laki itu seringkali meminta adik kepada Cara dan Geo.


Sebenarnya trauma Geo sudah tidak separah dulu. Laki-laki itu juga sudah berniat untuk menambah anak mereka. Apalagi melihat Geno yang begitu menginginkan seorang adik perempuan.

__ADS_1


Namun, takdir berkata lain di mana Cara divonis cukup sulit untuk bisa hamil kembali. Sebab pendarahan yang pernah dialami oleh wanita itu, membuat rahim Cara sekarang ini melemah. Namun, setidaknya kata sulit bukan berarti tidak bisa untuk hamil lagi. Jadi mereka hanya menunggu keajaiban dari Tuhan.


__ADS_2