
Setelah dua hari Liana tak kunjung kembali. Rendy mulai ketakutan, takut Liana pergi, takut Liana mencintai orang lain, takut Liana akan melupakannya.
Rendy gelisah memikirkan istrinya yang pergi entah kemana, ia sudah mencari sang istri ke hotel tempat ia mengantarkan Liana terakhir kali, namun Liana tidak ada di hotel itu Rendy juga sudah mencari Liana kemana-mana namun ia tak menemukan istrinya.
Berbagai cara sudah dilakukan untuk mencari tahu dimana keberadaan Liana namun hasilnya nihil. Bak ditelan bumi Liana menghilang tanpa jejak.
"Liana kamu dimana? aku sangat merindukanmu," lirih Rendy sembari mengusap foto Liana.
Rendy mulai mogok makan rasanya ia sudah tidak nafsu makan ataupun minum, yang ada dalam pikirannya kini hanyalah Liana dan penyesalan yang begitu besar.
Di kantor.
Seperti biasa Ken sibuk dengan pekerjaannya sesekali ia melihat ponselnya berharap Rendy memberinya kabar kenapa Rendy tidak masuk kantor selama dua hari ini.
"Kemana anak itu pergi?" tanya Ken dalam hati pada dirinya sendiri.
Ken mulai khawatir dengan keadaan kakaknya berkali-kali ia mencoba menelpon Rendy namun tak ada jawaban dari kakaknya itu. Ken juga menelpon Liana namun hasilnya sama, Liana juga tak menjawab telpon darinya.
"Kenapa dengan dua orang itu? kompak banget dua-duanya gak bisa dihubungi," gumam Ken.
Ken kembali fokus pada laptop dan tumpukan berkas di mejanya.
"Ken, dimana pacarku?" ucap Jenny yang masuk kedalam ruangan Ken tanpa permisi.
Ken menatap kearah suara, "dasar gak tahu malu. Rendy gak ada dia lagi bulan madu sama istrinya," sahut Ken sinis.
"Bulan madu?" Jenny mengulang perkataan Ken.
"Rendy gak ada, kita bisa ... ." Jenny menggantung ucapannya dan berjalan mendekati Kendra!
Kendra yang terus fokus pada layar laptopnya dikejutkan dengan Jenny yang tiba-tiba memeluknya dari samping.
"Jenny, lo ngapain? lepasin gue!" ucap Ken sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan Jenny.
"Jangan sok jual mahal Ken, aku tahu kamu menginginkannya. Mumpung Rendy gak ada kita bisa heppy-heppy," ucap Jenny mencoba menggoda Kendra.
Kendra beranjak dari duduknya lalu menarik tangan Jenny mengeluarkan wanita itu dari ruangannya!
"Pergi lo dari sini! gue jijik sama lo," ucap Ken lalu menutup pintu ruangannya dengan kasar.
"Lihat saja nanti Ken, aku pastikan kamu akan bertekuk lutut dihadapanku, mengemis cinta dariku," ucap Jenny didalam hatinya sebuah senyum licik terukir dibibir Jenny.
__ADS_1
"Dasar wanita murahan," gerutu Ken sembari menepuk-nepuk badannya bekas pelukan Jenny.
Ken teringat kembali kepada Rendy yang tanpa kabar, ia menelpon Elma untuk menanyakan kenapa kah Rendy tidak masuk kantor sampai dua hari.
📞 "Iya, Ken ada apa?" ucap Elma dari sebrang telepon.
📞 "Mam. Kak Rendy ada disitu gak?" tanya Ken tanpa basa-basi.
📞 "Gak ada tuh. Kenapa memangnya, Nak?" tanya Elma.
📞 "Nggak apa-apa, Ma. Udah dua hati ini Kak Rendy gak masuk kantor aku udah coba menelponnya namun gak ada jawaban, Mama tahu dia kemana?" ucap Ken.
📞 "Mama gak tahu. Yang Mama tahu dua hari lalu Rendy mengantar Liana ke rumah sakit tempat kakeknya dirawat. Katanya kakeknya Liana sakit," jelas Elma.
📞 "Kakeknya Liana sakit?" Ken mengulangi perkataan Elma.
