Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
pergi ke mall


__ADS_3

"Kak ada yang nelpon nih" ucap Mita dari samping Yudi seraya memberikan hp Milik Yudi.


"Assalamualaikum. Ada apa Rio" ucap Yudi yang menjawab telepon dari Rio yakni asistennya di kantor.


"Waalaikumsalam pak, jadi gini pak besok kita ada Rapat yang sangat penting. Apakah pak Yudi bisa ke kantor besok" jelas Rio.


"Saya akan datang besok ke kantor, siapkan berkas-berkas untuk rapat ya" ujar Yudi.


"Baik pak" sahut Rio.


"Kecil, kamu ngapain disini?" Ucap Yudi yang melihat Mita tengah duduk di sampingnya.


"Mita cuma mau duduk di sini. Itu siapa tadi yang nelpon kak?" Jawab Mita dan tak mau pindah dari posisinya.


"Itu asistenku yang di kantor, katanya ada rapat besok" ujar Yudi memberitahukan.


"Oh gitu ya" timpal Mita cuek.


"Daripada duduk aja gitu, lebih baik kemasi barang-barangmu Cil, biar nanti sore tinggal berangkat dan sekalian beresin juga baju-baju kakak" suruh Yudi pada Mita.


"Hmm kakak nih malas" ledek Mita sambil berjalan ke kamar.


"Apa kamu bilang, siapa yang malas" teriak Yudi.


"Hehehe kakak pemalas" ledek Mita lagi sambil menahan tawa namun akhirnya tak tertahankan. Mita pun masuk ke kamarnya untuk mengemasi semua barang-barangnya tak lupa juga Novel yang Yudi suruh untuk membawanya.


Ridho dan Hendra yang melihat tingkah mereka hanya tertawa, mereka lega akhirnya Yudi dan Mita bisa untuk saling berbagi gitu.


Yudi sedari tadi hanya menahan senyum nya bahkan dia sudah tertawa di dalam hatinya, dia tidak mau tertawa di hadapan Mita. Bagi Yudi tertawanya adalah mahal, dia belum pernah tertawa lepas dengan siapapun. Paling cuman tersenyum palsu, karena Yudi terkenal dengan anak yang ganteng namun datar, membuat nya menjadi misterius. Namun sudah beberapa kali ini Yudi tertawa lepas bersama Mita, namun ia tak menyadarinya.


Sekitar pukul 03:10 sore suasana begitu haru di kediaman Meli saat ingin melepaskan kepergian anaknya yaitu Mita ke Jakarta. Saat ini Mita tengah berpamitan kepada kedua orang tuanya. Mita sudah siap untuk pergi.


"Buk, pak, Mita pamit dulu ya, jangan lupa jaga kesehatan kalian, Mita pasti sangat rindu nantinya pada ibu dan bapak. Nanti kalau Mita udah lulus sekolah Mita akan kesini kok buat jenguk ibu sama bapak" ucap Mita sedih hingga mengeluarkan air mata harunya.


"Iya tenang saja kami disini baik-baik kok nak, pokoknya selama di jakarta nurut aja apa kata suami ya jangan ngebantah, dan jangan buat suami kamu marah" Ucap Meli sambil memeluk putrinya untuk terakhir kalinya. 


Setelah berpamit-pamitan Mita pun melangkah untuk masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke jakarta. Sebelum itu tak lupa Mita untuk mencium kedua orangtuanya bergantian. Mita memasuki mobil dengan wajahnya yang masih terlihat menangis, dirinya langsung melambaikan tangan saat mobil pun sudah dijalankan.

__ADS_1


Perjalanan begitu sangat nyaman saat Yudi selalu bercerita, hingga membuat kesedihan Mita sedikit menghilang. Sedangkan papanya sedang serius menyetir mobil.


"Kak disini banyak sekali gedung ya, terus gedungnya tinggi-tinggi, terus disini mobil juga banyak banget" cerocos Mita sambil melihat ke kanan dan ke kiri yang baru pertama kali melihat suasana jakarta.


"Namanya juga jakarta Cil" sahut Yudi.


Mobil yang membawa Mita untuk ke rumah Yudi berhenti di sebuah mall rencananya Hendra ingin membelikan keperluan Mita seperti keperluan sekolahnya dan lain-lain, Mita pun ikut turun dari mobil dan seketika ia merasa terkejut melihat pemandangan yang berada di depan nya, sedangkan Yudi menunjukan ekspresi yang datar tanpa minat. Namun dirinya bingung dengan sang Papah, karena Hendra tidak langsung pulang ke Rumah Justru berhenti di sebuah mall terlebih dahulu. Hendra sengaja berhenti di mall terbesar di jakarta supaya Mita bisa merasakan bagaimana berada di sebuah mall yang selama ini tak pernah ia lihat, Hendra juga berencana untuk membuat Yudi semakin dekat sama Mita.


