Pembalasan Istri Mafia

Pembalasan Istri Mafia
202. Pergi (lb)


__ADS_3

"Kau sudah ambil buktinya?" tanya Geo.


"Sudah, aku juga sudah menyiapkan semuanya sesuai dengan yang kamu perintahkan. Sepertinya dugaanmu memang benar, mereka mencari celah dengan cara memancing anggota bagian bawah. Setelahnya mereka masuk melalui celah itu dan berakhir menjadi penghianat," jawab Alex.


Geo menyeringai mendengar perkataan Alex. "Lakukan sesuai rencana pertama, jika mereka memberontak habis tanpa sisa," desis Geo.


"Baiklah, aku juga sudah menyiapkan beberapa anggota yang mungkin bisa menjadi pemimpin pertempuran nantinya," papar Alex.


Kening Geo berkerut mendengar kalimat Alex kali ini. Laki-laki datar itu menatap ke arah Rical yang nampak sedang memikirkan sesuatu. Melihat itu kening Geo semakin terlihat berkerut. "Bukan kau yang turun?" tanya Geo kepada Rical.


Nampak raut terkejut dari wajah Rical saat Geo berbicara kepadanya. Geo dan Farel yang melihat itu tentu saja merasa bingung. Tidak biasanya seorang Rical terlihat banyak pikiran seperti itu. Sebab mereka tahu, di antara mereka Rical adalah laki-laki yang paling santai dan paling bebas. Sedangkan Alex yang sudah mengerti permasalahan laki-laki itu hanya bisa menghela napas berat.

__ADS_1


"Aku tahu bagaimana pemikiran Rical saat ini. Jadi karena itu aku tidak membiarkan dia untuk turun lapangan kali ini. Itu bisa membahayakan," celetuk Alex.


Geo dan Farel menoleh ke arah Alex saat mendengar kalimat laki-laki itu. Nampak raut bertanya dari wajah dua laki-laki datar itu kepada Alex. Sedangkan Rical yang jelas melihat raut penasaran dari Geo dan Farel hanya bisa menghela napas berat. "Masalah apa?" tanya Geo.


Alex melirik ke arah Rical seakan meminta izin untuk memberitahu dua laki-laki daftar itu. Sedangkan Rical hanya mengangguk kecil menanggapi lirikan dari Alex. Merasa mendapat persetujuan untuk berbicara. Alex akhirnya mulai berbicara dan menceritakan permasalahan Rical saat ini kepada ada Geo dan Farel.


Beberapa menit Alex bercerita, Geo dan Farel menoleh ke arah Rical dengan pandangan serius. "Sedari awal kau membawa Helen ke dalam kehidupanmu. Aku sudah mengatakan untuk jangan bermain-main lagi. Cukup dan sudahi semuanya, umurmu tidak lagi muda. Berhenti untuk bermain-main dan lakukanlah hal yang serius. Kau tahu sendiri, bagaimana keinginan Cara untuk menjaga Helen. Jika dia tahu kau masih bermain wanita, aku jamin Cara akan marah besar kepadamu," papar Geo panjang lebar


"Apa lagi yang kau bingungkan?" tanya Farel.


"Apa kau masih tidak yakin bisa membahagiakannya?" tambah Alex. Rical menunduk mendengar kalimat para sahabatnya. Laki-laki itu mengusap wajahnya kasar merasa begitu bingung dalam beberapa hari ini. Perasaan dan pikirannya cukup kacau memikirkan hubungannya dengan Helen.

__ADS_1


"Satu hal yang pasti, aku ingin mengingatkanmu. Jika sampai Cara tahu kau masih bermain wanita. Aku rasa Cara akan membawa pergi Helen dari kehidupanmu. Bukankah sebelumnya dia sudah pernah mengatakan ini kepadamu? Mungkin waktu itu dia terdengar seperti sedang bercanda. Tapi aku tahu kalau dia serius dalam mengucapkan itu," ucap Geo.


Rical terkejut mendengar kalimat Geo kali ini. Laki-laki itu mengingat perkataan Cara beberapa bulan yang lalu saat pertemuan pertama mereka. Mengingat itu Rical merasakan ketakutan di dalam hatinya. Dia tidak ingin jika Helen benar-benar dibawa pergi dari kehidupannya.


"Jangan sampai kau mendapatkan hukuman lagi setelah beberapa bulan yang lalu kau baru lepas dari hukuman. Geo hanya akan menyuruhmu pergi dari negara ini. Aku rasa itu tidak terlalu sulit bagimu, kau malah terlihat menikmatinya. Tapi jika Helen yang dibawa pergi dari kehidupanmu. Aku rasa kau bisa gila," papar Alex.


"Aku tidak ingin Helen pergi dari kehidupanku. Mungkin aku memang bisa gila," sahut Rical jujur.


"Kalau begitu jangan bertindak bodoh lagi. Berhenti sebelum Cara tahu semuanya," peringat Farel.


"Kalau kau masih tidak yakin, apa perlu aku membantu untuk menyembunyikan Helen sementara? Supaya kau tahu bagaimana rasanya nanti saat berpisah darinya," ejek Alex.

__ADS_1


Rical dengan cepat menoleh ke arah Alex dan menatap laki-laki itu dengan tatapan kesal. "Tidak usah main-main kau," ketus Rical.


__ADS_2