📞 "Yaudah ya, Mam. Mungkin Kak Rendy sedang menemani Liana di rumah sakit," ucap Ken lalu mematikan sambungan teleponnya.
*** *** ***
Satu minggu sudah berlalu namun Rendy belum juga masuk kantor. Merasa penasaran, setelah aktivitasnya selesai Ken pergi ke rumah Rendy untuk menemui kakaknya itu!
Ken melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, selama diperjalanan Ken terus memikirkan Rendy.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit Ken tiba dihalaman rumah Rendy.
Ken memarkirkan mobilnya disembarang tempat lalu ia segera turun dari mobilnya.
"Pada kemana nih bodyguard yang biasa jaga didepan rumah?" tanya Ken didalam hatinya pada diri sendiri.
Ken lanjut melangkahkan kakinya memasuki rumah sang kakak!
"Den! untung Aden datang, tolong Den," ucap seorang asisten rumah tangganya Rendy.
"Tolong apa, Bik?sahut Ken. "O, ya Bik, rumah sepi banget pada kemana yang lain?" sambung Ken lagi.
Ken penasaran kenapa semua bodyguard yang bertugas di rumah Rendy tidak ada satupun yang terlihat batang hidungnya.
"Nanti Bibik ceritakan. Sekarang tolong, Bibik dulu Tuan Muda mengurung diri dikamarnya dia gak mau makan dan gak mau minum tubuhnya sudah lemas tak berdaya. Bibik mau bawa Tuan Muda ke rumah sakit tapi Tuan Muda menolak," jelas asisten rumah tangga itu.
Tanpa menjawab ucapan asisten rumah tangga itu, Ken langsung berlari menuju kamar sang kakak!
__ADS_1
Setibanya di kamar sang kakak, alangkah terkejutnya ia saat melihat Rendy yang lemah tak berdaya, wajahnya pun terlihat pucat.
"Astaghfirullah, Rendy!" Ken berlari menghampiri Rendy.
"Ayo kita ke rumah sakit," ucap Ken dengan penuh kekhawatiran.
"Aku gak mau ke rumah sakit. Aku mau Liana ku kembali," ucap Rendy dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"Liana?" ucap Ken.
Rendy terus memeluk foto Liana, ia tak melepaskan foto itu walau sebentar.
"Gue akan cari Liana tapi lo harus ke rumah sakit. Kalau tidak, nanti lo mati sebelum minta maaf sama Liana," ucap Ken sembari membantu Rendy berdiri lalu membawanya ke dalam mobilnya.
"Gue mau Liana," ucap Rendy.
"Bik, ayo ikut aku ke rumah sakit," ucap Ken kepada asisten rumah tangga Rendy.
"Baik, Den," ucapnya sigap.
Kendra melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata! ia tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan terhadap kakaknya.
Sesampainya di rumah sakit Rendy langsung ditangani oleh Dokter.
Di ruang tunggu, Ken mondar-mandir gak jelas selain khawatir dengan keadaan Rendy, ia juga tak habis pikir dengan kelakuan Rendy yang menurutnya bodoh.
"Liana kemana, Bik?" ucap Kendra.
Ken memang tak tahu dengan apa yang terjadi kepada Rendy dan Liana.
"Satu minggu lalu Non Liana pergi dari rumah dan belum kembali sampai saat ini," ucap asisten rumah tangga itu.
"Bibik tahu kenapa Liana pergi?" tanya Ken.
"Mereka bertengkar hebat. Yang Bibik dengar Non Liana mengatakan kalau Tuan muda memiliki hubungan lagi dengan mantan kekasihnya," jelas asisten rumah tangga Rendy.
"Yaampun, aku harus cari Liana kemana, Bik? sampai saat ini dia gak bisa dihubungi, nomor teleponnya tidak aktif," ucap Ken.
"Semua bodyguard sudah dikerahkan untuk mencari Non Liana tapi belum ada kabar dari mereka," jelas asisten rumah tangga Rendy lagi.
"Mama udah tahu belum kalau Rendy sakit?" tanya Ken.
__ADS_1
"Belum. Tuan muda melarang Bibik untuk memberitahu Nyonya besar," sahutnya.
Bersambung.