
Bima dan Bimo saat ini sedang tertawa senang sebab merasa berhasil menculik bayi Reo. Sepasang laki-laki kembar itu terus berlari membawa kereta bayi itu ke arah parkiran bawah tanah. "Mobil box putih," ucap Bimo.
"Setelah ini, kita apakan manusia kecil ini?" tanya Bimo.
Bima tersenyum miring mendengar pertanyaan Bimo. "Tentu saja dengan ini, kita akan membuat Reo meminta maaf dan meminta ampun kepada kita. Setelah itu, kita buat dia sengsara. Aku jamin, dia pasti akan memilih menyelamatkan bayi ini dan menyerahkan tubuhnya sendiri," ucap Bima.
"Aku sudah tidak sabar menunggu itu semua," balas Bimo.
"Buka," titah Bima.
"Langsung masuk saja, aku yakin sekarang anggota Death sudah mulai bergerak," tutur Bimo. Bima dan Bimo mendorong kereta bayi itu ke dalam mobil box putih itu. Setelahnya mobil itu melaju meninggalkan parkiran rumah sakit.
...*****...
"Jadi bagaimana kondisi istri saya?" tanya Geo.
"Nyonya Vetro masih belum sadar, Tuan. Pendarahan yang dialaminya cukup parah sehingga membuat fisik Nyonya Vetro melemah. Kami sudah melakukan cek tekanan darah dan cek gerakan jantung. Sejauh ini kondisi Nyonya Vetro masih termasuk aman. Hanya saja kesadarannya yang belum kembali. Setelah ini, kami akan memindahkan Nyonya Vetro ke ruangan inap siaga," jelas dokter perempuan itu.
"Kapan istri saya bisa sadar?"
__ADS_1
"Untuk hal ini, saya tidak bisa memastikannya, Tuan. Maaf … karena ini semua berada di luar jalur kami sebagai ahli medis. Sebab Nyonya Vetro tidak sadarkan diri bukan karena suntik epidural melainkan karena kekurangan darah dan keterguncangan psikis yang sempat dia alami sebelum melahirkan. Karena itu kami tidak bisa memastikan kapan kira-kira Nyonya Vetro akan sadar. Tapi kami tentu berharap semoga Nyonya Vetro segera sadar."
Geo menghela napas berat mendengar perkataan dokter perempuan itu. Dia merasa bersalah karena tidak mengetahui ketakutan sang istri selama beberapa hari ini. 'Kenapa kamu hanya diam saja, Sayang? Kenapa kamu tidak berbagi kepadaku tentang ketakutan dan kecemasan kamu itu?' batin Geo sendu.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan?" Geo kembali bertanya sambil memandang wajah pucat sang istri yang nampak begitu tenang memejamkan mata.
"Untuk saat ini, peran orang-orang disekitar sangat diperlukan. Ajaklah pasien berbicara dan bercerita, hal-hal yang mungkin bisa memicu alam bawah sadar pasien untuk kembali tersadar ke dunia nyata," papar dokter.
"Baiklah," sahut Geo.
"Saya juga ingin mengatakan, karena Nyonya Vetro kekurangan banyak darah … jadi seharusnya setelah selesai operasi, Nyonya Vetro harus mengkonsumsi makanan yang berfungsi untuk penambah darah. Namun, karena Nyonya Vetro tidak sadarkan diri. Kami terpaksa harus terus memantau kondisi darah Nyonya Vetro melalui alat. Jika Nyonya Vetro masih membutuhkan darah, maka kami akan melakukan transfusi darah," ungkap dokter.
"Lakukan yang terbaik," balas Geo.
...*****...
Mobil box putih itu terparkir di depan sebuah gedung tua di dalam sebuah hutan. Sepasang laki-laki kembar itu sengaja membawa bayi Geo ke sana untuk memancing pemimpin Death itu keluar sarang. "Cepatlah!" teriak Bima.
"Sabarlah!" sahut Bimo tidak kalah berteriak.
__ADS_1
Dret …. Pintu bak belakang mobil itu terbuka. Bima menurunkan keranjang bayi itu dan segera membawa keranjang itu ke dalam gedung tua itu. "Apa perlu menghubungi mereka sekarang?" tanya Bimo.
"Biarkan saja, aku ingin mengganti baju dulu. Kenapa baju ini begitu panas?" gerutu Bima.
Beberapa menit berlalu sampai dua laki-laki itu saling pandang saat merasa ada sesuatu yang aneh. Mereka sudah sedari tadi berisik dan sebagainya, tapi kenapa keranjang bayi ini seakan tidak berpenghuni. "Kenapa dia tidak menangis sedari tadi?" tanya Bima bingung.
"Entahlah, apa sudah mati?" balas Bimo.
Bima secara perlahan mendekat ke arah keranjang bayi itu dan membuka tirai keranjang itu. Setelahnya Bima mengangkat benda yang digulung rapi dengan bedongan bayi. Mata Bima menajam melihat itu semua. Bruk …. "Bangsat!"
Bima membanting benda itu sambil mengumpat marah. Bimo terduduk dan menatap benda yang sudah berserakan di atas lantai usang itu. "Boneka? Jadi kita sedari tadi dikerjai?" tanya Bimo tidak percaya.
"Benar, bagaimana rasanya bermain bersama Death?" Suara seseorang mengejutkan sepasang laki-laki kembar itu. Bima dan Bimo menoleh, setelahnya mata kedua laki-laki itu melotot melihat orang yang baru saja bersuara.
.
.
.
__ADS_1
Hai, terima kasih masih tetap stay dengan Cara dan Geo ❤️
Jangan lupa beri vote untuk PIM dong🤭