Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
46. Ingin Baby (lb)


__ADS_3

Geo menikmati setiap jeritan kesakitan dari mulut Gery. Sang pemimpin Death itu duduk santai sambil menatap dingin seorang laki-laki yang sedang merintih kesakitan. "Bunuh saja aku, bangsat," lirih Gery.


"Pisau K empat," ucap Geo menghiraukan perkataan Gery.


Seorang laki-laki mendekat sambil memberikan jenis pisau yang diminta Geo. Geo memutar-mutar pisau kecil itu di tangannya. Setelahnya laki-laki itu menatap dingin Gery yang sedang menatapnya was-was. "Aku sedang malas menjahit, jadi bagaimana kalau ini saja," papar Geo.


Gery menggeleng kencang, seirama dengan detak jantungnya yang sudah begitu terasa sesak. Ketakutannya yang kian bertambah membuat Gery hanya bisa pasrah dengan nasibnya. "Kau benar-benar iblis, mungkin kau lebih kejam dari malaikat maut," desis Gery.


Geo tertawa jahat. "Ya, aku tahu. Terima kasih atas pujianmu." Geo berdiri mendekat ke arah Gery yang sudah semakin pucat.


Geo menekuk kakinya tepat di depan Gery, laki-laki datar itu memperlihatkan pisau kecil itu kepada Gery. "Kau suka dengan ini? Atau perlu aku ganti?" tanya Geo.


Gery hanya diam menatap tajam Geo yang sedang tersenyum remeh ke arahnya. "Bagaimana kalau pisau ini bisa memisahkan kakimu yang hampir terpotong ini?" sambung Geo.


Glek …. Bukan hanya Gery yang merasa ngeri dan takut. Namun, beberapa anggota yang bertugas di sana sudah merinding sedari kedatangan Geo tadi. Gery memejamkan matanya saat Geo mulai mendekatkan pisau kecil itu ke arah kaki kirinya. "Akhhh …." Gery menjerit saat pisau itu sukses menyapa kulit kakinya.

__ADS_1


"Kak Ge." Suara seseorang mengalihkan perhatian semua orang. Gerakan tangan Geo terhenti, laki-laki dingin itu menoleh dan terkejut saat melihat keberadaan Cara di sana.


Geo berdiri dan memberikan pisau kecil itu kepada laki-laki yang berada di samping Cara. "Kenapa ke sini Sayang?" tanya Reo begitu lembut.


Hal ini mampu membuat semua orang terkejut. Kepribadian lain Geo yang baru kali ini mereka lihat dan saksikan secara langsung. Mereka tidak menyangka kalau Geo ternyata benar-benar memperlakukan istrinya bak seorang ratu. "Aku bangun, tapi tidak menemukan Kakak," ucap Cara.


Cara memiringkan kepalanya berniat melihat keadaan di dalam ruangan itu. Cara sempat mendengar suara jeritan kesakitan seorang laki-laki. Geo menarik pelan kepala Cara menghalangi istrinya supaya tidak melihat hal mengerikan di dalam sana. "Tidak usah dilihat Baby," ucap Geo pelan.


"Apa dia istrimu? Cantik juga, bolehkah aku mengicipnya?" ujar Gery memancing Geo.


"Sepertinya kau benar-benar sudah minta mati. Silakan kau cari ja***g nanti di neraka," desis Geo. Tangan kanan Geo menarik tubuh Cara ke dalam pelukan dan menyembunyikan kepala istrinya itu di dalam jaket yang masih di pakainya. Tangan kiri Geo mengambil alih pisau kecil yang sempat berpindah tangan itu. Tanpa berbalik badan untuk melihat sasaran, Geo melayangkan pisau kecil itu ke belakang dengan tangan kirinya.


Jleb …. "Bukankah kau tadi meminta mati?" desis Geo. Pisau kecil itu bersarang tepat di leher Gery sehingga membuat darah mulai bercucuran dari sana. Semua orang yang menyaksikan itu sudah melotot merasa ngeri dengan kemampuan Geo yang begitu paripurna.


"Setelah dia mati, berikan mayatnya untuk Mottle." Setelah mengucapkan itu Geo mengangkat tubuh Cara dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


...*****...


Cara masih mengalungkan tangannya di leher suaminya, gadis itu menatap wajah tampan Geo begitu intens. Reo Geo merasa ditatap menunduk dan menaikkan sebelah alisnya melihat tatapan sang istri. "Kenapa Sayang?" tanya Geo lembut.


Cara menggeleng pelan. "Tidak, hanya saja Kak Ge sepertinya semakin tampan," ujar Cara, 'dan tadi begitu mengerikan,' lanjut Cara di dalam hati.


Reo terkekeh mendengar perkataan sang istri. "Terus bagaimana?" Geo memeluk erat Cara sambil mengecup singkat bibir istrinya.


"Tidak ada, aku hanya ingin memberi tahu itu," sahut Cara.


Geo tersenyum miring. "Aku ingin sesuatu," ujar Geo.


Cara mengernyit bingung. "Apa?" tanya Cara.


"Aku ingin baby, ayo kita buat baby" bisik Geo tepat di daun telinga Cara. Cara meneguk ludahnya kasar. Geo mulai bermain dengan tubuhnya. Hal itu membuat Cara pasrah dan memilih mengikuti permainan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2