"Pah, kok kita mampir ke sini?" ucap Yudi datar.


"Ini tempat apa sih kak, besar banget" tanya Mita takjub.


"Masa kamu gak tau tempat apa ini. Jelas-jelas ini mall tempat semua orang belanja, masih aja tanya" jawab Yudi memberitahu.


"Jadi ini yang namanya mall kak, Mita gak pernah pergi ke mall jadi gak tau apa itu mall. Ternyata disini juga banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang ya" sahut Mita


"Ya allah, Mita sama sekali gak menyangka bisa menginjakan kaki ke sini" ucapnya lagi.


"Dih Lebay" ucap Yudi dengan cuek.


"Yudi! Kamu ini!" Ujar Hendra kesal pada putranya.


"Yudi mau nunggu di mobil aja lah" timpal Yudi ingin memasuki mobil lagi, namun Hendra sudah menguncinya.


"Ikut! Gak boleh ada penolakan!" ucap Hendra seraya berjalan bersama Mita. Meninggalkan Yudi di parkiran.


"Aku gak punya pilihan lagi" lirih Yudi lalu menyusul mereka dari belakang.


"Yudi, tolong kamu antarkan Mita beli baju ke atas yah. Dan kamu bayarin semua keperluannya. Papah mau ke tempat lain" suruh Hendra dan langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan Yudi.


"Belum juga setuju, malah langsung pergi. Kalo tau gini, mending tadi aku di parkiran aja"gumam Yudi pelan.


"Kak ayo kita kesana" tunjuk Mita ke sebuah tempat. Mita berjalan dengan santai karena kakinya masih sedikit sakit akibat keseleo kemarin.


"Kak ini tangganya kok bisa berjalan, terus cara naikinnya gimana" tanya Mita 


"Ini namanya eskalator. Kalau mau lewat ya tinggal lewat, ayo coba aja." Jelas Yudi.

__ADS_1


"Mita baru tahu kak, nanti kalau Mita jatoh gimana" ujarnya.


"Kalau jatuh ya tinggal jatuh aja" sahut Yudi.


"Ih kakak mah gitu, orang Mita tanya serius gini kok dibercandain" ucap Mita sedikit memasang muka cemberut.


"Tuh merajuk lagi, ya sudah ayok kita naik kamu pegang aja tangan ku kalau gak mau jatuh" 


Jujur saja Yudi belum pernah menggandeng tangan perempuan selain sang Mamah, dan kali ini malah Yudi yang menawari gandengan kepada seorang gadis yang telah menjadi istrinya.


"Wah kak hebat banget ya, Mita gak perlu jalan" ucap Mita kagum dan masih memegang erat tangan Yudi.


"Ah kamu ini memang gak pernah ke mall ya, naik ini aja bangga" sahut Yudi.


"Kak liat deh, bagus banget bajunya" ucap Mita menunjuk ke sebuah tempat penjualan baju muslim yaitu baju gamis.


"Ayo kak ke sana, Mita mau lihat-lihat" ujarnya.


"Jangan lama-lama tapi" Yudi pun menuruti kemauan Mita.


"Ya allah kak disini bajunya mahal-mahal gak usah aja deh, kita ke tempat lain aja" ucap Mita tak semangat.


"Emang harganya berapa sih" 


"Masa gamis satu harganya 1 juta kak mahal banget, kalau di desa Mita,  uang segitu udah dapat puluhan baju" jelas Mita melangkah pergi.


"Mahal apanya, 1 juta mah murah Cil. Yaudah kita kesana lagi dan beli baju itu" tutur Yudi.


"Tapi sayang duitnya kakak nanti habis buat beli baju harga yang segitu"


"Kamu mau aku diomelin papa karena gak mau beliin baju kamu" 


"Ya gak mau lah kak" ucap Mita bersalah. Mereka pun akhirnya kembali ke tempat tadi dan membeli baju yang Mita inginkan.


"Kak, Mita capek" lirihnya


"Duduk aja di bangku itu dan tunggu disitu sebentar, nanti kakak kembali kesini" ujar Yudi seraya pergi meninggalkan Mita. 

__ADS_1


Mita pun menuruti apa yang Diperintahkan oleh Yudi.


Tak lama setelah Yudi meninggalkannya, akhirnya Yudi kembali dengan membawa 2 buah es cream yang berada di tangannya


__ADS_2