
Liana terus berlari menuju mobilnya tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan sakit tapi ia terus berlari!
Sam yang berdiri didepan mobilnya melihat Liana berlari dengan langkah yang mulai gontai, Sam berlari menghampiri Liana karena ia tahu majikannya itu akan terjatuh.
Liana mulai merasakan sakit yang amat kuat di kepalanya hingga pandangannya mulai menghitam dan akhirnya ia pun terjatuh tak sadarkan diri.
Sam yang datang tepat waktu langsung menangkap tubuh Liana agar tak terjatuh ke lantai dan akhirnya Liana jatuh di pangkuan Sam.
"Nona! Nona!" ucap Sam sembari menepuk-nepuk pipi Liana.
Rendy tiba di dekat Liana yang tengah terbaring di lantai dengan tangan Sam sebagai penopang kepalanya. Rendy duduk di lantai itu lalu mengambil alih tubuh istrinya dari pangkuan bodyguardnya!
Rendy merangkul tubuh Liana yang tak sadarkan diri, ia mencoba membangunkan istrinya itu namun tak membuahkan hasil.
Jenny hanya menyaksikan kejadian itu dengan sebuah senyuman penuh kebahagiaan.
"Liana, kamu kenapa?" lirih Rendy sembari menggoyangkan kepala Liana.
Rendy segera memangku tubuh istrinya!
"Sam buka pintu mobil," perintah Rendy kepada bodyguardnya.
Sam langsung melaksanakan perintah tuannya!
"Ke rumah sakit," ucap Rendy.
Sam segera melajukan kendaraannya tanpa menjawab ucapan Rendy.
"Dari sini ke rumah sakit lumayan jauh jaraknya bagaimana kalau ke klinik terdekat, kebetulan di daerah sini ada klinik," usul Sam.
__ADS_1
"Terserah kamu yang penting istri saya cepat mendapatkan penanganan dokter," ucap Rendy yang tengah dilanda kepanikan.
"Ini akibat anda selalu menguras pikirannya, Pak Rendy yang terhormat," ucap Sam jauh didalam hatinya.
Sebenarnya Sam ingin sekali memaki tuannya itu namun karena ia bukanlah siapa-siapa ia sadar tak mungkin ia melakukan hal itu.
"Liana bertahanlah," lirih Rendy sembari terus memeluk tubuh sang istri.
Rendy sangat mengkhawatirkan keadaan Liana hingga sedetikpun ia tak melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri.
Tak lama Sam memarkirkan mobilnya didepan sebuah klinik!
Rendy segera memangku tubuh sang istri membawanya ke dalam klinik itu!
"Dokter, tolong istri saya pingsan," ucap Rendy kepada dokter yang berada di klinik itu.
"Silahkan baringkan disini," ucap dokter perempuan itu.
Dokter itu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pasiennya.
Tak lama Liana tersadar dari pingsannya, ia langsung memegangi kepalanya.
"Ahh," lirih Liana.
Rendy segera mendekati Liana lalu menggenggam sebelah tangan istrinya itu.
"Kamu lagi di periksa oleh dokter," jelas Rendy sembari terus menggenggam tangan Liana.
Tak lama dokter itu datang dengan senyum yang tidak bisa dimengerti oleh Rendy.
__ADS_1
"Dokter, istri saya kenapa? tadi tiba-tiba dia pingsan padahal tidak sedang sakit," ucap Rendy.
Liana yang masih merasa pusing hanya diam tanpa kata ataupun pergerakan.
Dokter itu tersenyum lebar.
"Selamat ya, Pak. Istri anda sedang hamil dan usia kandungannya saat ini menginjak enam minggu," jelas dokter itu.
Rendy sangat bahagia dengan berita yang disampaikan oleh dokter itu sedangkan Liana merasa sakit hatinya terasa teriris.
Bukannya Liana menolak rezeki tapi saat ini hubungannya sedang tidak baik dengan suaminya.
Rendy tersenyum bahagia, ia menghujani Liana dengan ciuman yang penuh kasih sayang.
"Terimakasih, karena sudah menghadirkan Rendy junior," ucap Rendy sembari terus menciumi Liana.
Liana yang tak bahagia dengan keadaan sekarang, hanya diam tak merespon ucapan atau perlakuan suaminya kepadanya.
"Ini obat yang harus diminum oleh istri anda," ucap dokter itu sembari memberikan obat kepada Rendy.
"Jaga kesehatan ya, Bu jangan banyak pikiran," ucap Dokter itu kepada Liana.
"Pak jangan sampai istri anda terlalu banyak berpikir ya usahakan istri anda selalu bahagia karena usia kandungan yang masih muda sangat rentan," jelas dokter itu kepada Rendy.
"Baik dokter, akan saya usahakan," sahut Rendy.
Rendy memangku Liana lagi membawanya ke mobilnya untuk segera pulang karena Liana butuh istirahat.
Liana hanya diam tanpa kata dalam hatinya ia menangis pilu bagaimana ia bisa pergi dari Rendy sedangkan dalam janinnya ada benih cintanya Rendy.
__ADS_1
Bersambung.