
Lamira yang mendengar itu, ikut menoleh. Seketika mata gadis itu melotot melihat laki-laki yang begitu dikenalinya. "Kenapa dia tidak memberi tahu aku?" cetus Lamira kesal.
"Eh, Mora! Kamu ingin ke mana?" Tiwi memanggil Lamira yang baru saja melepaskan genggaman tangan mereka dan berlalu dari sana.
"Dia ingin ke mana? Ayo." Dani mengikuti langkah kaki Lamira, yang diikuti juga oleh Tiwi di belakangnya.
Sedangkan Alex yang melihat kedatangan Lamira tersenyum manis ke arah gadis itu. Jelas saja senyum itu membuat heboh penghuni sekolah. Lamira yang mendengar keadaan semakin heboh, mendengus kesal. Gadis itu mempercepat langkahnya ke tempat Alex yang masih saja tersenyum. "Kamu sudah pu … hmmp."
Semua mata melotot saat menyaksikan keberanian Lamira membekap mulut laki-laki yang sedari tadi menjadi pusat perhatian. Begitu pula dengan Tiwi dan Dani yang sudah menghentikan langkah mereka sambil saling tatap dengan mulut terbuka. "Apa yang dia lakukan?" ucap Tiwi terkejut.
Sedangkan Alex yang tiba-tiba dibekap seperti itu mengernyit. Mata Alex menatap Lamira seakan bertanya. "Kenapa tidak bilang akan ke sini?" tanya Lamira.
Alex menunjuk tangan Lamira yang masih membekap mulutnya. Lamira yang baru sadar dengan itu terkekeh bodoh. "Aku lepas, tapi jangan tersenyum. Okey?" papar Lamira.
Meski bingung, Alex hanya bisa mengangguk menyanggupi perkataan gadis itu. Setelah melihat Alex mengangguk, Lamira menarik tangannya dari mulut Alex. "Jadi kenapa Abang tidak memberi kabar akan menjemputku? Aku pikir masih supir yang menjemput," ulang Lamira.
"Aku sedang lumayan free, jadi tidak salah kan kalau aku yang menjemput," balas Alex.
"Tapi kenapa harus keluar mobil? Di dalam saja tunggu aku," cetus Lamira.
"Kalau aku di dalam mobil, kamu tidak akan tahu kalau aku yang menjemput. Kenapa memangnya kalau aku di luar?" tanya Alex bingung.
__ADS_1
"Kenapa Abang bilang? Apa tidak lihat semua orang heboh?" papar Lamira kesal.
Alex melirik sekitar, dia menangkap semua mata sedang memandang ke arahnya dan Lamira. "Aku pikir mereka memang sedang ada sesuatu, makanya berkumpul seperti itu," ujar Alex jujur.
"Ck, memangnya Abang tidak merasa aneh, yang berada di sekitar sini itu hanyalah manusia yang berjenis kelamin perempuan," tutur Lamira.
"Benar juga." Alex terkekeh saat baru menyadari hal itu. Lamira yang melihat itu melotot, dengan cepat gadis itu kembali membekap mulut Alex.
"Sudah aku katakan jangan tersenyum, apa lagi tertawa," celetuk Lamira kesal.
"Mira." Lamira menoleh dan mendapati dua temannya sedang menatap ke arahnya dan Alex dengan pandangan tidak mengerti.
"Dia … siapa?" Tiwi menunjuk Alex sambil bertanya ragu.
Tiga mata manusia yang berada didekat Lamira melotot. Jika Tiwi dan Dani melotot karena terkejut, mengetahui Lamira mengenal laki-laki setampan Alex. Berbeda dengan Alex yang melotot tidak terima dipanggil pawang. "Kamu panggil aku pawang? Enak saja, kamu pikir aku apa? Durhaka."
Ctak …. "Auh, ssh … sakit, Bang." Alex baru saja menghadiahi kening Lamira dengan sebuah jitakan cinta. Cukup perih, sehingga membuat gadis itu mengadu.
...*****...
"Kamu ingin makan sate apa, Sayang? Tidak ada yang namanya sate kambing, ya," ucap Geo.
__ADS_1
Cara menoleh dan terkekeh kecil. "Aku ingin makan sate ayam saja, tapi ingin sekali mencoba sate usus. Katanya enak," sahut Cara.
"Kamu yakin?" tanya Geo.
"Iya, aku juga ingin makan sate tulang ayam. Pokoknya semuanya serba ayam, jadi aman, Kak," papar Cara.
"Baiklah, di mana?" tanya Geo.
"Di persimpangan X belok kiri, aku pernah ke sana dulu bersama Siera. Di sana enak, aku sudah lama tidak ke sana. Nanti aku tunjukkan tempatnya. Tidak jauh dari persimpangan X," jelas Cara.
"Tidak pakai kacang kan?" tanya Geo lagi.
"Ada yang pakai kuah kacang, ada yang tidak Kak. Di sana juga ada sate telur puyuh … ah, aku jadi tidak sabar." Geo terkekeh melihat wajah berbinar Cara. Sepertinya wanita hamil itu sudah benar-benar kelaparan. Lebih tepatnya tidak sabar ingin menyantap sate.
.
.
.
Hai … aku mau tanya dong. Pendapat kalian aja, ingin aku buat part yang sedikit panjang lagi dimasa kehamilan Cara, atau ingin dipercepat menjadi hamil tua dan segera melahirkan?
__ADS_1
Aku hanya ingin pendapat aja, mungkin beda kepala beda pendapat. Mana tau nanti bisa bantu keraguan aku🤗
Terima kasih🥰