
"Malam ini Mama dan Papa tidur di sini kan?" tanya Cara.
Tiara dan Bagas saling pandang mendengar perkataan Cara. Sepasang paruh baya itu nampak bingung harus menanggapi perkataan Cara seperti apa. Mereka hanya takut jika Geo merasa terganggu dan tidak setuju dengan kehadiran mereka di sana. "Maaf, Sayang. Mungkin Mama dan Papa kembali ke rumah saja," balas Tiara.
Mendengar itu Cara hanya bisa menghela napas pelan. Wanita itu bisa menebak isi pikiran sepasang paruh baya itu. Sedangkan Siera, hanya bisa tersenyum kecil saat melihat wajah kaku kedua orang tuanya. "Baiklah, tapi aku harap Mama dan Papa akan sering ke sini," sahut Cara.
Tiara tersenyum menanggapi perkataan Cara. "Iya, Mama dan Papa akan sering ke sini. Tentu saja karena Mama dan Papa pasti akan merindukan bayi tampan ini," tutur Tiara.
Kira tersenyum kecil mendengar jawaban dari Tiara. Setelahnya wanita itu menoleh ke arah tiga gadis yang sedang duduk. "Kalian juga sering lah ke sini," papar Cara. berdampingan.
"Oh, tentu saja, Kak. Aku ingin selalu cuci mata, melihat putra Kakak sungguh membuat mataku semakin jernih," sahut Lamira.
Cara tertawa kecil mendengar jawaban dari Lamira. Sedangkan Lamira tidak sadar jika saat ini Juan sedang menatapnya tajam. "Iya, aku juga begitu. Melihat wajah Geno, membuat pandangan mataku semakin jernih," sindir Alex.
__ADS_1
Lamira terkejut, dengan cepat gadis itu menoleh ke arah Alex yang ternyata sedang menatapnya dengan tatapan kesal. Gadis itu meringis melihat tatapan Alex untuknya. Sedangkan yang lain sudah terkekeh kecil melihat sepasang tunangan itu.
Begitu pula dengan sepasang paruh baya yang berada di antara para anak muda itu. Tiara dan Bagas tertawa kecil melihat wajah cemburu yang begitu jelas dari wajah Alex. "Sudahlah, hari sudah semakin larut. Lebih baik kita semua pulang, Geno juga sudah tidur. Cara juga harus segera beristirahat," papar Farel.
"Benar, ayo kita pulang," sambung Rical.
...*****...
"Tidak perlu, Sayang. Cukup dengan aku saja," balas Cara.
"Aku hanya takut jika kamu kelelahan nanti. Memang aku akan membantu, tapi aku takut dengan kondisi kamu saat ini, Baby," tutur Geo.
Cara tersenyum mendengar perkataan sang suami. Wanita itu menunduk menatap wajah damai putranya yang sudah tertidur di dalam pelukannya. "Tidak apa-apa, Daddy. Aku ingin merawat dan membesarkan anak kita tanpa bantuan orang luar. Aku akan fokus hanya kepada kamu dan juga putra kita."
__ADS_1
Cara menoleh menatap wajah tampan sang suami yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya. Geo merasa senang mendengar perkataan Cara. "Aku senang dengan itu, Baby. Aku tahu kita pasti bisa, tapi … kamu tidak boleh terlalu kelelahan. Aku tidak ingin kamu kembali drop, Mommy," bisik Geo begitu lembut.
Cara tersenyum menatap wajah suaminya. Jelas terlihat raut khawatir di wajah Geo untuk dirinya. Wanita itu mengerti dengan perasaan sang suami, yang sempat frustasi dengan keadaannya. Keadaan Cara yang sempat koma selama tiga hari. "Aku berjanji tidak akan kenapa-napa lagi, Daddy," tutur Cara.
Geo mendekat ke arah sang istri dan mengecup pipi kiri Cara begitu lembut. Setelah laki-laki itu menatap wajah putranya yang saat ini sedang berada di dalam gendongan Cara. "Biar aku pindahkan baby Geno, Sayang," kata Geo.
Meski Geo sudah membuatkan kamar khusus untuk Geno, tetapi mereka tentu saja masih akan meletakkan bayi kecil itu di dalam kamar mereka. Cara mengatakan, jika nanti umur Geno sudah mencapai dua tahun. Barulah Geno akan menghuni kamar itu.
"Kamu tidurlah, Baby. Kamu tidak boleh kelelahan, kamu harus banyak istirahat," ucap Geo.
"Iya, Dad," balas Cara. Setelahnya Cara memindahkan tubuh bayi kecil itu ke dalam pelukan Geo. Geo yang memang sudah belajar dalam menggendong bayi, saat ini sudah terlihat lebih terampil.
Secara perlahan Geo membawa tubuh kecil Geno menuju ranjang kecil yang berada di samping ranjang king size mereka. Laki-laki itu menatap wajah polos bayi kecil itu dengan pandangan penuh kasih sayang. "Cepatlah besar, boy. Jadilah laki-laki kuat dan tangguh bahkan melebihi Daddy. Kedepannya kamu juga akan ikut melindungi Mommy," bisik Geo di daun telinga sang bayi.
__ADS_1